Seminar Seabad Mr Syafruddin Prawiranegara

Padang Today  Berita Lainnya  Minggu, 03/04/2011 - 10:50 WIB  Revdi Iwan
Syahputra  76 klik

Ternyata hingga akhir hayatnya, Mr Syafrudin Prawiranegara tak ingin disebut
pengkhianat. Namun, sejarah telah dilencengkan dan mengorbankan nama baik
sang penyelamat bangsa ini. Betapa tidak, dirinya dicap sebagai salah satu
yang ikut bertanggung jawab dalam pemberontakan PRRI. Padahal, faktanya dulu
bukan begitu. PRRI itu hanya wujud dari kekecewaan terhadap ketimpangan
pembangunan yang dilakukan pusat (Ibu kota RI).

Namun, upaya pencarian kebenaran itu hingga saat ini masih belum membuahkan
hasil. "Saya merasa berhutang kepada Ayah dan bangsa ini," ujar Farid
Prawiranegara, putra MR Syafruddin Prawiranegara dalam pembukaan Seminar
Nasional seabad Mr Syafruddin Prawiranegara di Istana Bung Hatta, siang ini.

Dikatakannya, hutang yang harus dilunasinya adalah ingin meluruskan sejaran
PDRI dan PRRI. Khusus PRRI, Syafruddin Prawiranegara dianggap pengkhianat.

"Padahal, saat itu sebenarnnya hanya memperjuangkan ketidak adilan atas
ketimpangan pembangunan yang dilakukan pemerintah saat itu, saya mendapat
amanah dan tanggung jawab untuk meluruskan sejarah itu," ujarnya.
 
Farid Prawiranegara, salah satu anak Syafruddin Prawiranegara, larut dalam
perasaan haru saat mengenang ayahnya dan perjuangannya. Haru mengingat saat
keluarganya mengalami masa-masa sulit karena ayahnya menjalani tahanan
negara akibat dianggap "memberontak", para tokoh itu tetap mengulurkan
bantuan.

"Ayah saya tokoh PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia), jadi
cari sekolah susah. Tamat SMP saya mencari sekolah ke sana kemari, tetapi
tidak ada yang mau menerima karena saya anaknya Syafruddin," tutur Farid.

Tokoh Kontroversial
Masih lekat di ingatan bangsa, sosok Syafruddin Prawiranegara sebagai tokoh
pergerakan yang bisa jadi kontroversial, tetapi pejuang kemerdekaan itu
berjasa membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera
Barat ketika Presiden RI Soekarno tertangkap dalam Agresi Militer Belanda
II, 19 Desember 1948. Pada 13 Juli 1949, Syafruddin menyerahkan kembali
mandatnya setelah Presiden Soekarno dibebaskan.

Pendulum berbalik ketika tahun 1958 ia bersama sejumlah tokoh dianggap
memberontak dan dipenjara karena membentuk PRRI.

"Ibu saya menemui ayah yang ditahan di RTM (Rumah Tahanan Militer) Jakarta,
memberitahukan kalau saya tidak dapat sekolah. Ayah lantas menulis surat dan
meminta Ibu menyerahkan surat itu kepada Om Kasimo," lanjut Farid.

Begitu menerima surat itu, Kasimo yang teman pergerakan Syafruddin langsung
merespons dengan mengirim surat ke jaringannya di sekolah-sekolah Katolik.
Sebagai tokoh dan pendiri Partai Katolik, hal itu tentu sangat mudah bagi
Kasimo.

"Bagi saya, itu luar biasa. Saya yang dari sekolah kampung tiba- tiba
sekolah di tempat yang mewah di Pangudi Luhur. Oom Kasimo yang membawa saya
menyadarkan saya tentang arti teman yang sejati," kata Farid, seorang
akuntan dan saat ini Direktur Utama PT Indoconsult.

Farid sangat berharap, momen seminar kali ini akan menjadi salah satu upaya
bangsa ini untuk mengakui bahwa Syafruddin, bukan pengkianat. []

http://padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=26946

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke