Aww. Dinda AZ sarato Anak Nagari semuanya yang kami banggakan. aaa) Terima kasih atas email tasabuik diateih dan sangat menarik pabila kito kaji banyak hal tantangan para pemimpin dan Tokoh Pergerakan Indonesia dimasa lalu yang umumnya berasal dari Minangkabau. bbb) Sudah sejak awal kami mengusulkan kironya mangajak stakeholder Minangkabau bakipikie ulang dalam menampatkan "positioning" masalalu sejarah Indonesia, dimana terdapat nama2 besar Mr.Moh.Yamin, Hatta, H.A.Salim, St.Sahrir, Syafruddin Prawiranegara, Moh.Natsir, Datuk Tan Malaka, Dassad dan banyak lainnya dengan latar belakang pemikiran yang berbeda-beda seperti ISLAM, Sosialis, Nasionalis, dan lainnya. ccc) Kinikolah saatnya kito menempatkan beliau2 sebagai pemangku nama besar ranah Minang dalam suatu "kambuik" percontohan dan tanpa membeda-bedakan latar belakang kehidupan, pemikiran, kepercayaan dan lain sebagainya. Dari masing2 sosok Pahlawan Kemerdekaan, Proklamator, Perintis Kemerdekaan, dan apapun sebutannya kito mancubo untuk mengambil sari pati pemikiran beliau2 dan marilah kito "persatukan" dalam atau menjadi "NKRI" berdasarkan "Pancasila" dalam kehidupan "Kebhinekaan Tunggal Ika" dibawah panji2 Konstitusi 17 Agustus 1945. ddd) Secara kebetulan kami membaco tulisan "Islam sebagai salah satu agama dan kepercayaan di kawasan Asia Barat" disamping agama Jahudi, agama Nasrani, yang dibahas secara lengkap dalam buku "Madilog" karangan Tan Malaka yang juga adalah seorang Datuk di kawasan Suliki Sumatera Barat, nampak jelas bahwa pemikiran asli dari seorang Anak Nagari Pandam Gadang yang berlandaskan pada kepercayaan Islam yang hidup dan tumbuh dikawasan Minangkabau. eee) Demikian juga dengan tokoh2 H.A. Salim, Moh.Hatta, Moh.Yamin, St.Syahrir, Moh.Natsir, Syafruddin Prawiranegara, dan lainnya mempunyai "kelebihan' sendiri2 yang seyogyanya kita "rangkum" dalam suatu Bunga Rampai Pemikiran Tokoh Bangsa Indonesia dari Minang. Dengan melakukan pendekatan yang demikian itu kita terutama untuk generasi penerus tidak "terjebak" dalam suatu pemikiran yang terbatas, akan tetapi dengan pemikiran2 yang berbeda2 tapi tetap diabadikan untuk kepentingan ranah Minang dan Indonesia secara umum. Demikian sekedar tanggapan singkat kami, dan harapannya adalah mengajak semua stakeholder Minangkabau untuk bersatu padu dalam membangun "Nagari". Wassalam, Asmun (LK/66/Depok).
--- Pada Sab, 9/4/11, Armen Zulkarnain <[email protected]> menulis: Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]> Judul: [R@ntau-Net] H. Agus Salim - Soekarno - Mohammad Hatta Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 9 April, 2011, 6:04 AM Assallammualaikum wr wb Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan, Salah satu hal yang menarik dari thread alm. H Agus Salim nan ko adalah, keterkaitan erat H Agus Salim di Sarekat Islam basamo-samo Oemar Said Tjokroaminoto . Nan labiah menarik lagi, HOS Tjokroaminoto iko mintuo partamo dari Ir Soekarno. Ambo mancaliak ado banang merah nan bisa diurai antaro H Agus Salim - Soekarno - Hatta, dimano istilah the old man nan ko labiah kapado penghargaan baliau sebagai urang tuo tampek batanyo dari aktivis pergerakan perjuangan kemerdekaan katiko maso kolonial. Dari buku Untuk Negeriku nan ambo dapekkan dari pak Reflus Ramli (tarimo kasih sekali telah mengirimkan buku nan ko), disabuikan pemuda-pemuda Jong Sumatranen Bond mengganggap baliau sebagai orang tuo tampek batanyo, the grand old man. Kira-kira pada pertengahan Februari 1920-aku masih ingat saat itu bulan purnama-kami bertiga : Amir, Bahder Djohan, dan aku, datang ke rumah H. Agus Salim. Waktu kami sampai di sana pada jam yang ditentukan sudah ada beberapa orang pemuda lainnnya. Lalu aku bertanya kepada Amir, "Apakah beliau lupa akan menerima kita pada malam ini?" "Ah, tidak!", jawab Amir, "Itu sudah kebiasaan baginya, kecuali kalau ada pembicaraan yang tidak boleh diketahui orang lain. Ia selalu dikerumuni oleh yang muda-muda. Pemuda gemar sekali menanyakan ini dan itu kepada beliau dan tidak ada pertanyaan yang tidak terjawab. hal. 112. Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi - Untuk Negeriku, sebuah otobiografi Mohammad Hatta - Buku 1. Lalu Amir menyela uraian itu dengan pertanyaan:"Bagaimana menyesuaikan kapitalisme dengan islam sebab sosialisme yang didirikan Karl Marx bersifat materialisme, anti-Tuhan?" Haji Agus Salim menjawab,"Nabi Muhammad SAW yang diutus oleh Tuhan mengembangkan Islam di atas dunia ini sudah 12 abad lebih dahulu dari Marx mengajarkan sosialisme. Perkataan sosialisme baru di dalam abad ke-19. Sosialisme Marx anti-Tuhan. Tetapi, tujuan yang hendak dicapai masyarakat yang berdasarkan sama rasa sama rata yang bebas dari kemiskinan , sudah lebih dahulu dibentangkan di dalam Islam, agama Allah yang disampaikan Nabi Muhammad kepada umat manusia. Sayangnya, ulama-ulama kita hanya mengutamakan segi ibadat dan fikih, dan melupakan segi kemasyarakatan itu daripada Islam. Mengerjakan segi kemasyarakatan itu ialah juga perintah Allah dalam Al Quran. Dari ulama-ulama kita didikan langgar yang pengetahuannya berat sebelah, tidak dapat diharapkan bahwa mereka akan sanggup menelaah segi kemasyarakatan itu dalam Islam. Inilah kewajiban bagi kaum intelektual Islam yang mempelajari ilmu-ilmu sosial. Tjokroaminoto sudah mulai memperingatkan kepada umat Islam segi sosialisme dalam Islam. Aku akan membantu dia dengan sekuat-kuat tenagaku." hal. 116. Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi - Untuk Negeriku, sebuah otobiografi Mohammad Hatta - Buku 1. Dek karano masih ado nan tuo-tuo di palanta RN ko, tantu ado tabasuik kainginan batanyo kapado Inyiak Sunguik, Inyiak Sjamsir Alam, Inyiak Malako, pak Mochtar Naim, pak Saaf, Inyiak Buyuang sarato angku-angku nan kami tuokan, baanyo satantang hubungan Soekarno dengan H Agus Salim ko. Sabab salamo Inyiak kito nan barasa dari nagari Koto Gadang ko wakatu baliau masih hiduik ambo mambaco bahasonyo baliau sangaik dihormati oleh kawan maupun lawan. Asumsi ambo, periperi indak akan timbul & tentara pusek indak akan balanteh angan ka Sumatera Tengah kalau baliau masih ado wakatu itu. Dari sekian banyak tokoh urang minang nan ado wakatu itu, Soekarno agak sagan ka baliau. Mohon pencerahan labiah lanjut. wasalam AZ / lk / 33th Padang COLLECTIE_TROPENMUSEUM_President_Soekarno_tijdens_een_wandeling_met_Hadji_Agus_Salim_TMnr_10018810.jpg Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto (lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 6 Agustus 1882 – meninggal di Yogyakarta, 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun) adalah seorang pemimpin organisasiSarekat Islam (SI) di Indonesia.Sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional, ia mempunyai tiga murid yang selanjutnya memberikan warna bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Musso yang sosialis/komunis, Soekarnoyang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
