Uda Doto RS gadang tapampang di harian Singgalang, laporan dari Japang nan baru tibo disambuik hoyak gampo.
Wassalam Nofend/34+/M-CKRG ----- Gempa Besar tak Bikin Panik Dokter Rahyus Salim, urang awak, diudang ke Jepang untuk mempresentasikan keahliannya mengoperasi tulang belakang. Berangkat Kamis malam dan sampai pukul 09.00 Jumat (11/3) waktu setempat. Ia merasakan gempa 8,9 SR yang menghantam Jepang. Di bawah suhu 2 derajat celsius, dokter ini goyah lututnya karena kuatnya gem pa. Huyung ke kiri dan ke kanan. Ia menyaksikan gedung bergetar kuat. Tapi, katanya tak ada yang panik. Saat gempa kuat itu, ia bersama dokter Yoichi Aota, seorang ahli tulang yang mengundangnya secara khusus ke Yokohama City University. Saat gempa terjadi, katanya kepada Singgalang, kemarin, ia sedang di lantai delapan rumah sakit Yokohama dan saat itu sekitar pukul 3 sore. "Tiba-tiba saya terhuyung, saya tanya gempakah?" Orang-orang Jepang itu tersenyum saja. "Kini bukan hanya saya yang terhuyung, tapi dokter-dokter Jepang itu juga. Namun mereka terlihat amat tenang. Tak ada yang komat-kamit, selain saya," kata dia. Jangankan orang sehat, pasien rumah sakit saja, tidak panik. Begitu benarlah. Menurut anak Balanti, Padang ini, gempa besar terjadi berkali-kali. Tapi anehnya, tidak ada yang memekik-mekik, tidak ada yang berlarian. Semua tenang. Selain tenang, ada yang menyingkirkan kursi, menyusun barang-barang yang mudah jatuh. "Tentu saja saya tidak bisa menyimpan rasa panik, lantas saya disuruh tetap merapatkan diri ke dinding sambil memegang besi yang ada di sana." Terdengar pengumuman lewat pelantang suara di interior. Dokter kita ini, tentu tak mengerti. Rupanya permintaan agar semua penghuni rumah sakit meninggalkan gedung. Semua turun dengan tenang. Bahkan sempat berfoto-foto. Sesampai di halamanrumah sakit, ia terkejut, sebab di sana sudah berkumpul Tim SAR dan tim medis dalam jumlah banyak dan sangat siap untuk bekerja. Gempa saja masih terasa, tapi tim penyelamat justru sudah siap. Dokter yang pada Kamis pagi melakukan operasi tulang belakang di RS Siti Rahmah Padang itu, melayangkan pandangannya sekeliling. Orang-orang tidak panik, sesuatu yang mengherankan. Rahyus Salim yang bekerja di RSCM itu, tak lama setelah gempa kembali ke penginapnnya Yokohama Isezakicho Washington Hotel. Di hotel, seolah-olah tak terjadi apa-apa. Bahkan siang ini (Sabtu) ia akan memberi kuliah sesuai jadwal. Tak ada libur seusai gempa. Aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Heran Siaran breaking news tsunami Jepang di televisi memperlihatkan kepada kita, para pekerja di kantor NHK, memang tidak panik. Mereka terlihat santai saja. Cuma saja, mereka tidak berbicara apalagi berteriak-teriak, atau memekik-mekik. Gempa bumi kuat telah mengguncang lepas pantai Jepang pada Jumat, Gempa besar yang menghantam lepas pantai Jepang itu berkekuatan 8,9 skala Richter, menurut Survei Geologi AS meralat penjelasan sebelumnya yang menyatakan gempa tersebut berkekuatan 7.9 SR. (khairul jasmi/*) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=4419 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
