Kenapa Tidak Rohana Kuddus

OLEH UNDRI
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang

MEMIKIR ulang, rethinking tentang kenapa perjuangan Raden Ajeng Kartini 
dijadikan sebagai embrio atau peletak dasar emansipasi wanita Indonesia memang 
sudah selayaknya dilakukan.

Walaupun sudah dianggap umum dan tak bisa terbantahkan sampai sekarang ini 
terhadap hal tersebut. Bila kita sandingkan dengan perjuangan Kartini misalnya, 
tak kalah rasanya dengan perjuangan yang dilakukan oleh Rohana Kuddus dalam 
memperjuangkan nasib kaum dan bangsanya dalam belenggu ketertindasan, 
ketertinggalan dan keterbelakangan.
Wanita perkasa dari Koto Gadang Sumatera Barat ini telah berjuang dalam bidang 
pendidikan-mengangkat harkat martabat khususnya kaum perempuan, pers dengan 
mendirikan surat kabar Sunting Melayu dan sebagainya. Nasib Rohana Kuddus saja 
yang tidak begitu seberuntung Kartini sebetulnya.

Rohana Kuddus lahir tanggal 20 Desember 1884 di Koto Gadang Sumatera Barat. 
Sedangkan Kuddus diembeli dibelakang namanya, ketika ia dipersunting Abdul 
Kuddus gelar Pamuncak Sutan tahun 1908. Dibandingkan dengan Kartini lebih tua 
umurnya. 
Tidak seperti Kartini, anak bupati, pendidikannya lebih tinggi dan pergaulannya 
luas dengan orang-orang Belanda.

Namun Rohana Kuddus tak pernah mendapat pendidikan formal, ia anak desa yang 
biasa waktu kecilnya dan ayahnya seorang jaksa  bernama Muhammad Rasyad gelar 
Maraja Sutan. Ayahnya banyak sekali mengalami perpindahan tempat bekerja. 
Setelah empat tahun di Talu, kemudian pindah ke Rao menjadi jaksa. Kemudian 
pindah lagi ke Talu dalam jabatan yang sama.

Pindah lagi menjadi ajun jaksa hoofd ke Padang Panjang, kemudian ke Padang, 
kemudian pindah ke Medan dan meninggal di kota ini. Adapun Rohana tidak lagi 
mengikuti ayahnya ketempat-tempat perpindahan ayahnya, tetapi dari Simpang 
Tonang Talu, ia pindah ke kampung halamannya Kota Gadang.

Di kampung ini Rohana mengumpulkan anak-anak membuka taman pendidikan dan 
pengajaran di rumahnya sendiri. Mulai dari pelajaran tulis baca, pelajaran 
agama dan jahit menjahit. Sehabis pelajaran, setiap malam dibacakannya surat 
kabar di depan muridmuridnya. 
Demikianlah bertahun-tahun lamanya Rohana asyik dengan perjuangannya yang mulia 
ini.

Menurut Tamar Djaja (1987), Rohana juga mendirikan sebuah perkumpulan dan 
diberi nama Keradjinan Amai Setia (KAS) tanggal 11 Februari 1911. Adapun tujuan 
perkumpulan ini adalah memajukan wanita Koto Gadang dalam berbagai aspek 
kehidupan, dalam rangka mencapai kemuliaan seluruh bangsa.

Tidak berhenti disitu saja aktivitasnya, Rohana juga mendirikan sekolah. Hal 
ini akibat dari semakin banyaknya anak-anak yang belajar. Rohana menjadi guru 
pada sekolah tersebut. Kemudian ditambah dengan guru lainnya, yakni Zaiza dan 
Lela. Sekolah itu bernama Keradjinan Amai Setia, sama dengan nama 
perkumpulannya. Rumah sekolah itu, didirikan di atas tanah Rohana sendiri.
Sampai sekarang, rumah sekolah itu masih ada dan dapat disaksikan. Di sekolah 
inilah dibentuk jiwa kewanitaan Koto Gadang serta kepandaian puteri yang 
menyebabkan nama Koto Gadang kemudian menjadi termashur, sebagai satu-satunya 
kampung intelektuil di seluruh Indonesia.

Kalau di Jawa ada Kartini School, maka di Sumatera ada Rohana School. Kartini 
School didirikan orang setelah Kartini meninggal dnia, sedangkan Rohana School 
berdiri sewaktu Rohana masih hidup. Sekolah Rohana School sendiri ia dirikan di 
Kota Bukittinggi setelah pindah tahun 1916 dari Koto Gadang. Sekolah yang baru 
itu amat sederhana, tapi cukup mendapat murid dari berbagai kampung. Tidak saja 
dari sekitar kota murid berdatangan, tetapi dari negeri-negeri di luar kota pun 
banyak yang pula mendaftar. Disamping mengajar ia pun memimpin Surat Kabar 
Sunting Melayu. Inilah surat kabar pertama di seluruh Indonesia untuk kaum 
wanita. Dianggap sebagai pelopor bersama Zubaidah Ratna Juita dalam 
kewartawanan wanita Sumatera yang mempelopori dunia kewartawanan wanita 
Indonesia.

Gugahan aktifitas ini dilakukan Rohana karena melihat nasib kaumnya yang masih 
jauh ketinggalan dibelakang kemajuan zaman. Ia ingin mengejar ketinggalan itu. 
Dengan alasan itulah ia kemudian mendirikan perkumpulan, mendirikan sekolah, 
dan mendiri surat kabar tersebut.

Rohana dalam segala macam pekerjaannya, tidak luput dari percobaan dan 
penderitaan. Selama memimpin Keradjinan Amai Setia dan mengajar gadisgadis di 
Koto Gadang tidak sedikit rintangan yang ia hadapi. Bahkan ia dituduh 
menghabiskan uang perkumpulan. Sampai ia diperkarakan ke muka landraad 
Bukittinggi. Beberapa kali ia menjalani sidang akhirnya Rohana diputuskan tidak 
bersalah.

Kenapa tidak eksistensi Rohana Kuddus dijadikan landasan emansipasi wanita 
Indonesia. Kenapa pemerintah meletakkan keberadaan Kartini sebagai landasan 
emansipasi wanita Indonesia. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa bila 
disandingkan dengan perjuangan Kartini, Rohana Kuddus tidak kalah besarnya 
berjuang demi emansipasi wanita.

Persoalan mengenai ini pun terjadi kontroversi. Sifat kontroversial hampir 
selalu ada dalam sejarah. Hal ini disebabkan oleh pertama, sejarah senantiasa 
berproses dan bukan sebagai suatu hal yang sudah selesai, sehingga ada 
kecenderungan munculnya fakta-fakta dan interpretasi-interpretasi yang berbeda 
tentang suatu peristiwa sejarah.

Begitu juga dengan penetapan embrio emansipasi wanita yang berfondasikan kepada 
eksistensi Kartini bukan yang lainnya. Ini terjadi akibat perbedaan pandangan 
tentang suatu peristiwa di kalangan sejarawan atau masyarakat yang dilandasi 
perbedaan perolehan sumber sampai dengan masalah interpretasi yang berbeda.

Kedua, historiografi yang bersifat Jawasentris yang ada selama ini khususnya 
masa Orde Baru. Sebuah corak penulisan sejarah yang “berkiblat” kepada Jawa. 
Jawa dianggap sentral dalam penulisan sejarah. Sehingga dengan hal tersebut 
telah memungkinkan Kartini sebagai seorang wanita yang lahir di Jawa 
dibesar-besarkan sedangkan diluar Jawa merasa terpinggirkan.

Ketiga, adanya kemungkinan terbentuknya satu konstruk pemikiran yang kuat dalam 
masyarakat tentang satu pemahaman sejarah, walaupun belum tentu pemahaman yang 
selama ini diyakini benar adanya. Pemahaman ini terbingkai oleh bibliografi 
yang beredar di masyarakat. Seperti dalam buku sejarah, penonjolan Kartini 
mendapat perioritas utama bila berbicara masalah emansipasi wanita. Itu juga 
tidak salah memang Kartini telah berjasa dalam hal ini namun wanita lain diluar 
Jawa pun terpinggirkan jua akhirnya.

Keempat, disebabkan oleh pengendalian sejarah tergantung pada “dapur” tempat 
sejarah itu diolah, siapa penguasa, lembaga mana dan sebagainya. Makin 
independen lembaga/pribadi dan netralnya otoritas penguasa maka akan 
menghasilkan sebuah gagasan yang baik pula.
Ditambah lagi bahwa historiografi nasional juga merupakan sebuah kegiatan yang 
menyederhanakan berbagai macam kisah masa lalu dan menghapuskan sejarah 
tandingan, narasi otonomi lokal dan menonjolkan sebuah metanarasi baru dari 
negara bangsa. Tidaklah salah ketika Kartini yang ada dalam buku-buku sejarah 
lebih ditonjolkan bila dibandingkan dengan wanita perkasa dari daerah lain.

Walaupun masih “terpinggirkan” selama ini, namun Rohana Kuddus memang wanita 
perkasa dari Sumatera Barat. Wanita yang menghembus nafas terakhir tanggal 17 
Agustus 1972 dalam usia 88 tahun ini dapat menjadi tauladan khususnya kaum 
wanita dalam hal semangat untuk bangkit dari belenggu ketertindasan, 
ketertinggalan dan keterbelakangan. Mudah-mudahan ini terinspirasi dan terwujud 
dalam mengisi pembangunan bangsa ini ke depannya. 􀂄

E-Paper Harian Haluan, KAMIS, 21 APRIL 2011

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat 
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, 
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi 
Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke