Sebuah Puisi Untuk Menyambut Hari Kartini 2011.

 (by: Ricky Avenzora)





"Kartini Dulu - Kartini Kini"



Dulu, engkau dilahirkan dari rahim suci para Ibu yang menjaga wudhu,....tapi
kini banyak mereka yang lahir dari rahim-rahim yang telah mengenal candu.

Dulu, Ibu mu tak sempat berpupur atau bergincu karena sawah dan tungku-kayu
selalu menunggu,....tapi kini Sang Ibu bahkan lupa bahwa beliau telah tak
pulang lebih dari seminggu.



Dulu, Ayah mu melamar Ibu dalam lirikan malu-malu,....tapi kini beliau sudah
tidak punya rambu wagu dan tabu.

Dulu, engkau dibesarkan dalam tertib yang membelenggu,....tapi kini engkau
menjadi bongsor bersama racun zaman yang ditulispun hanyalah di buku-buku
saku.



Dulu, engkau sangat lama menunggu terbukanya pintu-pintu sekolah untuk mu
yang bukan anak para raja atau ratu,....tapi kini ketika pintu-pintu itu
telah terbuka lebar-lebar untuk mu malah engkau hanya lebih suka menuju
pintu-pintu toko yang menjual dan parfum dan baju.

Dulu, kemuliaan mu telah disulangkan oleh tatanan agama dan budaya mu yang
luhur,....tapi kini kemuliaan mu engkau campakkan karena mabuk akan tuak
dari kata emansipasi yang salah engkau impikan dan perjuangkan.



Dulu, anak-anak yang engkau lahirkan dari sucinya rahim mu adalah
hamba-hamba ilahi yang ingin tumbuh dan besar untuk menegakkan Alif Lam Lam
Ha - Alif Kaf Ba Ra, dan mereka rela berkalang tanah untuk menjadi generasi
penerus bangsa,...tapi kini anak-anak yang lahir dari rahim mu lebih suka
memuja uang walaupun mereka sadar bahwa akibatnya bangsa menjadi remuk
digiling roda zaman.



Dulu, pena mu engkau guratkan agar anak-cucu bangsa mu bisa membaca dan kuat
menghadapi gilanya zaman,....tapi kini pena zamanlah yang mendikte polah dan
aib anak-cucu bangsamu.

Dulu, lirikan atau ekor mata mu saja telah menjadi bahasa yang bertuah dalam
mendidik anak-cucu mu,....tapi kini mereka bahkan tak mampu berbahasa Ibu.



Aku tidak tahu telah berapa kali engkau dibangkitkan oleh Yang Maha Kuasa
dari tidur panjang mu untuk menyaksikan semua itu,....tapi itulah kini
kurenah anak -cucu mu.





Wahai Kartini Dulu....Kartini Kini,...

Bangunlah.....dan bangunlah kembali......

Mintalah dan mintalah Tuhan mu untuk memberi mu anak-cucu yang sadar untuk
menjaga bangsa ini.

Perintahkanlah dan perintahkanlah anak-cucu mu untuk untuk lurus hati dalam
membangun negeri ini.

Cambuk dan cambuklah anak-cucu mu untuk tunduk pada perintah Ilahi.



Jakarta, 19 April 2011

Ricky Avenzora



KARTINI SEKARANG

(by: Hanifah)



Aku memang Kartini sekarang

Tak hanya seminggu aku tak pulang

Bahkan lebih dari itu

Banyak alasanku untuk itu

Aku jadi malu akan sentilanmu



Aku memang Kartini sekarang

Hidup penuh juang mencari uang

Berada di tengah-tengah pecundang

Sewaktu-waktu membuatku terjungkang



Aku memang Kartini sekarang

Wanita yang sedang bimbang

Entah bagaimana masa mendatang

Penerusku menghadang tantang



Ya Allah Penguasa Langit dan Bumi

Yang mampu alih generasi

Dengarkanlah doaku ini

Hadirkanlah putri-putri

Yang akan mengharumkan bangsa ini

Dengan hidayah-Mu semua bisa terjadi





Padang, 21 April 2011





Hanifah Damanhuri

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke