2011/4/3 Dasriel A Noeha <[email protected]> > Kalau sudah Islam, istiqomahlah > Trus kalau sudah Islam diberi hak buat membenci kelompok lain dan terus > memusnahkannya? > Adakah ajaran Islam seperti itu? Rasanya tidak ada >
Pak Dasriel, Islam adalah agama yang lengkap, sehingga mengatur juga masalah cinta dan benci. Keduanya juga harus dilaksanakan sesuai tuntunan syari'at. Sebagai contoh, apakah Islam melarang cinta antara laki-laki dan perempuan? Tidak, tetapi diberi bingkai dan aturannya. Begitu juga, apakah Islam melarang kebencian? Tidak, tetapi lagi-lagi ada ketentuannya, di antaranya adalah jangan sampai menimbulkan kezhaliman. "Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (QS. al-Maa-idah 5.8) Cinta dan benci adalah perbuatan hati yang tercermin juga lewat perbuatan anggota badan. Bentuk-bentuknya bisa dihukumi haram, makruh, mubah, sunnah, atau wajib. Kita semua mengenal istilah makruh. Istilah tersebut bermakna "yang dibenci." Oleh karena itu, banyak ulama generasi awal menggunakan istilah makruh dalam makna haram (istilahnya makruh tahrim), sedangkan banyak ulama belakangan menggunakannya dalam makna "ditinggalkan berpahala, dikerjakan tidak mengapa" (istilahnya makruh tanzih). Kenapa ada sesuatu yang dibenci? Karena sesuatu itu dapat menjauhkan pelakunya dari sesuatu yang lebih baik. Dalam al-Qur'an, disampaikan kepada kita tentang kejelekan kaum Nabi Luth 'alayhis salaam. "Lut berkata: "Sesungguhnya *aku sangat benci kepada perbuatanmu*"." (QS. asy-Syu'araa 26.168) "Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu *serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan*. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus," (QS. al-Hujuraat 49.7) "Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, *kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja*." (QS. al-Mumtahanah 60.4) Oleh karena itu, sebagai bagian keimanan adalah kebencian terhadap kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan, dan juga terhadap para pelakunya hingga mereka kembali ke jalan yang benar. Akan tetapi, kebencian itu harus diwujudkan secara adil. Saya pernah membaca suatu riwayat tentang seorang shahabat Rasulullah yang ditugaskan membagi tanah kepada sekelompok orang Yahudi dan mereka membujuknya agar bagian mereka dilebihkan. Shahabat tersebut menjawab bahwa sesungguhnya ia sangat benci terhadap mereka, tapi bukan berarti ia akan menzhalimi mereka; ia akan memberikan bagian masing-masing sesuai haknya. Allahu Ta'aala a'laam. Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
