Kanda Saaf sarato Sanak Sa Palanta 

Secara pribadi saya juga sangat menaruh harapan pada BMT Nagari karena
keunikannya. Malah saya katakan Pak Aristo pantas memperoleh Magsaysay Award
:). Karena itu saya sangat sedih membaca laporan Kompas yang saya forwardkan
yang memberikan kesan bahwa program ini gagal karena besarnya jumlah NPL
(kredit macet)-nya yaitu 20%. Padahal data yang dilewakan Armen ketika itu
berdasarkan data yang diperolehnya dari Pemkab Agam, NPL  BMT Nagari ini
relatif kecil sekali, dan dari penjelasan Armen--sebagai mana yang
dijelaskannya kembali dalam postingnya terakhir ini--adanya keterlibatan yang
fungsi-fungsi tungku tigo sajarangan dalam pengawasan perilaku para nasabah.

Seperti kita ketahui, perekonomian Sumbar bertumpu pada pertanian pangan dan
UKM, karena kegiatan ini paling cocok dengan budaya pesisir Minangkabau yang
egaliter dan mandiri. Semua pingin jadi bos :), Karena itu pendanaan mikro,
apalagi yang berbasis syariah--merupakan sesatu yang 'conditio sine qua non'.
Absennya lembaga keuangan mikro seperti BMT Nagari ini akan menyebabkan
pengusaha UKM ini dilayani oleh apa yang disebut Angku Abraham Ilyas sebagai
'bank berjalan' atawa para inang-inang yang membebankan bunga pinjaman yang
dapat mencapai 10% per bulan (plus debt collector yang ganas-ganas). 

BPR kita tahu walaupun bunganya tidak terlalu rendah, untuk memperoleh
pinjaman tidak terlalu mudah.        

Bahwa para peminjam ada yang menggunakannya untuk tujuan 'konsunmptif'
seperti untuk biaya sekolah anak, memberikan warning tentang masih latennya
masalah pendidikan dan kemislinan di ranah tercinta ini. Karena itu kita
perlu mendorong--walaupun saya tidak tahu caranya bagaimana--agar Pemkab/kot
se Sumbar mengikuti langkah Pemkot Padangpanjang memberikan pendidikan
gratis sampai SLTA.

Karena itu tentu saja BMT-BMT Nagari perlu diperkuat serta disebarluaskan ke
nagari-nagari lain, termasuk nagari-nagari di pesisir.

Sekian dulu

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)

 

 


 
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/140312;_ylc=X3oDMTJza204cnR
zBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzE0MDM
xMgRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMzAxNzA1NDU3> Re: [R@ntau-Net] Berita
(Sedih) Mengenai BMT Nagari di Kompas 1 Apri 


Posted by: "Dr Saafroedin Bahar"
<mailto:[email protected]?Subject=%20Re%3A%20%5BR%40ntau-Net%5D
%20Berita%20%28Sedih%29%20Mengenai%20BMT%20Nagari%20di%20Kompas%201%20Apri>
[email protected] 


Fri Apr 1, 2011 2:53 pm (PDT) 



Waduh, kok bisa jadi begitu ? Apa dan dimana salahnya ? Bersama dgn seluruh
peserta SKM GM medio Desember yg lalu, saya punya harapan besar kpd BMT sbg
salah satu sarana utk memajukan nagari, mengoperasionalkan ABS SBK dlm
bidang sosial ekonomi.
Bagaimana menyelamatkan BMT ini sbg suatu konsep dan sbg suatu harapan ?
Apalagi prakarsa yg perlu kita ambil utk menyejahterakan masyarakat nagari ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: "Darwin Bahar" < <mailto:dbahar%40indo.net.id> [email protected]>



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke