Oleh IWAN DN SSOS DT SIMARAJO JAMBAK BATIPUAH UNGKAPAN rumah gadang sambilan ruang, salajang kudo balari menunjukkan akan kebesaran rumah adat kaum pesukuan di Nagari Batipuh, Tanah Datar tampaknya bakal tinggal kenangan. Rumah gadang sebagai simbol adat sekaligus tempat bermusyawarah dalam pesukuan kini tak lagi menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat. Jumlahnya semakin berkurang. Kini tinggal dalam hitungan jari saja.
Arsitektur bagonjong yang menjadi lambang rumah gadang di Minang kini beralih fungsi hanya sekadar untuk hiasan bangunan pemerintah, pos pos satpam bahkan toilet dan tempat berwuduk. Saat ini banyak dibangun bangunan bergonjong gedung pemerintah. Di Kota Padang Panjang, misalnya, pos satpam rumah wakil walikota dibangun bergonjong. Dan banyak lagi kantor kantor pemerintah dibangun bergonjong. Ini tentu dapat menjadi kajian bagi kalangan akademisi dan bahan renungan bagi ninik mamak. Perlu kiranya dibuat aturan tentang ini agar lambang kebesaran adat Minangkabau. Indak lakang dek paneh indak lapuak dek hujan, jalan indak diasak urang lalu. Orang Minang harus bisa mengakkan marwah adatnya sendiri. Dahulu, rumah gadang memiliki arti penting di tengah pesukuan dan lazim pula disebut rumah asa atau rumah tuo. Di rumah gadang itulah berhimpun dunsanak dan keluarga dari pesukuannya bermusyawarah mancari bulek kato jo mufakat, bulek aia kapambuluah. Dalam tradisi adat Minang, yang boleh tinggal di rumah gadang hanya anak perempuan sebagai limpapeh rumah gadang bersama suaminya. Sedangkan anak lelaki berusia di atas 7 tahun atau sudah baligh berakal tidak boleh lagi tidur di rumah. Mereka harus tidur bersama anak lelaki lain di surau. Di surau inilah mereka dididik mengaji Alquran dan belajar ilmu silat (bela diri) untuk bekal bila nantinya pergi merantau. Letak kamar rumah gadang juga memiliki makna tersirat, kamarnya dibuat kecil agar sang suami tidak santai tidur tidur di rumah. Mereka harus "bakureh" berusaha mencari nafkah anak dan bininya. Dan bila sudah mampu membangun rumah, maka mereka akan pindah dari rumah gadang. Di sudut-sudut rumah gadang itu dahulu terdapat "kasur adat". Kasur bertata benang emas berbunga-bunga, berikut bantal dengan hiasan kaluak paku kulai kulaian, yang bermakna anak di pangku kemenakan dibimbing, urang kampuang dipatenggangkan. Kasur adat juga menunjukkan tingkatan penghulu. Jika dari kalangan penghulu pucuak pesukuan, maka kasurnya 7 lapis dan jika kasurnya 5 lapis dan 5 bantal. Itu artinya rumah gadang panghulu panungkek. Orang kebanyakan artinya orang biasa tidak boleh memasang kasur adat itu di rumahnya. Suduik di rumah gadang tidak boleh pula di tempati sembarang orang, yang duduk di sana hanya penghulu kaum beserta datuk- datuk lainnya membicarakan persoalan persoalan adat di tengah suku. Begitu benar aturan adat yang berlaku di Nagari Batipuh waktu itu. Penghulu pun disediakan "sawah panyandang gala". Sawah penghulu itu dikerjakan anak kemenakan secara goro. Hasilnya untuk biaya penghulu menjalankan tugasnya sebagai pemimpin suku. Kini sawah panyandang gala sudah banyak tergadai. Kendati Sumatera Barat telah kembali mencanangkan kembali ke surau, tampak hanya sebatas program saja. Belum ada perubahan yang signifikan terhadap kelestarian rumah gadang sejak dicanangkannya kembali ke nagari dan surau beberapa tahun lalu. Epaper Harian Haluan, Minggu 03 April 2011 Wassalam Nofend/34+/M-CKRG => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!! Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi Sumatera Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
