Gambaran itu perlu diselidiki pula, seberapa kemampuan mereka dalam hal 
ilmu-ilmu
Islam pada angkatan abad 18, 19, dan awal abad 20; dan seberapa pula kaum 
Liberalis yang
angkatan belakangan sampai kini.
 
Islam Liberal Dimasyhurkan dengan Sebutan Pembaharu
Pengkategorian Islam Liberal seperti yang dilakukan Kurzman itu, sebenarnya 
secara
bentuk pemahaman hanya satu bentuk pengelompokan yang longgar, artinya tidak
mempunyai sifat yang khusus apalagi seragam. Dilihat dari segi akomodatifnya 
terhadap
Islam tradisi, mereka belum tentu. Dilihat dari segi mesti berhadapan dengan 
revivalis
(salafi) kadang tidak juga. Buktinya, kenapa Rasyid Ridha yang digolongkan 
salafi oleh
kaum salaf dimasukkan pula dalam Islam Liberal. Demikian pula Ahmad Surkati dan
Ahmad Dahlan yang dianggap “musuh” NU (Nahdlatul Ulama/ Islam tradisi) 
dimasukkan
dalam Islam Liberal pula.
Namun, penyebutan Islam Liberal yang dipakai Kurzman itu justru agak mendekati
kepada realitas pemahaman, dibanding apa yang dilakukan oleh Dr Harun Nasution 
yang
tentunya dijiplak juga dari Barat4, kemudian bukunya jadi materi pokok di IAIN 
dan
perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Harun Nasution ataupun kurikulum di IAIN
menamakan seluruh tokoh Islam Liberal itu dengan sebutan kaum Modernis atau
Pembaharu, dan dimasukkan dalam mata kuliah yang disebut aliran-aliran modern 
dalam
Islam. Yaitu membahas apa yang disebut dengan pemikiran dan gerakan pembaruan 
dalam
Islam. Kemudian istilah yang dibuat-buat itu masih dikuat-kuatkan lagi dengan 
istilah
bikinan yang mereka sebut Periode Modern dalam Sejarah Islam.
Pemerkosaan seperti itu diujudkan dengan menampilkan buku, di antaranya Harun
Nasution menulis buku yang biasa untuk referensi di seluruh IAIN dan perguruan 
tinggi
Islam di Indonesia, Pembaharuan dalam Islam –Sejarah dan Gerakan, terbit 
pertama 1975.
Dalam buku itu, pokoknya hantam kromo, semuanya adalah pembaharu atau modernis.
Sehingga yang revivalis (salafi) seperti Muhammad bin Abdul Wahab yang 
mengembalikan
Islam sebagaimana ajaran awalnya ketika zaman Nabi, sahabat, tabi’in dan 
tabi’it tabi’in,
sampai yang menghalalkan dansa-dansa campur aduk laki perempuan seperti Rifa’at 
At-
Thahthawi (Mesir) semuanya dikategorikan dalam satu nama yaitu kaum Modernis.
Mendiang Prof Dr Harun Nasution alumni MMcGill Canada yang bertugas di IAIN
Jakarta itu pun memuji Rifa'at Thahthawi (orang Mesir alumni Prancis) sebagai 
pembaharu
dan pembuka pintu ijtihad (Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan 
Gerakan,
hal 49).
Padahal, menurut Ali Muhammad Juraisyah dosen Syari'ah di Jami'ah Islam Madinah,
Rifa'at Thahthawi itu alumni Barat yang paling berbahaya. Rifa'at Thahthawi 
tinggal di
Paris 1826-1831M yang kemudian kembali ke Mesir dengan bicara tentang dansa 
yang ia
lihat di Paris bahwa hanya sejenis keindahan dan kegairahan muda, tidaklah 
fasik berdansa
itu dan tidaklah fasik (tidak melanggar agama) berdempetan badan (dalam 
berdansa lakiperempuan
itu, pen).
Ali Juraisyah berkomentar: Sedangkan Rasulullah SAW bersabda:
لكل بني آدم حظ من الزنا: فالعينان تزنيان وزناهما النظر، واليدان تزنيان وزناهما 
البطش، والرجلان
تزنيان وزناهما المشي، والفم یزني وزناه القبل، والقلب یهوي ویتمنى، والفرج یصدق 
ذلك أو یكذبه.
"Likulli banii aadama haddhun minaz zinaa: fal 'ainaani tazniyaani
wa zinaahuman nadhru, walyadaani tazniyaani wazinaahumal bathsyu,
warrijlaani tazniyaani wazinaahumal masy-yu, walfamu yaznii
wazinaahul qublu, walqolbu yahwii wa yatamannaa, walfarju yushod
diqu dzaalika au yukaddzibuhu."
Artinya: "Setiap bani Adam ada potensi berzina: maka dua mata berzina dan 
zinanya
melihat, dua tangan berzina dan zinanya memegang, dua kaki berzina dan zinanya
berjalan, mulut berzina dan berzinanya mencium, hati berzina dan berzinanya 
cenderung
 
-----------------------
4Karena menurut almarhum Dr Peunoh Dali guru besar IAIN Jakarta, Pak Harun 
Nasution itu adalah orang
yang kagum terhadap Barat
 
Bersambung

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke