Edward Said
Djohan Effendi, Deakin University, Australia.
Abdullah Ahmad an-Naim, University of Khartoum, Sudan.
Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung.
Asghar Ali Engineer.
Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Mohammed Arkoun, University of Sorbone, Prancis.
Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta.
Sadeq Jalal Azam, Damascus University, Suriah.
Said Agil Siraj, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Jakarta.
Denny JA, Universitas Jayabaya, Jakarta.
Rizal Mallarangeng, CSIS, Jakarta.
Budi Munawar Rahman, Yayasan Paramadina, Jakarta.
Ihsan Ali Fauzi, Ohio University, AS.
Taufiq Adnan Amal, IAIN Alauddin, Ujung Pandang.
Hamid Basyaib, Yayasan Aksara, Jakarta.
Ulil Abshar Abdalla, Lakpesdam-NU, Jakarta.
Luthfi Assyaukanie, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.
Saiful Mujani, Ohio State University, AS.
Ade Armando, Universitas Indonesia, Depok –Jakarta.
Syamsurizal Panggabean, Universitas Gajahmada, Yogyakarta.
Mereka itu diperlukan untuk mengkampanyekan program penyebaran gagasan
keagamaan yang pluralis dan inklusif. Program itu mereka sebut “Jaringan Islam 
Liberal”
(JIL).
Penyebaran gagasan keagamaan yang pluralis dan inklusif itu di antaranya 
disiarkan oleh
Kantor Berita Radio 68H yang diikuti 10 Radio; 4 di Jabotabek (Jakarta Bogor, 
Tangerang,
Bekasi) dan 6 di daerah.
Di antaranya Radio At-Tahiriyah di Jakarta yang menyebut dirinya FM Muslim dan
berada di sarang NU tradisionalis pimpinan Suryani Taher, dan juga Radio Unisi 
di
Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Dua Radio Islam itu ternyata sebagai 
alat
penyebaran Islam Liberal, yang fahamnya adalah pluralis, semua agama itu sama/ 
paralel,
dan kita tak boleh memandang agama lain dengan pakai agama kita. Sedang faham 
inklusif
adalah sama dengan pluralis, hanya saja memandang agama lain dengan agama yang 
kita
peluk. Dan itu masih dikritik oleh orang pluralis.
 
Dikenal Nyeleneh
Nama-nama yang terdaftar sebagai kontributor (penyumbang) Jaringan Islam 
Liberal itu
ada beberapa orang yang sudah dikenal nyelenehnya. Memang faham inklusif dan
pluralisme itu sendiri jelas bertabrakan dengan Islam. Pluralisme menganggap 
semua
agama itu paralel, sejalan, hanya beda teknis, tapi prinsipnya sama. Sedangkan 
Islam ada
garis tegas dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Nanti insya Allah saya kemukakan 
dalil-dalil
untuk menolak faham pluralisme dan inklusif itu, namun sebelumnya mari kita 
simak
beberapa lontaran dari para tokoh Islam Liberal itu.
-Nurcholish Madjid sebagaimana telah kita bahas di atas, sampai-sampai dia
melontarkan bahwa fikih telah kehilangan relevansinya dalam kehidupan modern 
sekarang
ini. Antara apa yang ia lontarkan itu sendiri dengan gagasan/ pemikiran yang ia 
lontarkan
pula, tidak ada kecocokan. Coba kita tanyakan: Apa relevansinya dengan 
kehidupan modern
sekarang ini, hingga sempat-sempatnya Nurcholish Madjid melontarkan:
1. Makna Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan selain Allah) ia ubah jadi Tiada 
tuhan (t kecil)
selain Tuhan (T besar). Lontaran itu dalam makalah seminarnya yang 
diselenggarakan
Harian Pelita, Jakarta, April 1985. Hingga seorang peserta memprotesnya, dan
menyatakan penerjemahan semacam itu hukumnya haram, karena mengaburkan makna
Tauhid (keesaan Allah). Kata Dr Bachtiar Effendi dosen IAIN Jakarta dan 
perguruan
tinggi lainnya yang sebenarnya dia juga orang yang dekat dengan Nurcholish: 
Ungkapan
Cak Nur (Nurcholish) itu cari kerjaan saja. Itu kan sama saja dengan Gus Dur
(Abdurrahman Wahid) yang ingin mengganti Assalamu’alaikum jadi Selamat pagi. Di
kalangan awam kan kemudian bisa difahami, apakah boleh ketika kita mengakhiri
 
Bersambung

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke