Saudara-saudaraku yang terhormat,

Sebaiknya hal tersebut jangan dibahas lagi, masih banyak topik yang perlu dan 
bermanfaat untuk dikedepankan. Karena apa ?, karena masalah tersebut bukanlah 
hal yang sederhana, banyak sekali indikatornya. Sebagai contoh. Pada tahun 2003 
?, kami di Bandung mengadakan mubes Masyarakat Minang se Jabar Barat yang 
dihadiri oleh seluruh Ketua Perhimpunan. Saya selaku Ketua Matur Saiyo turut 
hadir ketika itu. Salah satu pembicaraan dan masalah yang serius ketika itu 
adalah mengenai AGAMA tersebut. Saya terakhir kali pulang ketika masih duduk di 
SD (1958), jadi sama sekali tidak memahami kondisi Kampuang. Dan berniatlah 
saya 
untuk pulang dan mencoba belajar mengenai kampung kembali. Dari tahun 2004 - 
2008 sengaja pekerjaan kantor saya alihkan ke SUMBAR, dan saya bisa pulang 2-4 
kali setahun. Saya datangi hampir semua Nagari karena saya orang lapangan, dan 
leluasa bekerja di kampung-kampung. Apa yang saya lihat ?

1. Ketika Sembahyang Jumat, hampir semua mesjid besar di Kota-kota besar tidak 
penuh kadang-kadang hanya separuh atau dua pertiganya, dan umumnya orang-orang 
tua. Ceramahnya, beberapa kali mempersoalkan generasi muda yang pindah agama.

2. Sembahyang subuh di mesjid, umumnya beberapa orang saja dan saya yang sudah 
berumur lebih 54 tahun ketika itu masih termasuk muda karena yang datang di 
atas 
75 tahun lengkap dengan tongkatnya.

3. Di daerah kelahiran saya di Bukittinggi, ketika magrib kendaraan masih 
lalu-lalang dan orang keluar seperti jam-jam biasa-biasanya. Semakin larut 
malam 
hingga pagi di sepanjang jalan utama hingga jam Gadang, panoramanya diisi 
oleh tempat berkumpulnya anak-anak muda dengan lagu diskonya berasal dari dalam 
mobil yang diparkir di pinggir jalan.

4. Memang ada bangunan gereja baru pada daerah tertentu, dan banyak generasi 
muda menjadi Kristiani. Menurut saya penyebab utamanya adalah EKONOMI. Setelah 
otonomi daerah bergulir tidak dapat dipungkiri bahwa kita termasuk Propinsi 
termiskin bersama-sama Prov. NTT dan Lampung. Artinya apa ?. Kita memang bukan 
wilayah yang kaya seperti Riau.

Dari uraian ringkas tersebut di atas, informasi tersebut hanya bagian kecil 
dari 
Ranah Minang yang kita banggakan. Beberapa kali saya pernah mengemukakan, bahwa 
wilayah yang maju dan berhasil dalam menyongsong otonomi daerah, Dia harus 
menjadi GERBONG. Menurut hemat saya, SUMBAR tidak punya apa-apa, tapi dia bisa 
menjadi gerbong karena memiliki ORANG RANTAU YANG CERDAS dan TELUK BAYURNYA. 
Hanya itu ". 


Beberapa kali hal tersebut saya bicarakan dengan Pemda, tapi tidak ada 
komentarnya. Tapi yang pasti, peristiwa-peristiwa yang terjadi tersebut hanya 
pada daerah atau wilayah-wilayah tertentu. saja Artinya, tidak boleh menyama 
ratakan saja. Tentunya saya tidak akan menyebutkan, sillahkan 
Bapak merenungkannya dan saya yakin sudah mengetahuinya. Saya kesulitan 
mendiskusikan masalah tersebut di kampung saya, karena hampir mendekati 100 %  
masyarakatnya merantau, kalupun ada yang tinggal itu juga dari Nagari lain 
bukan 
asli MATUR.

Nah itulah sedikit yang bisa saya sampaikan, bukan masalah yang mudah uintuk 
didiskusikan. Ok mendiskusikanya saya yakin Bapak-Bapak luar biasa mampu 
melakukannya. Namun untuk mengatasinya tidak akan bisa, butuh waktu dan biaya 
yang laur biasa besarnya. 


Wassalam dan terima kasih,

Herman Moechtar

  




________________________________
From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
To: "[email protected]." <[email protected].>; "Naim, 
Mochtar" 
<[email protected]>; "Zulkarnain, Armen" <[email protected]>
Cc: "SUMBAR, LKAAM" <[email protected]>; "Abidin Za Jabbar, Masoed" 
<[email protected]>
Sent: Wed, April 20, 2011 3:24:13 PM
Subject: [R@ntau-Net] Alah bara urang Minang nan murtad dan kadipangaan mereka ?

Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
Dari wacana di RN kudian ko muncul masalah nan penting dlm rangka ABS SBK, 
yaitu 
murtadnyo sabagian urang Minang. 

Adiak Buya Hamka murtad dan jadi pendeta. Th 1968 di Padang aktif bung Rusli 
Nurfea, urang Lintau, pendeta Yayasan Maleachi di Banduang, Di Jakarta kini 
kabanyo ado 'gereja Minang' nan jamaahnyo urang awak.
Baa mako bisa murtad ? Apo sababnyo ? Dek pitih atau dek kayakinan atau dipaso 
atau dikicuah atau  dek dikawini ? Apo indak diparatikan dek ayah atau niniak 
mamaknyo ? Di nagari ma nan alah mulai banyak nan murtad tu ? Apo ado dari 
dunsanak warga RN  nan murtad, dan bapangaan mereka tu?  Ciek lai: laikoh LKAAM 
dan MUI Sumbar mangkaji masalah ko sacaro komprehensif, terencana, dan 
berkelanjutan, dan mangambangkan 'grand strategy' utk manunggulanginyo ?
Ambo sabana-bana ingin tahu apo jawabannyo. 
Utk mamulai, ambo tunggu pandapek pak Mochtar Naim jo bung Armen. Sudah tu dari 
Dt Rajo Pangulu Ketua Umum LKAAM Sumbar, digongi dek Buya Mas'oed.
Talabiah dahulu ambo ucapkan  tarimo kasih sagadang-gadangnyo.
Talabiah takurang ambo minta maaf.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke