أنزل من السماء ماء فسالت أودیة بقدرها فاحتمل السيل زبدا رابيا ومما یوقدون عليه 
في ا لنار
ابتغاء حلية أو متع زبد مثله,آذلك یضرب الله الحق و البطل فأما الزبد فيذهب جفاء و 
أما ما ینفع الناس فيمكث في
الأرض آذلك یضرب الله الأمثال
Artinya: “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air 
di lembahlembah
menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari
apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, 
ada
(pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan 
(bagi)
yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang 
tak ada
harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.
Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (Q.S. Ar-Ra’d :17).
Islam yang benar adalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Selanjutnya,
pemahaman Islam yang benar adalah yang sesuai dengan yang disampaikan oleh Nabi
Muhammad saw, diamalkan dan diwarisi oleh para sahabat, tabi’in dan tabi’it 
tabi’in.
Islam yang disampaikan Nabi saw dan diamalkan bersama para sahabatnya itulah 
yang
jadi teladan bagi umat Islam selanjutnya. Karena, di kala ada kesalahan atau 
kekurangan
maka langsung ada teguran dari Allah SWT lewat wahyu. Selanjutnya, untuk 
mengamalkan
Islam, maka landasannya adalah Al-Qur’an, As-Sunnah/ Hadits Nabi saw, dan 
ijma’23
(kesepakatan) para sahabat.
Setelah jelas bahwa landasan atau sumber Islam itu adalah Al-Qur’an, As-Sunnah 
dan
Ijma’, maka dalam hal pemahaman yang shahih adalah pemahaman yang sesuai dengan
pemahaman para sahabat, tabi’ien, dan tabi’it tabi’ien. Karena merekalah 
sebagai generasi
umat yang terbaik, menurut hadits shahih dari Nabi saw:
خير القرون قرني، ثم الذین یلونهم، ثم الذین یلونهم، ثم یجيء أقوام تسبق شهادة 
أحدهم یمينه، ویمينه
شهادته. (البخاري).
“Sebaik-baik generasi ialah generasiku, kemudian orang-orang sesudahnya, dan 
orangorang
sesudahnya lagi. Lalu akan datang orang-orang yang kesaksiannya mendahului
sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.” (HR Al-Bukhari).
Di samping itu ada hadits yang menunjukkan:
من آان متأسيا فليتأس بأصحاب رسول الله ص م فإنهم أبر هذه الأمة قلوبا ، وأعمقها 
علما، وأقلها
تكلفا، وأقومهم هدیا وأحسنهم حالا، قوم اختارهم الله لصحبة نبيه وإقامة دینه، 
فاعرفوا لهم فضلهم،
حمد عن ابن مسعود). ÷) . واتبعوا آثارهم، فإنهم آانوا على الهدى المستقيم
Barangsiapa hendak menjadikan teladan, teladanilah para sahabat Rasulullah saw. 
Sebab,
mereka itu paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit 
takallufnya (tidak suka
mengada-ada), paling lurus petunjuknya, dan paling baik keadaannya. Mereka 
adalah
kaum yang dipilih Allah untuk menemani NabiNya dan menegakkan Din-Nya. Karena 
itu
hendaklah kalian mengenal keutamaan jasa-jasa mereka dan ikutilah jejak mereka, 
sebab
mereka senantiasa berada di atas jalan (Allah) yang lurus.” (HR Ahmad dari Ibnu
Mas’ud).
Dengan demikian, Islam Liberal yang menawarkan pemahaman model-model yang tidak
sinkron dengan ilmu, kenyataan hidup, sejarah yang benar, dan bahkan tidak 
pakai dalil Al-
Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’; serta pemahamannya tidak merujuk kepada pemahaman
umat terbaik yakni tiga generasi awal Islam, maka jelas jauh dari kebenaran. 
Baik itu
kebenaran secara ilmu, realita, maupun secara paradigma ilmu Islam. Maka 
selayaknya
umat Islam hati-hati dan waspada terhadap pemahaman Islam Liberal itu. Dan 
kalau mampu
 
------------------------
23Ijma’ sahabat dijadikan sumber dalam Islam, karena ada ayat: “Barangsiapa 
yang menentang Rasul
sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang 
mukmin, Kami biarkan ia
leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu. Dan Kami masukkan ia ke 
dalam Jahannam, dan
Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisaa’/ 4: 115). Catatan 
kaki Mukhtashor Tafsir At-
Thobari menjelaskan, ayat ini adalah dalil yang jelas atas ulama yang 
beristidlal (berargumentasi) tentang
kehujahan ijma’ (sahnya ijma’ dijadikan dalil).Karena umat Muhammad ini tidak 
bersepakat atas kesesatan,
sebagaimana terdapat dalam hadits shahih. (Catatan kaki Mukhtashor Tafsir 
At-Thabari, juz 1, hal 171).
 
Bersambung

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke