Betul sekali Adinda Ephi,memang begitulah luar biasanya tauladan Nabi Yusuf 
ini.Dibenci,dibuang ke sumur oleh saudaranya sendiri,tetapi beliau tidak ada 
menaruh dendam sedikitpun.Tentunya ketauladanan ini akan menjadi pelajaran 
beharga bagi kita semua generasi sesudahnya,bahwa kita tidak boleh menaruh 
dendam dengan sesama.

Mungkin sekaligus kisah ini juga menjadi bukti buat kita semua,bahwa orang2 
yang teraniaya itu sangat dekat dengan pertolongan Allah SWT,sehingga do'a 
mereka sangat mustajab dan cepat dikabulkan Allah SWT.

Maka, hati2lah kita dalam hidup ini,jangan sampai menganiaya orang lain,karena 
do'a mereka sangat mustajab dan bisa saja menghancurkan kehidupan orang yang 
menganiayanya.

Wasalam,
Kurnia Chalik



From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Ephi Lintau
Sent: Tuesday, April 05, 2011 8:13 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] HALIMAH,cucu dari seorang nenek yang teraniaya karena 
diusir dari Rumah Gadangnya.

Da Kurnia....ambo pagiko tadarus surat Yusuf......, dalam konsep nan samo 
dialami oleh keluarga halimah, carito nabi yusuf dapek kita tauladani, berawal 
dari ketidaksukaan saudaranya, akhirnya nabi yusuf dibuang, namun akhirnya 
ternyata nabi Yusuf menjadi bendaharawan mesir, dan bertugas menyalurkan 
bantuan disaat musim paceklik melanda mesir, begitu saudaranya datang meminta 
bantuan....beliau sambut dgn hangat dan di rangkul kembali keluarga yg telah 
membuangnya.......

salam
Ephi


2011/4/4 Chalik, Kurnia(JKT-SSD) 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Terimakasih Uni Hanifah atas kiriman ceritanya.

BTW,secara kebetulan ambo pernah ke rumah Gadang nenek Halimah ini, yang berada 
di Kaki Gunung Merapi,beberapa tahun yang lalu.Rumah Gadang itu sekarang agak 
reyot,tetapi masih bisa ditempati.Dan sekarang ditempati oleh keluarga dari 
Nenek Halimah (Nenek Halimah ini,ambo lupo namonyo adalah ibunda dari Bapak 
Abdullah Kamil/Bapak Kandungnya Halimah yang menikah dengan ibunya (orang 
Thailand).

Pendek cerita,dari informasi orang yang menunggui rumah gadang itu :

1.Nenek Halimah,diusir dari rumah Gadangnya.Yang ambo tangkap,nenek Halimah ini 
adalah orang yang teraniaya di keluarga mereka sebetulnya karena diusir dari 
rumah gadangnya.

2.Akhirnya Nenek Halimah pergi merantau dan karena Allah SWT yang 
berbuat,akhirnya nenek Halimah ini sukses di Perantauan.Dan akhirnya punya 
anak,salah satunya adalah Bapak Abdullah Kamil (Bapaknya Halimah).

3.Bapak Abdullah Kamil,merupakan pribadi yg baik dan sukses juga dalam karirnya 
(pernah jadi duta besar Indonesia juga kalau ngak salah).Dan bahkan di Padang 
juga ada semacam museum Abdullah Kamil,untuk mengenang jasa2nya.

4.Setelah Halimah menikah dengan Bambang dan menjadi minantu Pak Harto,keluarga 
besar Halimah ini jadi sangat kaya dan terkenal.

5.Akhirnya keluarga yang di kampung dapek bana,dan ingin menghubungi Halimah 
kembali,untuk minta tolong dan sebagainya.Tetapi keluarga Halimah sudah "amba" 
saja melihat mereka,karena perlakuan mereka terhadap nenek Halimah dulu.

Kesimpulan Ambo.

Ado sifat yang aneh dari urang awak ko  yaitu Kalau keluarga sedang susah 
dijauhi bahkan diusir,tetapi kalau keluarga sudah sukses didekati dan 
dipuji2,untuk mendapatkan piti.Sifat yang sangat buruk dalam pandangan ambo 
pribadi.

Saran Ambo:

Saran ambo,sebaiknya para orang tua,para guru2, para pemangku adat,para 
pemuda,cendikiawan,para tokoh masyarakat,para alim ulama,cadiak pandai,dsb 
sebaiknya menghilangkan sifat yang sangat buruk di atas,jangan memandang remeh 
dan menganiaya saudara kita yang lemah,karena bisa jadi suatu saat berkat 
pertolongan Allah SWT,saudara kita ini  akan menjadi manusia yang sangat kuat 
dan di saat itu kita dan kampuang halaman sangat memerlukan mereka.Jangan 
sampai  mereka sudah "amba" saja melihat kita,karena kita dulu memandang remeh 
atau bahkan menaniaya mereka.

Wasalam,
Kurnia Chalik



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke