Dunsanak palanta nn dihormati.

    Barangkali tidak seorang putra/i Minang termasuk ortu mereka nn akan 
menolak bahwa PDRI merupakan kebanggaan atas kemufakatan sejarah n perjuangan 
kemerdekaan nn pernah diukir oleh Rakyat Sumatera Tengah pada masa lalu.

    Walaupun JB pada awal dicetuskannya PDRI tahun 1947 baru baumua 8thn n 
belum pernah mengenal apa itu perjuangan kemerdekaan, suka dukanya,tapi dari 
sikap, tindakan n latihan2 kemiliteran dengan bambu runcing sebagai senjata nn 
digunakan oleh para pejuang kala itu termasuk kakak2 kandung JB,masih segar 
dalam ingatan,betapa kearifan lokal(semangat patriotis membela negara dari 
cengkraman kolonialis Belanda) sangat mewarnai wajah2 n sikappara pejuang ukatu 
itu.
Disisi lain,hapir semua ibu2 RT dengan sukarela membuka dapur umum bagi para 
pejuang itu.

    Tidak ada ayam n ternak rang kampuang nn hilang or anak gadih n janda nn 
"dikarajoan para pejuang kemerdekaan itu".Mereka2 tanpa pamrih berjuang demi 
tegaknya NKRI nn baru lahir itu.
Alangkah indah n bertanggung jawabnya perjuangan para pejuang mulai dari 
tingkat akar rumput sampai kepada pimpinan PDRI yang selalu mobil dari satu 
tempat ketem pat lain di Sumbar sekarang ini.

   Berbanggalah kito sebagai rang Minang,PDRI lahir n berjuang di ranah nn kito 
cintoi ini.

   Berkaitan dengan hari bela nagara n peringatan "satu abad Mr Syafrudin 
Prawiranegara 1911- 2011",JB hanya berharap kepada Panitia keturunan pelaku 
sejarah PDRI,sudah seberapa jauhkan langkah2 nn anda lakukan bagi Ibu Petiwi 
Sumatra Tengah baca,Sumbar,nn ketem pataan lahir,berjuangnya PDRI    Saya hanya 
mengingatkan, eksisnya PDRI di Sumbar karena pengorbanan,sumbangan n rasa 
tanggung jawab bela negara masyarkat Minangkabau secara keseluruhan.

   Mari kita nanti hasil keputusan peringatan satu abad Mr Syafrudin di Kik 
Tinggi hari ini 2April 2011.

  Zubir Amin,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,72thn,sk 
Mandailang,Padusunan,Piaman,kini di Bonjer,Jakbar.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Nofendri T. Lare" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 2 Apr 2011 07:40:57 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] PDRI, INISIATIF LOKAL, DAN KITA YANG GAGAP

Sabtu, 02 April 2011 02:32

LUKMAN HAKIEM
Sekretaris Panitia Satu Abad Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-2011)

Agresi militer Belanda ke Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta pada 19
Desember 1948 yang nyaris mengakhiri riwayat Republik Indonesia-karena
praktis telah menyebabkan pemerintahan tidak lagi berfungsi-dan pembentukan
Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Menteri Kemakmuran Mr
Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat (dulu termasuk provinsi Sumatera
Tengah) adalah dua peristiwa yang unik dalam sejarah Republik Indonesia.

Sungguh pengalaman sangat pahit dan memalukan, ibukota dan para pemimpin
sebuah negara jatuh dan ditawan pada hari pertama serangan tentara Belanda.

Akan tetapi, dalam situasi tegang dan mencekam, para pemimpin Republik tidak
kehilangan akal sehat dan masih mampu berpikir jernih.

Rapat kilat kabinet memu-tuskan untuk mengirim kawat kepada Mr. Sjafruddin
Pra-wiranegara yang sejak minggu ketiga November 1948 berada di Bukittinggi.
Kawat tersebut berisi mandat untuk mem-bentuk Pemerintahan Republik Da-rurat
di Sumatera. Kepada Soe-darsono, LN. Palar, dan AA.  Maramis di New Delhi,
India, dikirim juga kawat agar jika ikhtiar Sjafruddin di Sumatera gagal,
ketiganya membentuk Exile Government Republic of Indonesia di India.

Sejarah mencatat, kawat yang dikirim dari Yogyakarta itu tidak pernah sampai
ke tangan Sjafruddin.

Inisiatif Lokal

Tanpa mengetahui adanya mandat Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad
Hatta kepadanya, pada sore hari tanggal 19 Desember 1948, bersama Komisaris
Pemerintah Pusat untuk Sumatera, Mr. T.M. Hasan, Sjafruddin dan Hasan
bersepakat membentuk Peme-rintah Darurat Republik In-donesia
(PDRI-perhatikan pe-namaan yang berbeda dengan yang tertulis dalam kawat
Pre-siden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta) yang pada 22 Desember 1948
diumumkan di Halaban, sebuah desa di daerah Payakumbuh.

Dibanding dengan duet Soekarno-Hatta, duet Sjafrud-din-Hasan jelas bukan
siapa-siapa. Di Sumatera Tengah ketika itu, meskipun Sjafruddin adalah
Menteri Kemakmuran, hanya sedikit  orang tahu siapa Sjafruddin. Di Jawa pun
pastil-ah cuma sedikit orang yang mengetahui siapa Teuku Mo-ham-mad Hasan.

Akan tetapi, ketika perjua-ngan nasional dalam krisis, masyarakat ternyata
tidak pernah tertarik untuk mem-pertanyakan siapa Sjafruddin atau siapa
Teuku Hasan. Masya-rakat lebih tertarik untuk  melihat apa yang mereka
per-buat untuk menjaga tetap tegaknya kemerdekaan Re-publik Indonesia.

Dua peristiwa di sekitar terbentuknya PDRI menun-juk-kan betapa sesungguhnya
ini-siatif-inisitaif lokal itulah yang sebagai totalitas memiliki nilai
limpah untuk kepentingan nasional. Prakarsa membentuk PDRI, menunjukkan
betapa pentingnya inisiatif lokal bagi perjuangan nasional.

Selanjutnya di
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=318
8:pdri-inisiatif-lokal-dan-kita-yang-gagap&catid=11:opini&Itemid=83

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke