Kalau zakat sama dengan pajak, maka apakah Masdar berani mengatakan bahwa bayar
pajak itu merupakan rukun Islam? Kalau toh berani, Islam tidak akan 
mengakuinya. Padahal
justru ada kata-kata Nabi saw yang mengibaratkan taubatnya wanita yang dirajam 
karena
berzina bisa memadai bila dibanding taubatnya pemungut pajak. Apakah kata 
“pemungut
pajak” di situ Masdar berani pula menggantinya dengan “pemungut zakat” yang 
bahkan
Nabi saw pun menugaskan orang untuk memungut zakat?
Walhasil, penyamaan zakat dengan pajak itu adalah satu lontaran yang 
mengada-ada.
- Goenawan Mohammad yang dikenal sebagai pemimpin Majalah Tempo tidak banyak
terdengar dalam hal gagasannya tentang Islam. Tetapi waktu geger dunia tentang
penghinaan Islam dalam novel ayat-ayat Syetan karangan Salman Rushdi orang India
yang tinggal di Inggeris sebelum tahun 1990-an, Goenawan Mohammad sebagai
pembela Salman Rushdi berpolemik dengan Ridwan Saidi yang bersama umat Islam
sedunia menghujat Salman Rushdi yang menghina Islam. Goenawan Mohammad
menulis di Majalah Tempo, waktu itu merupakan majalah mingguan terbesar di
Indonesia, sedang Ridwan Saidi dengan nama samaran Abu Jihan menulis lewat
Majalah Panji Masyarakat yang waktu itu masih merupakan majalah Islam. Ridwan
Saidi menyindir Goenawan Mohammad dengan judul tulisan Gunter Mahound.
Mahound adalah kata-kata hinaan yang dilontarkan Ridwan Saidi sebagai tendangan
balik. Karena Goenawan membela Salman Rushdie dengan dalih kebebasan mencipta,
maka Ridwan melontarkan hinaan lewat tulisan terhadap Goenawan dengan alasan
“kebebasan mencipta” pula. Tapi Goenawan sangat marah sampai kini, kata Ridwan.
Djohan Effendi, Deakin University, Australia.
Beliau ini terdaftar resmi sebagai anggota aliran sesat menyesatkan yaitu 
Ahmadiyah di
Yogyakarta. Dia lah yang menyunting buku Catatan Harian Ahmad Wahib yang
menggegerkan umat Islam tahun 1981, karena isinya ada 26 point yang menabrak 
Islam.
Faham pluralis dihembuskan dari sana. Djohan Effendi juga melindungi 
aliran-aliran sesat,
baik sebagai APU (Ahli Peneliti Utama) bidang agama di Departemen Agama maupun
ketika ia jadi pejabat di Sekretariat Negara jaman Presiden Gusdur tahun 2000M. 
Sampaisampai
ketika ditanyakan tentang kemungkinan pelarangan LDII (Lembaga Dakwah Islam
Indonesia) yang sebenarnya merupakan aliran Islam Jama’ah yang telah dilarang
pemerintah, justru Djohan mengatakan, orang mau ke Kramat Tunggak (tempat 
pelacuran)
saja tidak dilarang, masa’ orang mau beribadah dilarang.
Djohan Effendi juga memimpin rombongan ke Israel bersama Gus Dur di masa 
Soeharto.
Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung.
Tokoh ini menolak hadist shahih riwayat Imam Muslim, Antum a’lamu bi umuuri
dunyaakum (kalian lebih tahu tentang rusan-urusan dunia kalian).
Hadits yang jelas shahih, Jalal tolak. Tetapi tasawuf yang tidak ada dalilnya, 
bahkan
rawan kesesatan (untuk lebih jelas tentang kesesatan tadawuf, silahkan baca 
buku saya,
tasawuf Belitan Iblis, dan buku Tasawuf Pluralisme dan Pemurtadan), justru dia 
jajakan
lewat buku-buku maupun ceramahnya, untuk menjajakan Syi’ah, aliran sesat. Dia
mengadakan kontrovesri yang sangat nyata. Dia adalah tokoh Ijabi (Ikatan 
Jama’ah Ahlul
Bait). Dia orang Sunda, menyatakan diri sebagai jama’ah Ahlul Bait (keluarga 
Nabi saw)
padahal Aisyah yang jelas isteri Nabi saw saja tidak dimasukkan sebagai Ahlul 
Bait oleh
kelompok Ijabi itu. Aneh. Memang aliran sesat itu biasanya sering aneh.
Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Dia ini memberi kata pengantar dengan memuji-muji buku Anand Kreshna, keturunan
India kelahiran Solo, yang tidak jelas agamanya apa, tetapi isi bukunya itu 
mencampur
aduk aneka ajaran agama. Hanya saja judul-judulnya membahas tentang Islam, 
bahkan Al-
Qur’an. Buku-buku Anand diterbitkan oleh penerbitan Katolik, Gramedia alias 
Kompas
Group di Jakarta. Karena isinya banyak merusak pemahaman Islam, maka dihujat 
orang
lewat Majalah Media Dakwah dan Republika, akhirnya buku-buku Anand Kreshna 
ditarik
dari peredaran oleh penerbitnya. (Silahkan baca selengkapnya ada di buku Tasawuf
Pluralisme dan Pemurtadan).
Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta.
 
Bersambung

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke