Sayang kita belum mendapat julukan 'The Sick Man of Asia', jadi bakalan lama 
lagi baru bisa menerapkan 'clean government'  

Kalau bercermin ke Turki kan proses pertamanya adalah dapat julukan the sick 
man dulu, truss PKSnya Turki menang pemilu, truusss lagi baru proses 'clean 
government'  diterapkan

Lha Pks kita kan belum juga menang2, apalagi pemilu 2009 kemarin baru dapat 8%, 
wah jalan masiiiiiiiiiiiih......panjang lhooo...

abp58

--- Pada Rab, 6/4/11, Darwin Bahar <[email protected]> menulis:
Dari: Darwin Bahar <[email protected]>
Judul: [R@ntau-Net] Re: Bercermin dari Turki, Muslim Itu Bisa!
Kepada: "Palanta Rantaunet" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 6 April, 2011, 7:31 AM

Terima kasih atas komentar Engku HarunPesan tulisan saya itu sebenarnya ialah, 
kalau selama ini hanya produk-produk hi-tech dari Jepang, Korea, Brazilia, 
India dan Cina yang mampu masuk ke negara-negara Eropah Barat, ternyata 
Turki--negara berpenduduk mayoritas Islam--yang sejak tahun 2002 diperintah 
oleh partai AKP berasas Islam yang menerapkan 'clean government', juga mampu 
melakukan hal yang sama dengan cara yang sangat mengesankan.  Dulu ketika Turki 
silih berganti diperintah oleh partai-partai sekuler, Turki dikenal dengan  
sebutan 'The Sick Man of Europe'.Keadaan Turki ketika itu kurang lebih sama 
dengan keadaan kita sekarang: korupsi meraja lela (Indonesia sekarang ini 
merupakan negara terkorup di Asia Tenggara), sementara ekspor kita didominasi 
oleh kekayaan alam seperti LNG, batu bara serta CPO yang bernilai tambah 
rendah. Dengan penduduk sekitar 230 juta, Indonesia selama satu tahun hanya 
dapat memproduksi barang dan jasa senilai ±
 700 miliar dollar AS. Di sinilah keluar angka produk domestik bruto per-kapita 
 ± 3.000 dollar AS.Semoga penjelasan saya ini dapat dipahami.Wassalam, HDB St 
Bandaro Kayo
Re: Bercermin dari Turki, Muslim Itu Bisa! Posted by: "HarunM" 
[email protected]   harunmb Tue Apr 5, 2011 2:37 am (PDT) [*] berdasarkan 
perhitungan kasar, dengan penduduk 77 juta jiwa, produk domestik bruto 
per-kapita Turki > 13.000 dollar AS. Bandingan dengan Indonesia yang hanya ± 
3.000 dollar AS.
Komentar saya :
Ya jelas lah saya setuju kalo ngitungnya spt itu, yaitu bisa 13Ribu dollar.
Penduduknya saja cuma 77Jt, alias 1/4 penduduk Indonesia, yang penduduknya 
mendekati 250Jt !
Kalo membuat perbandingan mbok yao yang seimbang dong !
Kalo hasil produksi Indonesia dibagi 77Jt, bisa jadi perkapitanya 20RIBU 
Dollar. Jauuh....
Coba hitung lagi, dengan perhitungan hasil Indonesia, bila penduduknya 77 Jt. 
Berapa coba ?
Barokallohu fikum

Harun



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke