waalaikumsalam wr wb
mak Asmun Sjuieb sarato angku, mamak, bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan
ambo muliakan,
Ketika keluarga besar RN mengunjungi Sikuai Resort, ambo bauasaho agar ado
field
trip ka kawasan wisata Mandeh. Maksud hati ingin memperlihatkan potensi wisata
bahari nan sangat luar biaso di wilayah mantun nan sabana laweh. Selain potensi
wisata, kawasan Mandeh juga sangat rancak untuk budidaya jaring apung pembiakan
kerapu, kakap, lobster dan lain sebagainya. Sabab di kawasan nan ko banyak
tersuruk teluk-teluk yang terlindungi oleh pulau-pulau walau badai seganas
apapun di lautan lepas.
Ambo bapikia, baa caronyo supayo urang rantau bisa join venture dengan
masyarakat nagari mengembangkan usaha ini, baik potensi pariwisata maupun
potensi budidaya perikanan. Dengan bekerjasama dengan masyarakat nagari
setempat, yang difasilitasi oleh kedua wali nagari (Sungai Pinang & Mandeh)
insya Allah akan mendapatkan keuntungan yang baik & masyarakat kita akan
sejahtera berserta investornya. Saya berharap, investor itu adalah orang minang
juga, yang lebih memahami kultural masyarakat & mengerti kondisi keagamaan di
Minangkabau. Sayang apabila sampai disabet oleh bangsa asing (notabene saat ini
sudah mulai dilirik oleh kalangan asing & luar minangkabau) yang memang tidak
mengerti apa-apa tentang minangkabau.
Saya tipe orang lapangan, yang tidak suka terlalu banyak konsep, rapat-rapat,
makalah-makalah ataupun seminar-seminar, padahal bisa dimusyawarahkan
dilapangan
langsung dengan pemerintahan nagari, niniak mamak, pemuda & masyarakat nagari.
Sebab, hamparan pulau-pulau & perairan kawasan mandeh ini adalah ulayat
masyarakat nagari, janganlah sampai terampas seperti halnya lahan-lahan sawit
yang ada di kabupaten Pasaman Barat, Agam, 50 Kota, Dharmasraya, Solok Selatan
&
Pesisir Selatan. Sekali lagi, saya tidak pernah percaya pada jajaran pemda,
baik
itu provinsi maupun kabupaten/kota, sebab dari perpanjangantangan pemda-pemda
ini pulalah hak ulayat di Minangkabau terus berkurang. Walaupun akhirnya alasan
"oknum" yang dikemukakan, namun saya kira suatu masa nanti, seluruh KAN yang
memiliki hak atas ulayat nagari ini mau tidak mau akan disertakan dalam
pembahasan HGU dimasa mendatang.
Apabila setiap investor langsung berurusan dengan nagari, sebenarnya tidak akan
ada pihak yang dirugikan. Akan tetapi, ulah dari oknum-oknum ini pulalah yang
mengkondisikan seluruh permasalahan ulayat yang ada saat ini. Lagi pula, apakah
ada aparatur (pejabat) negara ini yang bukan oknum? Saya kira sangat sedikit
yang benar-benar bersih. Insya Allah, apabila angku, mamak, bundo, sarato adi
dunsanak ingin bekerjasama dengan nagari-nagari di minangkabau, saya kira tidak
akan sulit. Sebab sangatlah mudah berurusan dengan pemerintahan nagari beserta
jajaran KAN, Pemuda & masyarakat apabila bajaleh-jaleh & duduk semeja.
Walaupun diwaktu yang lalu tidak sempat mengunjungi kawasan Mandeh,
alhamdulillah saya bisa mengajak bundo Nuraini & sanak Reny mengunjungi Muaro
Labuah. Yang cukup menggelitik, ketika keluar dari restoran Lamun Ombak Khatib
Sulaiman, bundo Nuraini menanyakan apakah sebaiknya melihat-lihat lokasi wisata
yang lokasinya tidak jauh dari Padang (seperti kota Padangpanjang ataupun kota
Solok). Segera saya tawarkan untuk mengunjungi kawasan wisata seribu Rumah
Gadang di Muaro Labuah. Serta merta saja keduanya (bundo Nuraini & sanak Reny)
menyetujui. Terkesan beliau-beliau tidak begitu tahu dimana letak Muaro Labuah
(+ 130 km dari kota Padang). Ketika perjalanan sampai di nagari Surian, sanak
Reny menayakan apakah masih jauh, sebab beliau tidak tahan berlama-lama
berkendara di atas mobil.
Saya sebutkan kira-kira 1 jam kurang lagi. Serta merta sanak Reny maibo,
"Ondeh.... jauah kironyo da Men, Reny indak talok diateh oto lamo-lamo, sakik
kapalo". Untuang sajo oleh-oleh dari mak Duta lai ado sebagai penangkal sakit
kepala. Yang lebih beruntung lagi, kami bertemu pak Nofrin Napilus & ibunda
beliau yang kebetulan sedang di Muaro Labuah bersama beberapa photografer yang
sedang hunting di Solok Selatan (hasilnya bisa dilihat di facebook pak Nofrin &
harian Haluan yang dilewakan sanak Nofend Sutan Mudo.
Sebenarnya saya sempat menelpon beberapa wali nagari untuk mengabarkan bahwa
rencana Kuliliang Nagari dibatalkan & kemungkinan akan diundur hingga bulan
April. Namun berhubung ibu Sekjend Mappas beserta ajudannya akan berkunjung ke
Nagari Koto Baru - Muaro Labuah, saya segera menelpom pak Wali Mudarisman
ketika
masih berada di Indarung - Lubuk Bagaluang. Alhamdulillah, walaupun kami sampai
hari menjelang magribh, beliau bersedia mendampingi kami berkeliling ke lokasi
wisata Saribu Rumah Gadang. Karena hari sudah mulai gelap, kami akan lanjutkan
esok pagi.
Dari sepenggal cerita yang coba saya paparkan, sebenarnya berusaha menyampaikan
pesan, bahwa amatlah mudah berkoordinasi dengan pemerintahan nagari, tanpa
katabelece, tanpa ini itu, cukup hanya dengan komunikasi yang jelas &
terencana,
pemerintahan nagari akan menyambut dengan tangan terbuka. Istilah niniak moyang
kito dari jaman saisuak, kok indak cukuik jo tangan, jo nyiru kami tampuangkan.
Ayo bangun nagari, untuk anak cucu kita dalam satu minangkabau, bukan hanya
dalam konteks nagari per nagari.
wasalam
AZ / lk / 32th
Padang
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/