Syafruddin Prawiranegara Pantas jadi Pahlawan Padang Today Berita Lainnya Minggu, 03/04/2011 - 16:19 WIB Revdi Iwan Syahputra 13 klik
Jika menyebut nama MR Syafruddin Prawiranegara, sangat berhubungan erat dengan keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Keberadaan PDRI pun sudah sangat jalas eksistensinya dalam kelangsungan Republik Indonesia. Namun, sayangnya jejak sejarah ini seakan dipinggirkan. Bahkan, hingga saat ini kepahll awanan Mr Syafruddin Prawiranegara belum juga diakui. Hal ini terangkum dalam seminar Nasional seabad Mr Syafruddin Prawiranegara di Istana Bung Hatta, Bukittinggi siang tadi. Salah seorang tokoh muda penggagas seminar ini dan juga salah seorang pemakalah, Fadli Zon mengatakan kepahlawanan seorang Mr Syafrud. din Prawiranegara ini sudah tak bisa diragukan lagi. "Mr Syafruddin sangat pantas dianugerahi pahlawan Nasional," ujar Fadli Zon. Menurutnya, Syafruddin Prawiranegara adalah salah seorang pendiri republik, tokoh bangsa yang sangat berjasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai pemimpin yang jujur, sederhana dan tanpa pamrih, satu kata dengan perbuatan, tegas, berpegang pada prinsip dan idealis. "Perjalanan hidupnya menunjukan dia tak pernah takut pada hidup, betapapun besar tantangan dan godaan hidupnya, begitulah karakter sosok Syafruddin," urai Fadli.ng Perannya sangat penting pariode mempertahankan proklamasi, khususnya saat agresi militer kedua Belanda 19 Desember 1948. Periode proklamasi hingga pengakuan kedaulatan oleh Belanda 27 Desember 1949. "Saat itu, praktis pemerintahan pusat lumpuh, dan PDRI lah yang menjalankan fungsinya dari Sumatera Barat," ujarnya. Terbentuknya PDRI di Sumatera Barat, sebagai salah satu tonggak sejarah yang membuktikan kepada dunia bahwa Negara Indonesia tidak bubar, meskipun para pemimpin negara Republik Indonesia ditangkap dan ditahan. Beberapa jam sebelum kejatuhan Yogya, sebuah sidang darurat kabinet berhasil mengambil keputusan historis yang amat penting. Presiden dan Wakil Presiden memberikan mandat (menguasakan) kepada Mr.Sjafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI di Sumatera. Jika gagal mandat ini akan diserahkan kepada Dr.Soedarsono, Mr.Maramis dan Palar untuk membantuk exile-government di New Delhi, India. Tetapi mandat ini tidak jadi dikirim melalui telegram karena kacaunya komunikasi Yogyakarta-Bukittinggi, di samping keburu Yogya telah jatuh ke tangan Belanda. Meski surat mandat tidak pernah sampai ke tangan Mr.Syafruddin Prawiranegara yang pada waktu itu menjabat Menteri Kemakmuran RI dan sedang berada di Bukittinggi, tetapi naskahnya telah beredar di antara para pejuang bangsa. Akhirnya, Mr.Syafruddin Prawiranegara, terutama dengan Kolonel Hidayat, yang pada waktu itu juga berada di Bukitttinggi sebagai Panglima Tentara Teritorium Sumatera, yang juga adalah Wakil I Kepala Staf Angkatan Perang mengambil inisiatif sendiri (tanpa mandat dari Pusat) membentuk PDRI. "Sekarang peristiwa 19 Desember 1948, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006, ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, namun jujur saja gaungnya masih belum maksimal. Bahkan, Mr Syafruddin pun belum diakui negara sebagai pahlawan," PDRI Terpinggirkan Sebagian besar rakyat Indonesia diasingkan dari sejarah PDRI, seolah-olah PDRI tak pernah terjadi atau hanya embel-embel dari serentetan peristi wa besar. Hanya sedikit buku sejarah yang memuat dan mengulas peran PDRI. Padahal, tanpa PDRI, NKRI tak kan pernah ada. Seminar Nasional seabad Mr Syafruddin Prawiranegara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan dibuka langsung oleh Mendagri Gamawan Fauzi. Seminar yang mengangkat topik "Makna PDRI dalam Revolusi Indonesia" ini digelar Panitia Satu Abad Mr Syafrudin Prawiranegara bekerjasama dengan Yayasan Peduli Peristiwa PDRI 1948-1949. Dalam seminar sejumlah tokoh tampil sebagai pembicara seperti Am Fatwa, Fadli Zon, Mestika Zed, Nina Lubis, Ismail Hasan, Farid Prawiranegara, juga hadir Wamendiknas Fasli Jalal. "Seminar ini sangat penting, karena ada 4 nilai strategis yang akan diangkat dalam seminar ini," ujar Ketua Umum Panitia Satu Abad Mr Syafruddin Prawiranegara (1911-2011), AM Fatwa dalam sambutannya pada pembukaan seminar pagi ini. Menurutnbya nilai strategis ituadalah untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat terhadap peristiwa heroik dn strategis yang lebih enam dasawarsa yang lalu di daerah Sumatera Tengah (Riau, Jambi, Sumbar, Kepulauan Riau) bahkan Aceh. "Selain itu juga menggali dan menggagas pentingnya nilai lokal dan partosipasi masyarakat bagi perjuangan nasional," ujar AM Ftwa. Nilai strategis lainnya adalah untuk mengingatkan kembali komponen bangsa ini agar dalam situasi apapun tidak kehilangan akal sehat dam memahami makna PDRI yang sesungguhnya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Sementara, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan seminar ini akan menjadi momen kebangkitan dan pelurusan sejarah. "Kita harapkan, ini menjadi momen kita untuk bangkit dan meluruskan sejarah yang sebenarnya," ujar Irwan.[] http://padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=26950 Wassalam Nofend/34+/M-CKRG => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!! Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi Sumatera Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
