Sanak Rina sarato adi dunsanak kasadonyo,

Menurut hemat ambo,kalau kita memang menginginkan Sayur2an Sumbar tetap Berjaya 
di Batam,minimal urang2 Minang yang di Batam sendiri sebaiknya tetap 
mengkonsumsi sayur2an dari Sumbar itu,selama masih layak konsumsi 
tentunya,terlepas tampilan dan packing yang kurang rapi.Tentunya komunitas 
Urang Minang dan Rumah Makan Padang di Batam,menurut ambo cukup banyak untuk 
tetap menjadi konsumen setia bagi sayur2an yang dari Sumbar.
Hanya dengan cara mencintai dan memakai produk2 dalam negeri sendirilah kita 
akan bisa mempertahankan eksistensi kita dalam era perdagangan bebas ini.

Sayangnya Ambo tidak melihat dalam berita yang dimuat Haluan ini adanya 
statement Pak Wagub Muslim kasim yang mengajak masyarakat kita agar tetap 
mencintai dan memprioritaskan memakai produk dalam negeri/produk lokal.

Kesimpulan:

Himbauan dan ajakan luas dari seorang pemimpin itu sangat diperlukan,agar 
rakyat mencintai produk dalam negeri,seperti produk sayur2an Sumbar.Kalau bukan 
kita sendiri, siapa lagi yang akan memakai produk dalam negeri?
 
Wasalam,
Kurnia Chalik
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of rinapermadi
Sent: Monday, April 11, 2011 1:48 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] Kutipan Hari Ini

Mak Ngah jo dunsanak,

Kato pedagang di Tos 3000 tampek pasa pagi gudang sayua, sayua Sumbar hanyo
sampai tahun 80-an jayanyo. Sasudah tu kalah jo sayua dan buah dari Medan.
Yang dari Medan continuitas pengiriman dan kwalitas sarato harago lebih
bagus dari yang di Sumbar. Padohal ampia sadonyo panggaleh sayua di Tos 3000
tu daulu adolah si Urang Awak. Kini alah bacampua, sayua jo buah import
jauah labiah bagus dan harago bersaing. Contoh sajo bungo kol jo brokoli,
kalo yang import ko gadang2 jo segar, kalo nan lokal layuah2 maitam-itam.
Baa ka bersaing. Tapi kalo dimanage marketingnyo dg penggalakan membeli
produk lokal dek pemerintah tambah lo manutuik kran import, tantu bisa lo
produk kampuang awak bersaing baliak di Batam ko takah dahulu.

Wassalam
Rina 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of sjamsir_sjarif
Sent: Monday, April 11, 2011 6:52 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kutipan Hari Ini

Yah, bagaimana ya? 
Sayurpun kalah, jadi sarok pasa?

Kita baca pula di Haluan:


Sayur Sumbar Kalah Bersaing di Batam 
Senin, 11 April 2011 02:14

PADANG, HALUAN - Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengakui sayur asal
Sumbar di Batam kalah saing dengan sayur impor. Mulai dari segi harga yang
lebih mahal, kemasannya tidak rapi sehingga gampang rusak serta keluhan
lainnya.

"Kami langsung melihat ke pasar-pasar di Batam, seperti apa permintaan
sayur-sayuran asal Sumbar itu. Sebab menurut infor-masi yang kami terima,
sayur kita kalah saing dengan sayur impor. Dan ternyata memang demikian,"
kata Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim yang dihubungi, setelah mengunjungi
pasar sayur di Batam, Sabtu (9/4).

... dst..
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=348
7:sayur-sumbar-kalah-bersaing-di-batam&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

--MakNgah


--- In [email protected], "Darwin Bahar" <dbahar@...> wrote:
>
> "Sangat ironis kalau barang-barang yang terdesak di pasar domestik kita
> sendiri adalah hasil produksi dari kegiatan atau industri yang sejatinya
> kita punya potensi keunggulan komparatif, seperti mebel kayu dan rotan,
> hasil perikanan, pertanian dan hortikultura, hutan, industri makanan dan
> minuman, serta beberapa jenis tekstil dan pakaian jadi."
> 
> "Bagaimana mungkin produk-produk kita tersebut bisa bersaing kalau
> praktik-praktik ekonomi biaya tinggi masih menghantui dunia usaha kita.
> Bagaimana mungkin produk dari Sumatera Barat, misalnya, bisa bersaing di
> Jakarta dengan produk serupa dari luar negeri kalau ongkos angkut dari
> Padang ke Jakarta mencapai 600 dollar AS per kontainer, sedangkan dari
> Singapura ke Jakarta hanya 185 dollar AS per kontainer."
> 
> Faisal Basri,  "ASEAN-China FTA: Pemerintah Abai", Kompas, Senin, 11 April
> 2011
>
(http://cetak.kompas.com/read/2011/04/11/03235537/asean-china.fta.pemerintah
> .abai)
> 
> Wassalam, HDB-SBK


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke