Oh Mantun... disangko kok nan 12 tu tahun NRPno. 
Iyo, Rantau kami di baliak bumi; 
lah tabaliak idong, 
kaki kateh kapalo ka bawah :)
Hah hah hah hah ...
NS :)

--- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarnaim@...> wrote:
>
> 
> Pak Hambociek,
>  
> Indak. Indak kaliru doh. Di nagari kami kini lah tgl 12 bulan 04 tahun 11. 
> Di nagari Apak kan salalu katinggalan sahari. Dan bahkan suko manulihkannyo 
> tabaliak-baliak. Kini di sinan kan masih tgl 110411.
>  
> Mari kito bagalak tabahak-bahak basamo-samo.
>  
> MNaim
> 120411
> 
> --- On Mon, 4/11/11, sjamsir_sjarif <hambociek@...> wrote:
> 
> 
> From: sjamsir_sjarif <hambociek@...>
> Subject: Re: [R@ntau-Net] HIDUP INI TIDAK LIAR. MN: Papier Mache dan Ledakan 
> Penduduk
> To: [email protected]
> Date: Monday, April 11, 2011, 5:46 PM
> 
> 
> Apakah NRP atau NIP Pak NM di bawah nama keliru typo Pak MN?
> 
> Tatulih:
> > MN
> > 120411
> 
> Mungkin mukasuiknyo:
> > MN
> > 110411
> ndak? ... 
> 
> Salam,
> -- NS :)
> 
> 
> --- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarnaim@> wrote:
> >
> > Sdr YB dkk,
> > Assww,
> >  
> >      Hidup ini tidak liar. Tidak bagai binatang di rimba. Hidup ini ada 
> > sivilisasinya. Ada tatanan. Ada norma2 adat dan agamanya. Untuk kita hidup 
> > di zaman sekarang ini semua ini sudah tersedia dan baku. Tinggal kita 
> > melaksanakannya. Mau atau tidak. 
> >      Bahwa ada kecenderungan yang muda2 ndak mau patuh pada norma2 yang 
> > telah ada itu, tentu kita lihat dulu, apa ini penyebabnya. Apa bukan karena 
> > kelalaian dari para orang tua untuk mendidik anak2 mrk hidup berdisiplin, 
> > teratur dan bersasaran. Apa karena bukan hanya ayah tapi juga ibu juga 
> > turut kasak-kusuk cari tambahan rezeki sehingga seharian suntuk 
> > meninggalkan anak2 di rumah dengan hidup separoh liar, sehingga akhirnya 
> > mereka dikendalikan oleh budaya2 remote control melalui televisi, games, 
> > internet, dsb. 
> >      Ndak bisakah kita hidup berhemat dengan tidak menyuruh isteri kerja di 
> > luar rumah seharian suntuk, tapi memastikan yang anak terpelihara baik oleh 
> > ibu sampai anak2 sudah bisa mengelolakan diri sendiri. Atau menciptakan 
> > sistem sekolah yang anak2 belajar dan bermain di sekolah sampai sore, 
> > seperti di negara2 maju itu. Dan menjadikan sekolah bukan sebagai industri 
> > sumber pencetakan uang. Tidak bisakah kita meniru sekolah2 di sementara 
> > negara2 Islam yang sekolah itu gratis dari TK ke PT. Itu kan hanya masalah 
> > manajemen uang keluar-masuk secara makro bernegara. Dst, Dst.
> >  
> > Wass,
> >  
> > MN
> > 120411


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke