Sanak Palanta RN nan ambo hormati, iko ambo copaskan diskusi dalam Tweeter mengenai kasus PSSI iki
1. Semua pertarungan Kuning vs Biru. Menuju 2014. Semua aspek kehidupan akan dimainkan sbg isu. Publik dibuat fokusnya terbelah. 2. Jadi jangan heran kalau PSSI dibuat drama kolosal seri agak panjang. Melibatkan banyak pihak. Sampai 'si Ijo' di ajak ikut main. 3. Apa menariknya memperebutkan dan mempertahankan kursi di PSII bung? Menuju 2014. Simpul massa di sepak bola. RT @paringwaluyo<http://twitter.com/paringwaluyo>: @teguhjo <http://twitter.com/teguhjo> 4. PSSI dibekukan pemerintah. Di bekukan oleh FIFA. Tampillah SBY sbg pahlawannya. Melobby FIFA. PSSI hidup lagi. Salah satu#skenario<https://twitter.com/#!/search?q=%23skenario> 5. @benny_israel <http://twitter.com/benny_israel> om kalo biru dan kuning cuma fokus buat menang di 2014 berati dikepalanya ga pernah mikir kepentingan rakyat dong ya !!! Wallahua'lam bisawab. sadoalahe dikarajoan untuak kakuasan Salam, Darwin Chalidi, Tangerang Selatan 2011/3/29 Darwin Bahar <[email protected]> > EDITORIAL Media Indonesia, Selasa, 29 Maret 2011 00:01 WIB > > > http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213735/70/13/Peradaban-Bola-yang-Disepak- > > MINAT publik menonton pertandingan sepak bola berbanding terbalik dengan > apresiasi terhadap kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Bila > sepak bola sebagai tontonan semakin dicintai, sepak bola sebagai organisasi > malah semakin memuakkan. > > Lihat saja proses penggantian kepengurusan PSSI. Berbulan-bulan, bahkan > bertahun-tahun macet. Penggantian hanya proses formal untuk semakin > menguatkan sirkulasi kepengurusan segelintir orang yang itu-itu saja. > > Bahkan Kongres PSSI di Pekanbaru, yang menjadi jalan bagi penggantian > pengurus secara demokratis dan beradab, batal dengan cara-cara yang tidak > beradab. Sekelompok orang yang mengaku memiliki hak suara mendobrak ruang > kongres dan mengambil alih persidangan dengan gampang. > > Panitia kongres dengan gampangnya pula meninggalkan ruang sidang dan > mengumumkan pembatalan dari sebuah ruang di hotel. > > Pemerintah pun terseret dalam pusaran ketidakadaban. Menteri Pemuda dan > Olahraga Andi Mallarangeng campur tangan. Ancaman untuk membekukan > kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid bila FIFA memerintahkan pengulangan > kongres menunjukkan dengan amat jelas bahwa pemerintah mendukung orang-orang > yang menduduki ruang kongres secara paksa itu. > > PSSI selama dalam komando Nurdin Halid sarat kontroversi. Kontroversi itu > menimbulkan resistensi publik yang hebat. PSSI menjadi organisasi eksklusif > yang menerjemahkan apa yang boleh dan tidak boleh sesuka hati. > > Otonomi di bawah lindungan dua bendera jurisdiksi dimanfaatkan dengan jeli > oleh oknum-oknum PSSI. Ketika peraturan Indonesia melarang, PSSI dengan > mudah berkelit menggunakan bendera FIFA. Sebaliknya, ketika FIFA > mempersulit, PSSI berkelit dengan mengibarkan bendera Indonesia. > > Contoh paling telanjang adalah bagaimana PSSI menerjemahkan statuta FIFA > tentang larangan memimpin organisasi sepak bola bagi bekas narapidana. > Aturan FIFA dalam bahasa Inggris tidak sulit dipahami. Namun untuk > menelikung aturan FIFA, PSSI membuat aturan bahwa seseorang boleh dipilih > asal tidak sedang dalam status bermasalah secara pidana. > > Sebuah organisasi apa saja yang telanjur rusak dan dibiarkan bahkan > dipelihara seperti kartel pasti akan sangat mahal untuk dipertahankan dan > diperbaiki. Andi Mallarangeng dan Nurdin Halid kini terjerembap dalam > pusaran yang mahal itu. Ketika Andi memperbaiki, akan sangat mahal > risikonya. Nurdin dan pendukungnya pasti akan memikul risiko yang amat mahal > juga bila terus mempertahankan diri dalam takhta PSSI. > > PSSI adalah contoh peradaban formal manipulatif yang sangat mengabaikan > peradaban kepatutan. Sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas sebagai > peradaban justru disepak-sepak pengurus PSSI. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
