Assalamu'alaikum Ww

Mmd , di sawah ambo soal ulek bulu ko lah masuak concern sebagai salah satu
threat dalam Disaster Recovery , dalam konteks Endemi/Pandemi Illness.
Tetapi dari Dinas Kesehatan DKI alun mambarikan release lai tentang hal tsb.
mudah-mudahan indak mangganggu ka aktifitas sehari-hari.

Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak
Pada 13 April 2011 15:49, <[email protected]> menulis:

>
> Rabu, 13/04/2011 15:36 WIB
>
> Ulat Bulu Mewabah karena Iklim Hingga Abu Vulkanik
>
> Nograhany Widhi K : detikNews
>
> detikcom - Jakarta, Ulat bulu yang mewabah di beberapa titik Pulau Jawa
> dan Bali terjadi karena faktor pembatasnya terganggu. Terganggunya faktor
> pembatas itu mulai dari pengaruh iklim sampai abu vulkanik.
>
> "Jadi beberapa ulat mempunyai eksponensial growth yang berlipat ganda, dari
> 1 jadi 150, dari 150 jadi 150 lagi. Ini selalu terjadi di alam, ada faktor
> pembatasnya, seperti kekurangan makanan, iklim. Kalau faktor pembatas
> terganggu bisa cepat munculnya. Ada yang beberapa tahun bisa muncul, ada
> yang 6 tahun, ada yang 100 tahun," ujar pakar serangga (entomolog) dari
> Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Suputa.
>
> Hal itu disampaikan Suputa ketika berbincang dengan detikcom, Rabu
> (13/4/2011).
>
> Faktor pembatas itu berkurang lantaran berkurangnya juga musuh alami karena
> pemakaian pestisida berlebihan. Penyemprotan pestisida berpotensi membunuh
> musuh-musuh alaminya seperti semut rangrang, braconidae dan chalcididae
> (sejenis tawon/lebah) serta tachinidae (lalat). Dengan pestisida kimia maka
> ulat juga menjadi lebih resisten.
>
> "Dengan pestisida kimia, parasitoid yang makan ulat mati, dan ulatnya lebih
> tahan daripada musuhnya," ujarnya.
>
> Kemudian penangkapan burung-burung berkicau yang memakan ngengat juga
> menjadi faktor meningkatnya ulat bulu. "Jadi ulat bulu yang mewabah selama
> ini menjadi ngengat, bukan kupu-kupu," jelasnya.
>
> Sedangkan pengaruh iklim, sepanjang tahun 2010 musim hujannya panjang. Daun
> yang menjadi makanan ulat tersedia terus menerus dan berlimpah. Selain itu
> ditemukan pula, bahwa ulat itu semakin cepat siklus hidupnya.
>
> "Dari penelitian dari larva ke pupa yang seharusnya 9 hari, beberapa ada
> yang 4 hari, percepatan siklus hidup," jelasnya.
>
> Sementara Dr Ir Toto Himawan SU dari Tim Hama Penyakit Tanaman (HPT)
> Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang meneliti wabah ulat bulu di
> Probolinggo mengatakan, kasus di Probolinggo dipengaruhi juga abu vulkanik
> dari Gunung Bromo.
>
> "Satu hal yang berbeda di Probolinggo selain hujan, ada kiriman abu Gunung
> Bromo. Nah, kemungkinan abu ini sangat menggangu terutama untuk parasit
> telur (ulat)," jelas Toto.
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>


-- 
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau  .

Sayangi Danau Maninjau -

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke