Dulu  majalah Tempo merupakan bacaan Idola ambo, tamasuak pojok GM iko

Tapi...sajak keberpihakannyo ka Ahmadiyah. Langsuang patah hati ambo mambaco 
Tempo jo tulisan2 GM iko

Baitu juo soal Nurcholis iko, awak bukan banci ka pribadinyo

Tapi..pemikirannyo nan dianggap sebagai pembaharu Islam dan disebarkan para 
pengikutnyo nan indak sabaun jo awak

Banyak maaf....

TR


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Darwin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 2 Apr 2011 20:17:09 
To: Palanta Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] OOT: Lembing

Catatan Pinggir Goenawan Mohamad

Tempo, 28/XXXIV/05 - 11 September 2005

Lima hari setelah Nurcholish Madjid meninggal, di sebuah masjid kecil di
Jalan Talang di Jakarta, seorang khatib berbicara tentang sesuatu yang
menakutkan: dengan sebuah otoritas yang ia kesankan melalui mihrab dan
kata-kata Arab, ia mengucapkan sesuatu yang tak benar. Ia mengatakan bahwa
wajah jenazah almarhum menghitam, kata sang pemberi khotbah ini, karena
Nurcholish diazab Tuhan..

Saya tak tahu lagi apa peran sebuah khotbah. Saya tidak tahu apa peran
dusta. Saya tidak tahu untuk apa fitnah terutama dari sebuah posisi, tempat
ayat suci dikutip, pesan Rasulullah diulang, dan yang benar dan yang adil
diimbaukan berabad-abad.

Yang terasa bagi saya, khotbah itu adalah sebuah onggokan sampah. Sampah itu
bernama kebencian: buangan dari zaman ini. Salah satu ciri zaman ini: iman
menemukan saat-saat guyah, penuh cemas, dan genting dan kebencian, biarpun
berbau busuk adalah sebuah mantra untuk menemukan kekuatan yang melenyapkan
kerapuhan itu. Hidup di sebuah dunia yang tidak bisa mereka kendalikan, ada
orang-orang yang merasa hanya patut beriman bila mereka tampil dengan wajah
sengit. Marah terus-menerus kepada sekitar telah jadi semacam perisai, dan
kata-kata telah jadi lembing. Chairil Anwar pernah menulis tentang para
"ahli agama dan lembing katanya".

Ketika kata menjadi lembing, hidup menjadi perang yang percuma. Lawan dalam
pikiran, sengketa dalam pendapat, bentrok dalam keyakinan, adalah bagian
dari ketegangan yang tak pernah dapat diselesaikan dalam hidup. Tuhan tak
bermaksud membuat perbedaan tak pernah ada. Ketika kata menjadi lembing, apa
yang bisa dirobohkan? Apa yang bisa dibinasakan? Bahkan sejarah dan dalam
hal ini kita bisa berbicara tentang sejarah agama-agama adalah sejarah
pembantaian yang tak menyebabkan satu pihak menjadi benar dan diterima di
mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Syiah dan Sunni tak bisa saling
melenyapkan, Katolik dan Protestan tak kunjung mampu saling meyakinkan.

Setiap usaha untuk meyakinkan sebenarnya membutuhkan tidak adanya ilusi.
"Tidak ada paksaan dalam agama," demikian kata Quran: tidak ada kekerasan,
dalam laku dan ucapan, yang akan dapat membuat keyakinan berubah. Kebenaran
adalah hal yang selalu bergerak antara "tertangkap-menangkap" dan
"terlepas-melepas". Yang universal tampak sebagai kaki langit yang bila
digapai selalu menjauh tak henti-hentinya. Tiap konsensus mengandung
ketidakbulatan. Manusia berpikir, berbicara, dan menafsir apa saja juga
Sabda Tuhan senantiasa dalam waktu dan dalam cacat.

Bahwa tak ada pintu yang satu ke arah satu keyakinan agama pada akhirnya
melahirkan kesadaran, bahwa tidak ada satu kepala yang bisa menentukan arah
apa yang terbaik dari yang ada. Pemimpin dan khalifah berganti dengan atau
tanpa dikecam. Bertahun-tahun kemudian, setelah pengalaman yang lama,
demokrasi datang sebagai cara mengatasi kekosongan itu. Demokrasi adalah hal
yang tak bisa diingkari jika kita sadar akan kefanaan. Demokrasi sebab itu
bagian dari ketegangan, tapi ia tidak akan bisa berjalan dengan kebencian,
jika kebencian membuat yang nisbi menjadi seakan-akan mutlak, tak berubah
dan kekal.

Ada banyak peninggalan kearifan Nurcholish Madjid untuk orang Indonesia, dan
salah satunya adalah bagaimana memahami dan menghadapi ketidak-kekalan.
Ketika Golkar begitu dominan, ia memihak Partai Persatuan Pembangunan.
Ketika di bawah Presiden Soeharto dan kekuasaannya pemilihan umum begitu
kotor dan kasar, ia mendukung gagasan Komite Independen Pemantau Pemilu.
Ketika pada tahun 1998 Soeharto akhirnya bertanya kepada sejumlah tokoh
muslim tak lama sebelum ia turun takhta, Nurcholish juga yang mengatakan
bahwa sang Presiden yang telah berkuasa sejak 1966 itu lebih baik turun.
Yang berkuasa atau tidak, akan selalu bertemu dengan batas.

Ada hubungan yang tak selalu tampak antara kearifan tentang ketidak-kekalan
manusia dan toleransi kepada iman dan pendapat orang lain. Kesulitan para
penganut agama ialah ketika mereka menduga bahwa ketidak-kekalan mereka akan
ditiadakan dengan ajaran yang kekal yang mereka anut. Yang mustahil dan yang
mutlak memang sangat menggugah, tapi selalu ia di masa depan, dan masa depan
juga tidak abadi. Nurcholish adalah guru tentang kerendahan hati.

Kerendahan hati adalah bagian terdalam dari hasrat berjabatan tangan.
Kebencian selalu menjadi angkuh tetapi kali ini angkuh itu menjadi angkuh
karena sebenarnya ada yang membuat ragu, cemas, dan rapuh. Kebencian yang
mengerahkan fitnah adalah tanda putus asa, tapi sekalipun tanpa putus asa,
ia tidak akan menyebabkan keyakinan-keyakinan berubah. Kekuatan sebuah
firman tidak datang dari kata yang terhunus bagaikan lembing. Ya, Nurcholish
adalah guru tentang kata-kata yang tidak menusuk, tidak berteriak.

Goenawan Mohamad

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke