Nakan Akmal sarato Sanak Sa Palanta nan Ambo Hormati Alhamdulillah, terima kasih atas pencerahan soal kalimat Nakan Akmal: "sudah tidak pada saatnya mengusulkan pahlawan nasional hanya berdasarkan primordialisme, apalagi dalam jumlah banyak sekaligus".
BTW, setantang polemik mengenai tudingan plagiator terhadap Buya Hamka, kebetulan saya yang ketika itu saya masih murid sebuah SLTA di JL Percetakan Negara Jakarta, mengikutinya dari media. Saya masih ingat tuduhan itu pertama kali dilontarkan oleh Abdullah di rubrik LENTERA yang diasuh Pramudya di harian Bintang Timur yang berafiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI), antara tahun 2002 - 2003 (saya tidak ingat persis, yang pasti ketika itu saya belum lulus SLTA). Saya malah sempat membaca "Majdulin"-nya Manfaluthi yang diterjemahkan dengan sangat indah ke bahasa Indonesia oleh Ali Audah. Seperti kita ketahui, Ali Audah. juga menerjemahkan Biografi Nabi yang ditulis oleh Haikal. Dan tentu saja apa yang dikemukakan HB Jassin berikut alasan-alasannya, bahwa Buya Hamka tidak melakukan plagiarisme benar adanya. Dari rubrik LENTERA itu pula Pramudya meneror dengan ganasnya para seniman dan sastrawan yang berseberangan dengannya dan melakukan perlawanan intelektual terhadap kediktatoran Bung Karno -- terutama--para penanda tangan "Manifes Kebudayaan, yang distigmakan sebagai kelompok "Manikebu", seperti HB Jassin alm, GM, Bur Rasuanto, Taufiq Ismail (ketika itu masih menggunakan nama Taufiq AG Ismail, Arifin C Noor alm dan Soe Hok Djim (Arif Budiman). Seperti diketahui, sebagai akibatnya para sastrawan tersebut tidak boleh menerbitkan karya mereka di mana saja. Para PNS seperti HB Jassin dan Taufiq Ismail dipecat dari jabatannya. Dan seperti ditulis GM dalam Caping tanggal 9 Agustus 2010, di masa "demokrasi terpimpin", yang sudah membredel sejumlah surat kabar dan majalah dan memenjarakan sejumlah orang, misalnya Mochtar Lubis, larangan itu punya efek yang tak main-main Sejak saat itu penilaian saya terhadap pribadi Pramudya rendah sekali. Satu-satunya bukunya yang dpernah saya baca dulu adalah "Midah si Manis Bergigi Emas'. Hanya kemudian seperti kita ketahui, karena dizalimi oleh pemerintah ORBA banyak orang bersimpati, terutama yang tidak tahu kurenahnya dulu. Apalagi dia sering tampil seperti 'orang suci' Yang tahu, seperti Mochtar Lubis mengembalikan hadiah Magsaysay yang diterimanya sebelumnya, ketika Pram menerima hadiah yang sama dari the Ramon Magsaysay Award Foundation. Itu beberapa hal yang saya ingat dari salah satu aspek sejarah masa lalu yang saya ikut menyaksikan, yang masih menyisakan kekaguman saya sampai saat ini kepada sejumlah sastrawan kelompok "Manikebu"--termasuk GM tentu saja-- sebagai sastrawan, intelektual, humanis dan pejuang demokrasi yang konsisten dan berdedikasi tinggi. Wallahualam bissawab Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68-) . <http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/141751;_ylc=X3oDMTJzb2k3dHV rBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzE0MTc 1MQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMzAzMzg5NjI3> @ Mak Darwin, soal Hamka ... Re: [R@ntau-Net] Kepahlawanan Hamka Ter Posted by: "Akmal N. Basral" <mailto:[email protected]?Subject=%20Re%3A%20%40%20Mak%20Darwin%2C%20soal%20Ha mka%20%2E%2E%2E%20Re%3A%20%5BR%40ntau-Net%5D%20Kepahlawanan%20Hamka%20Ter> [email protected] Wed Apr 20, 2011 10:42 pm (PDT) Mak Darwin Bahar nan ambo muliakan, insya Allah saya paham bahwa Buya Hamka bukan hanya milik Minang, bukan hanya milik Indonesia, bahkan milik dunia Islam. 1/ Waktu saya kuliah di FISIP UI, salah seorang cucu Buya, Amalia, adalah senior saya. Lalu sekitar tahun 1988, kami satu jurusan (Sosiologi FISIP UI) "studi banding" ke Unand dan sekitarnya (biar agak mirip dengan DPR saketek lah yo mak). Dan setelah "studi banding" 1 hari, kami "raun-raun" selama beberapa hari di beberapa obyek wisata Minang (samo juo dengan anggota Dewan yo mak), salah satunya mangunjungi rumah Buya di pinggiran danau Maninjau. Lalu ketika ambo mulai tertarik sastra, dan mambaco saat tinggi-tingginyo tuduhan PAT (Pramoedya Ananta Toer) terhadap karya Buya Hamka, "Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck", ambo palajari karya nan dituduahkan itu, "Al Majdulin" karya sastrawan tuna netra Mesir, Mustafa Al-Manfaluthi. Ternyata, karya Manfaluthi ko juo tapangaruah karya sastrawan Prancis, Alphonse Karr yang judulnya "Sous les Tilleul", dalam baso awaknyo kiro-kiro "Di bawah Pohon (semacam) Limau". Pada carito Monsieur Karr ko, namo tokoh carito adalah Stephan dan Magdalene, yang dalam baso Arab-Mesir, manjadi "Majdulin (Magdalene)". Salah satu terjemahan dalam bahasa Indonesia thd novel ini memberikan judul: Magdalena: Di Bawah Pohon Tilia (yang ambo raso dilakukan untuak manjaga rima/rhyme kalimat antara "Magdalena" dan "Tilia" dari "Tilleul") Sangkek carito, manuruik HB Jassin, Buya Hamka indak malakuin plagiatisme nan dituduahkan PAT, meski karya "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk" dengan tokoh Zainuddin-Hayati memang memiliki kemiripan problematik dengan tokoh Stephan-Magdalene (dari Alphonse Karr yang tetap dipertahankan Manfaluthi). Salah satu perbedaannya, jelas pada setting sosial, kultural, dan geografis karya Buya Hamka sudah begitu, menurut istilah sekarang "lokal", dengan tokoh yang berbudaya Minang, dalam sebuah perjalanan kapal Belanda, yang akhirnya tenggelam di lepas pantai Brondong, Lamongan (kisah sebenarnya, kapal itu tenggelam pada 28 Oktober 1936). Jadi, keahlian Buya Hamka sebagai sastra yang membuat jalin berkelindan antara imajinasi kisah Zai-Hayati dalam setting historis, membuat ini layak disebut sebagai karya baru, meski tentu saja layaknya banyak karya sastra lain, selalu terpengaruh oleh karya-karya sebelumnya. Itu baru dari satu sisi Buya Hamka sebagai sastrawan, belum lagi dari sisi beliau sebagai seorang ulama. 2 ////////////// Salam, Akmal Nasery Basral Cibubur. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
