Bagus Ifah, tapi mungkin sedikit koreksi, bahwa kalau tahun 60 itu yang datang adalah Pasukan Diponegoro menggantikan Siliwangi, karena Pasukan Siliwangi dinilai "lemah" dan malahan bersahabat dengan rakyat Sumbar. Siliwangi ditarik dan diganti Diponegoro yang lebih kejam, sampai penyerahan tahun 1961. Kalau mau tetap Rudi sebagai Siliwangi, rubah episode tahunnya ke 58 atau 59, saat perang dahsyat berkecamuk. Cuma cerita "pengambilan" perempuan ini, memang terjadi jaman Diponegoro datang, dan sebenarnya yang memanfaatkan situasi adalah OPR. Mungkin ado tambahan dari Pak Saaf dan AI, atau Diko... dasriel
--- Pada Kam, 10/2/11, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis: Dari: Hanifah Damanhuri <[email protected]> Judul: [R@ntau-Net] JATUH CINTA PADA TENTARA (FIKTIF) Kepada: "rantaunet" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 10 Februari, 2011, 6:10 AM JATUH CINTA PADA TENTARA (FIKTIF) Ketika jaman bergolak Aku sudah berumur 17 tahun Rumah tempatku dibesarkan Dekat sekali ke Markas Tentara Birugo Keluargaku kenal baik Dengan penghuni markas Walau npenghuninya datang dan pergi Silih bergantisecara bergelombang Namaku Susi Berkulit sawo matang Dengan ranbut panjang bergelombang sampai pinggang Wajahku oval dengan lesung pipit di pipi Hidungku mancung Mataku indah bak bintang kejora Bibirku merah delima tanpa gincu Kata orang aku cantik Senyumku termanis di dunia Tahun 1960 Datanglah Tentara Siliangi Ke Markas dekat rumahku Mereka datang untuk bertempur Walau terjadi perang Aku tak takut sama tentara Mereka yang pernah tinggal di markas Semuanya baik padaku Kedatangan rombongan tentara kali ini Terasa beda dari biasa Entah pengaruh usiaku Atau penampilan tentara ini yang beda dari tentara lainnya Setiap bersirobok Darahku tersirap Aku tak sanggup menatapnya Akupun tertunduk malu Entah tingkahku yang terbaca olehnya Atau panah asamara Telah menyambar kami berdua Kulihat sikap yang aneh, juga terjadi padanya Akhirnya kamipun berkenalan “Namaku Rudi”, katanya “Namaku Susi”, jawabku malu Oh alangkah tampannya tentara ini Jauh dari kesan sangar seperti tentara yang lain Tutur katanya sopan Ada perasaan aneh yang menguasaiku Inikah yang dinamakan cinta ? Kataku dalam hati Senyum Rudi Tutur kata Rudi Tindak tanduk Rudi Semua tentang Rudi Membuatku mabuk kepayang Rudi oh Rudi Engkau tentara pujaan hati Aku cinta padamu Aku ingin jadi milikmu Begitu harapanku setiap waktu Waktupun berlalu Ternyata Rudi punya rasa yang sama Itu diucapkannya padaku Ketika dia memintaku jadi kekasihnya Pucuk dicinta ulam tiba Kataku dalam hati Kembangpun bersemi dimana-mana Walau dentuman tembakan terdengar dimana-mana Perang tak berpengaruh Pada hati yang dilanda asmara Hatiku ketar ketir Kalau Bang Rudi pergi berperang Walau bersenjata lengkap Tentarapun bisa tewas atau terluka Perasaanku baru terasa lega Kalau Bang Rudi sudah kembali Kembali dalam keadaan utuh Tanpa goresan luka Prertnah aku tanya pada Bang Rudi Kenapa ada suara teriakan perempuan dari Markas “ Itu istri atau anak dari pemberontak Teman-teman ingin perempuan-perempuan itu Mengaku dan menunjukkan Kemana suami atau ayah mereka lari”< jawab Bang Rudi “ Kenapa teriakannya begitu menyayat hati? Kenapa tega sekali ?”, tanyaku lagi “ Ini perang dek Apapun bisa terjadi Jaga dirimu baik-baik Makanya jangan ada perang”, jawab bang Rudi Aku tak berani bertanya lagi Terjadi pergolakan dalam hatiku Aku tak tahan mendengarkan teriakan perempuan Tetapi aku tak bisa membenci tentara Aku cinta bang Rudi Aku terjebak Antara cinta dan benci Tahun 1961 Bang Rudi menemuiku Kulihat wajahnya beda sekali “Kami harus meninggalkan Birugo Pindah ke Pekan Baru”, kata Bang Rudi Aku menagis mendengarkannya Aku tak mengkin bisa menghalagi Bang Rudi “ Usai perang Akan bang Rudi jemput Susi disini Tunggu Bang Rudi ya”, katanya lagi Aku mengangguk lemah sambil menangis Aku ikut menyaksikan keberangkatan rombongan Bang Rudi Bang Rudi melambaikan tangannya padaku Sebelum masuk mobil yang akan membawanya pergi Begitu mobil bergerak Akupun terkulai pingsan Padang, 10 Februari 2011 Hanifah Damanhuri NB. Bapak Dasriel dan sutan Mancayo mohon di komen Ifah ingin jadi bagian dari cerita yang lain -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
