Perantau Minang Kuala Lumpur

Ingin Gelar Minangkabau Expo



KUALA LUMPUR – Masyarakat Perantau Minang di Kuala Lumpur, Malaysia,
berkeinginan untuk menggelar Minangkabau Expo di ibukota negara jiran
tersebut untuk lebih memperkenalkan Sumatra Barat kepada dunia
internasional, termasuk rencana untuk mendirikan Rumah Gadang Minangkabau.

Keinginan itu mengapung saat digelarnya pertemuan sejumlah organisatoris
perantau Minang Malaysia: Buchari Ibrahim (Ketua Pertubuhan Ikatan Kebajikan
Masyarakat Minangkabau/PIKMM) dan Haswin Darwis (Ketua Koperasi Minang Kuala
Lumpur) serta beberapa orang lainnya dengan Sekretaris Jenderal Forum
Silaturahim Saudagar Minang (FSSM) yang juga Ketua Umum Gebu Minang Jawa
Timur, Firdaus Hasan Basri di Kualalumpur, Jumat (18/3).

Dalam penjelasannya kepada Haluan melalui melalui email, Firdaus melukiskan
pertemuan di Restoran Puti Bungsu, depan Kuala Lumpur Central City (KLCC)
itu, berlangsung sangat akrab sekitar tiga jam lebih.

Ia menjelaskan, keinginan mengadakan Minang Expo di Malaysia itu sangat
strategis baik untuk memperkenalkan produksi Sumatra Barat, sekaligus untuk
memperkenalkan budaya dan obyek wisata Ranah Minangkabau bersama kulinernya
kepada masyarakat dunia internasional.

Menurut Firdaus, selain sasarannya masyarakat Malaysia sendir yang secara
kultur merupakan negara serumpun Melayu, Malaysia juga memiliki potensi
besar dalam menggaet turis karena negara ini tiap tahunnya telah berhasil
menggaet turis mancanegara sekitar 15 juta orang.

“Kita berharap melalui Minangkabau Expo itu nanti para turisman yang
berkunjung ke Malaysia bisa melanjutkan perjalannya ke Sumatra Barat,” ujar
Firdaus.

Firdaus menambahkan, meski terkenal dekat, Malaysia belum begitu tergarap
oleh Sumatra Barat untuk menggaet wisatawan negara itu dan mancanegara untuk
bisa berkunjung ke Sumbar. Karena itu, kata dia, kita harus memperbanyak
ivent di Malaysia.

Dengan adanya keinginan pernatau Minang yang jumlahnya di Malaysia cukup
besar, Firdaus optimis mereka bisa diberdayakan menjadi “duta-duta” wisata
Ranah Minang di masa mendatang.

Untuk rencana besar ini, pihak pemuka masyarakat Minang Kuala Lumpur dan
Firdaus sendiri sudah menemui Tan Sri Rais Yatim (Menteri Penerangan dan
Kebudayaan Malaysia) yang cukup dekat dengan masyarakat Minangkabau, untuk
membicarakan rencana kegiatan tersebut.

Dalam pertemuan itu, kata Firdaus, pihaknya sudah diminta untuk segera
menjadwalkan pertemuan dengan istri Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Rosmah
yang berasal dari Bukittinggi untuk membicarakan masalah ini.

Hal strategis lainnya yang juga memiliki nilai historis dan strategis, sebut
Firdaus adalah keinginan perantau Malaysia untuk membangun Rumah Gadang
(bagonjong) Minangkabau di Kuala Lumpur.

Selain untuk dijadikan sekretariat organisasi Minang di Kuala Lumpur, Rumah
Gadang itu nantinya juga bisa digunakan untuk berbagai pertemuan masyarakat
Minang dan dapat pula menjadi salah satu ikon wisata guna menarik minat
turisman untuk datang ke Sumatra Barat. “Ya, seperti rumah gadang kita di
Jawa Timur lah,” ujar Firdaus.

Meski kultur budaya Negara Bagian Seremban Negeri IX punya kaitan erat
dengan Minangkabau, namun di Kuala Lumpur memang tidak ada rumah gadang
berciri Minang, kecuali berupa replika di sejumlah tempat di Malaysia untuk
menunjukkan gaya rumah bagonjong negeri IX.

Gelar Kehormatan

Tahun 2010 lalu, Pemda Sumatra Barat yang difasilitasi oleh Direktorat
Jenderal Pemasaran, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar
Minangkabau Food Festival di ibukota negara jiran itu. Waktu itu Minangkabau
Food Festival ini dibuka resmi oleh Rais Yatim bersama Duta Besar Indonesia
untuk Malaysia, Dai Bachtiar.

Namun jauh sebelumnya, Dirjen Pemasaran, Kembudpar, DR. Sapta Nirwandar
pernah menggagas pemberian gelar kehormatan budaya Minangkabau untuk Perdana
Menteri Malaysia, Ahmad Badawi. Namun karena terjadi perubahan politik yang
begitu cepat, rencana itu akhirnya diurungkan.

Kasubdit Promosi Wisata Wilayah I Sumatra, Raseno Arya, yang dihubungi di
Padang akhir pekan ini, menyebutkan rencana pemberian gelar kehormatan untuk
PM Najib bisa saja diwacanakan kembali. Apalagi beliau (Najib) adalah
sumando orang Minang sendiri.

“Ya, itu ada baiknya. Perlu ada inisiasi untuk itu. Untuk kepentingan
pariwisata Sumatra Barat, berbagai langkah kongkret dan sesuai prosedur yang
baik, kan sangat bagus,” ujar Raseno.

Ia berjanji akan melaporkan adanya keinginan Masyarakat Minang di Kuala
Lumpur untuk mengadakan Minangkabau Expo itu ke Dirjen Pemasara Sapta
Nirwandar. “Mudah-mudahan beliau merespons,” ucapnya. *– syaf al*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke