pemikiran yang mereka sebarkan adalah satu bentuk pemikiran yang punya 
kelemahankelemahan
pokok:
1. Tidak punya landasan/ dalil yang benar.
2. Tidak punya paradigma ilmiyah yang bisa dipertanggung jawabkan.
3. Tidak mengakui realita yang tampak nyata.
4. Tidak mengakui sejarah yang benar adanya.
5. Tidak punya rujukan yang bisa dipertanggung jawabkan.
Kelemahan-kelemahan itu bisa dibagi dua:
1. Lemah dari segi metode keilmuan.
2. Lemah dari segi tinjauan keyakinan atau teologis.
Lemah dari segi ilmiyah atau realita kebenaran itu dalam Al-Qur’an ada 
gambarannya,
yaitu fatamorgana disangka air.
آسراب بقيعة یحسبه الظمئان ماء حتى إذا جاءه لم یجده شيئا.
…"laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang
yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu 
apapun.”
(An-Nuur/ 24: 39).
Lemah dari segi aqidah digambarkan dalam Al-Qur’an bagai rumah labah-labah,
selemah-lemah rumah.
 
مثل الذین اتخذوا من دون الله أولياء آمثل العنكبوت اتخذت بيتا وإن أوهن البيوت 
لبيت العنكبوت
لو آانوا یعلمون.
 
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah
seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah
adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabuut/ 29: 41).
Dua-dua kelemahan itu ketika dibangun berbentuk sebuah bangunan maka ujudnya
adalah pembangunan masjid dhiror, yang harus dihancurkan dengan cara dibakar.
Sedang pembangunnya diancam neraka yang akan dimasukkan ke dalamnya beserta
reruntuhan bangunan yang mereka buat. Masjid dhiror itu sendiri diibaratkan 
bangunan
di tepi jurang yang runtuh, dan jadi pangkal keraguan dalam hati mereka.
أ فمن أسس بنيانه على تقوى من الله ورضوان خير أم من أسس بنيانه على شفا جرف هار 
فانهار
به في تار جهنم والله لا یهدى القوم الظالمين. لا یزال بنيانهم الذي بنوا ریبة في 
قلوبهم إلا أن
تقطع قلوبهم والله عليم حكيم.
“Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada
Allah dan keridhaan(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan
bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama 
dengan
dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada 
orangorang
yang dhalim.
Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan
dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah/ 9: 109-110).
Meskipun banyak kelemahannya, namun karena pelontarnya itu adalah orang yang 
sudah
kadung dianggap sebagai tokoh intelektual, maka dianggap sebagai pemikiran baru 
dan
maju. Padahal sebenarnya jauh sekali dari kebenaran ilmiyah maupun kebenaran 
agama
yang berdasarkan dalil/ nash ayat dan hadits.
Kalau pentolannya saja modelnya begitu, maka yang lain-lain, baik yang sudah
meninggal maupun yang masih menjalani hidupnya, kurang lebihnya pendapat mereka
seperti yang dilontarkan Ahmad Wahib dan disunting serta disebarkan oleh Djohan 
Effendi,
Dawam Rahardjo dan lainnya. Di antara isi lontaran itu adalah membuyarkan 
sumber Islam,
dikembalikan kepada sejarah. Sebagaimana uraian berikut ini.
 
Ahmad Wahib Menafikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai Dasar Islam
Setelah Ahmad Wahib berbicara tentang Allah dan Rasul-Nya dengan dugaan-dugaan,
"menurut saya" atau "saya pikir", tanpa dilandasi dalil sama sekali, lalu di 
bagian lain,
 
Bersambung

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke