Bagi sebagian ahli sumberdaya alam, industri pertambangan adalah
industri terakhir ketika indak ado pilihan lain yang lebih baik. Tapi
di kito, mungkin ado banyak faktor yg mempengaruhi sahinggo semua
industri berbasiskan sumberdaya alam sakali jalan dalam skala masif.

Salam

andiko
sadang di Unpar Banduang

On 3/8/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
> Iko berita nan pernah kito diskusikan minggu2 yl :
>
> Sisakan Lingkungan yang Luluh-lantak
>
> March 6th, 2011 by admin
>
> 
>
> Melihat Aktivitas PETI di Kuansing
>
> 
>
> MENARIKPOMPONG: Para pekerja penambang emas tampak sibuk menarik pompong
> milik mereka usai pelaksanaan penambangan di Kuantan Singingi.(Desriandi
> Candra/RIAUPOS)
>
> Laporan Desriandi Candra, Teluk Kuantan
>
> [email protected]
>
> Sisa-sisa kerusakan lingkungan itu terpampang jelas. Tak ada lagi air jernih
> yang mengalir, semuanya kotor bak air susu menggumpal bersama kotoran.
> Jangan ditanya ikan, jangankan untuk ditangkap, untuk dilihatpun tiada.
> Inikah yang harus diwariskan ke anak cucu kita kelak? Nestapa itu, bakal
> kita rajut bersama sisa-sisa waktu di penghujung waktu.
>
> SIAPAKAH yang harus disalahkan. Siapakah yang harus bertanggung jawab atas
> kerusakan lingkungan alam yang luluh-lantak akibat Penambangan Emas Tanpa
> Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
>
> Pertanyaan-pertanyaan ini kepada siapa hendak ditujukan. Aparat
> kepolisiankah, Polisi Pamong Praja (Pol PP) kah, tokoh adat, tokoh
> masyarakat ataukah para pelaku penambang-penambangan emas ilegal yang
> melakukan aksinya di wilayah Kuansing ini. Sebatas ini, semuanya masih
> menyisakan pertanyaan. Namun, aktivitas PETI, terus saja merajalela dan
> meluluh-lantakkan tebing dan dinding-dinding sungai.
>
> Aparat kepolisian pun seperti habis ‘’akal’’ menghentikan aktivitas yang
> jelas-jelas di larang pemerintah ini. Begitu juga ninik mamak, pemangku
> adat, tokoh masyarakat, sepertinya semua lepas tangan dan menutup mata
> dengan PETI ini. Bahkan sebagian di antaranya ada yang justru ikut terlibat
> menjalankan aktivitas ilegal tersebut. Mereka ingin mencari keuntungan
> sendiri tanpa menghiraukan nasib orang banyak, tentang apa yang bakal
> ditimbulkan kelak di kemudian hari bagi cucu dan kemenakan mereka.
>
> Apalagi, hampir seluruh kegiatan PETI di Kuansing ini dilakukan di pinggiran
> Sungai Kuantan, anak Sungai Singingi dan Lembu di wilayah Kecamatan Singingi
> dan Singingi Hilir, aliran sungai petapahan di Desa Petapahan Kecamatan
> Gunung Toar, Sungai Teso, serta beberapa lokasi lainnya. Padahal, masyarakat
> Kuansing yang tinggal di pinggiran Sungai Kuantan dan anak-anak sungai
> tersebut, sejak lama sudah memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas seperti
> mencuci, mandi, mencari ikan, bahkan untuk air minum.
>
> Kini, semuanya sudah sirna. Masyarakat tak lagi bisa memanfaatkan sumber
> mata air alam itu untuk kebutuhan sehari-harinya. Bagi nelayan, beberapa
> sungai yang dulunya kaya akan ikan-ikan, seperti di kawasan Sungai Teso,
> Sungai Singingi dan Sungai Lembu, sekarang sudah sulit untuk bisa mencari
> ikan. Karena ikan-ikan tidak mampu lagi bertahan hidup di lingkungan yang
> sudah tercemar limbah aktivitas PETI dengan menggunakan mesin dompeng.
> Bahkan sebagian di antaranya menggunakan air raksa untuk mencuci atau
> membersihkan hasil emas yang diperoleh.
>
> 
>
> SISA PENAMBANGAN EMAS: Inilah sisa pasir dan daerah aliran sungai di
> Kabupaten Kuantan Singingi setelah dilakukan penambangan emas
> liar.(Desriandi Candra/RIAUPOS)
>
> Sungai Singingi dan Sungai Lembu misalnya, dulu sebelum ada aktivitas PETI,
> terkenal dengan sungai yang amat jernih dan kaya dengan ikan. Alam yang
> sejuk dan menawan, menjadi tempat peristirahatan. Di wilayah Antau Singingi
> (Singingi dan Singingi Hilir red), memang memiliki potensi emas di kawasan
> sungai tersebut.
>
> Namun tak ada masyarakat yang melakukan aktivitas PETI dengan menggunakan
> mesin dompeng dan alat berat. Mereka hanya menggunakan dulang, alat
> tradisional untuk mendulang emas. Tapi sejak medio Agustus 2006 lalu, Alam
> Antau Singingi pun berubah. Hutan yang porak-poranda, air sungai yang keruh
> seperti susu dan dataran yang lubang-lubang yang besar seperti palung. Mulai
> dari Desa Logas Kecamatan Singingi hingga Kecamatan Singingi Hilir
> perbatasan dengan Kabupaten kampar.
>
> Kini di Desa Logas, sejak tidak lagi menjadi lokasi penambangan emas ilegal
> tersebut, mulai ditumbuhi semak belukar dan kayu. Tapi masih terlihat
> sebagian daratan yang berlubang besar bekas ditinggalkan. Begitu juga di
> Kecamatan Gunung Toar, air sungai Desa Petapahan yang dulu jernih sekarang
> tak pernah lagi terlihat seperti dulu.
>
> Menjalar ke Berbagai Kecamatan
>
> Sekarang,  aktivitas PETI telah menjalar lebih jauh. Seakan tak ada
> kecamatan di Kuansing yang tak ada aktivitas PETI-nya. Kecamatan Kuantan
> Tengah, Benai, Logas Tanah Darat, Inuman, Cerenti, Gunung Toar, Singingi,
> Singingi Hilir, Kuantan Mudik dan Hulu Kuantan, sudah menjadi ‘’sarang’’
> PETI yang meresahkan warga.
>
> Page 1 of 4 | N
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: Hanifah Damanhuri <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 8 Mar 2011 14:36:58
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Cc: Sma<[email protected]>; Unand Dosen<[email protected]>
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Betapa spesialnya diri kita ! ‎
>       ​.
>
> Aku ingin jadi spesial tetapi orang katakan aku sombong dan egois, mau
> menang sendiri. Aku ingin jadi spesial tetapi tukang fitnah dan ghibah
> telah mematikan karakterku. Tetapi setelah aku renung2kan sesuai
> janjiNYA akan menghukum tukang fitnah. Aku kembali merasa spesial.
> Tentuku jiwaku lebih tenang dari tukang fitnah dan ghibah. Tentu aku
> akan jadi pribadi yang tegar. Tentu aku akan jadi orang bijaksana.
> Akhirnya jadi spesial. INSYA ALLAH. Wass. Hanifah
>
> On 3/8/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>>
>> . Kehadiran kita dibutuhkan dunia.
>> 2. Kita adalah manusia unik.
>>
>> 3. Kehidupan kita, kitalah penentunya.
>>
>> 4. Nikmati hidup ini.
>>
>> 5. Hitung berkah & bukan masalah.
>>
>> 6. Semuanya tergantung diri kita.
>>
>> 7. Kita sumber solusi.
>>
>> 8. Mengerti, keberanian = kekuatan.
>>
>> 9. Jangan membatasi diri.
>>
>> 10. Banyak mimpi yg bisa direalisasikan.
>>
>> 11. Keputusan penting untuk mendapat peluang.
>>
>> 12. Raih puncak, sasaran & penghargaan.
>>
>> 13. Tidak akan hilang energi jika tanpa cemas.
>>
>> 14. Yang lalu, biarlah berlalu.
>>
>> 15. Jangan terlalu serius.
>>
>> 16. Hadapi realita hidup.
>>
>> 17. Cinta sejati bertahan selamanya.
>>
>> 18. Jangan mendendam.
>>
>> 19. Persahabatan investasi jangka panjang.
>>
>> 20. Harta kehidupan adalah persatuan.
>>
>> 21. Tidak ada yg namanya terlambat.
>>
>> 22. Selalulah berbuat yang terbaik.
>>
>> 23. Miliki harapan & kebahagiaan.
>>
>> 24. Optimalkan waktu yang dimiliki.
>>
>> Jangan pernah lupa….
>>
>> Setiap hari...
>>
>> Betapa spesialnya diri kita ! ‎​.
>>
>>
>> Salam teriring do'a
>> K Suheimi.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>>   1. E-mail besar dari 200KB;
>>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke