MESTIKA ZED, SEJARAHWAN SAYA kira AURI termasuk angkatan yang kurang ditonjolkan pada perjuangan. Tetapi sebenarnya mereka memiliki peran sentral sekali dalam zaman revolusi kemerdekaan, terutama melalui jaringan hubungan angkatan udara.
Jadi, sebelum Agresi Belanda II, sebelum Jogyakarta diduduki Belanda, ada skenario besar, bahwa pertempuran dan gerilya masa depan harus terjadi di Sumatera. Alasannya, hampir semua daerah di Pulau Jawa diduduki Belanda, kecuali Jogyakarta, Aceh, dan Bukittinggi. Selebihnya di bawah cengkraman Van Mook. Ketika Belanda mulai menguasai hampir seluruh Jawa, maka diputuskanlah untuk mulai mengirim pemimpin sipil dan militer ke Sumatera dan membangun pemerintahan sementara memperkuat pemerintahan yang ada. Salah satu di dalam rombongan itu adalah AURI. AURI lah yang membangun lapangan-lapangan terbang dan persiapan pertahanan udara. Kemudian ditinggalkan karena tidak punya pesawat. Istilahnya, rumahnya ada, tapi isinya tidak ada. Maka, muncul ide. Pertama, bagaimana ada pesawat terbang yang bisa dioperasikan, paling tidak bukan untuk pertempuran, tapi lalu lintas sipil membawa pejabat dari pusat ke daerah. Idenya dari Wakil Presiden Muhammad Hatta untuk mengumpulkan sumbangan dari bermacam pihak masyarakat. Yang paling utama adalah kaum ibu dan amaiamai, yang memberikan gelang. Kenapa kaum ibu? Karena kaum ibu memiliki investasi emas, kekayaan lain tidak ada lagi. Harta kekayaan terakhir kaum ibu yang punya. Maka, dapatlah berkilo-kilo emas, kalau tidak salah ada 14 kilogram. Terletak di dalam kotak bikuit (belek). Beli pesawat di Songkhla, Muangthai, pesawatnya dari Inggris. Itu pesawat pertama yang dibeli oleh republik, baru kemudian diusahakan lagi oleh kelompok pejuang Aceh. Fakta sejarahnya memang duluan Sumatera atas inisiatif lokal. Pesawat ini tidak pernah dijalankan, tapi peranan AURI lainnya yaitu melalui pesawat radio melalui jaringan komunikasi hutan di Jawa Tengah, PDRI Bidar Alam, PDRI Koto Tinggi, Aceh, meloncat ke India. Ada sistem komunikasi teratur dijalani pesawat radio. Itu hampir sepenuhnya keahlian angkatan udara dan dedikasi perjuangan angkatan udara yang mengoperasikan. Saya kira, jasa mereka jauh lebih besar dari yang dikenal orang, tapi terlindung begitu saja. Pesawat radio itu sudah ada sejak sebelumnya, dari radio Bukittinggi. Banyak sekali suka duka pesawat radio ini. Kalau pergi ke Koto Tinggi, ada namanya Jembatan Aia Mato Yakuik. Yakuik ini adalah pilot. Ia meninggal dalam keadaan kurang gizi di rumah gubuknya. Ceritanya, mundurlah dari negeri Bukittinggi karena Belanda akan masuk. Pesawat radio dipikul enam sampai tujuh orang dan terjatuh. Ia menangis. Kalau tidak ada komunikasi, habislah kita. Negeri yang begitu luas, hubungan yang tidak begitu bebas, tentu pesawat radiolah satu-satunya. Di udara, pesawat radio berseliweran dengan counter code. Kode-kode itu bertukar, sebab Belanda terus memantau pesawat radio tersebut. Siapa yang mampu melakukan itu? Tidak ada yang mampu kecuali Angkatan Udara. Mereka kaum profesional. (h/adk) e-paper Harian Haluan SABTU, 9 APRIL 2011 Wassalam Nofend/34+/M-CKRG => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!! Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi Sumatera Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
