Sanak Al, ambo bangga dg kiprah sanak ko. Teruskan sanak, ambo tungggu kaba 
salanjuiknyo
Salam
Elthaf
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Syafruddin Ujang <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 24 Apr 2011 05:40:48 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Ke Italia dengan Pantun Minang

Laporan Perjalanan Syafruddin AL ke Italia (3)

*Ke Italia dengan Pantun Minang*



Hari ini tak banyak yang bisa saya ceritakan soal layangan karena sampai
laporan ini saya tulis pada pukul 18.30 WIB (12.30 Waktu Italia), angin pun
belum bertiup kencang di pantai Cervia. Lagi pula, dari pagi hingga siang
kemarin, gerimis pun menyirami kawasan wisata pantai ini.



Tapi, saya bersama Jhon Chaniago dan Huda Alhaddad dari Minangkabau Kite
Association begitu tersanjung ketika melalui media interntet, SMS, Black
Barry Messenger dan bahkan ada juga yang coba telepon langsung (tapi, maaf
tak diangkat karena roamingnya yang sangat mahal), banyak kawan-kawan dan
senior dari tanah air yang memberikan apresiasi atas kehadiran kami di
Cervia. Selain rekan-rekan dari Haluan Padang, Haluan Riau dan Haluan Kepri,
di komunitas RantauNet dan PKDP juga banyak mengucapkan selamat untuk
memberikan dorongan, terutama setelah membaca tulisan laporan saya di Harian
Haluan. Mereka-mereka itu antara lain ada Pak Rainal Rais, Bang Aslim
Nurhasan, sanak Suryadi dari Belanda, Pak Saafroeddin Bahar dan lain-lain.

Perjalanan saya bersama Tim Minangkabau Kite Association ke Cervia bukanlah
dilakukan secara mendadak, meskipun akhirnya memang terkesan tergesa-gesa
dan kurang persiapan. Ketika Januari lalu kami menerima undangan dari
panitia 31th Artevento International Kite Festival, saya lebih dulu mencari
tahu apa faedahnya undangan itu dihadiri, terutama bagi bangsa saya dan
daerah saya di Minangkabau.

Ini bukan persoalan bagaimana saya bisa pergi ke luar negeri, apalagi ke
Italia di mana pada tahun 2002 lalu saya juga pernah bertandang ke negara
ini membawa tim kesenian Aquistic Minang Traditional (AMT) Music Group. Awal
ceritanya tahun 2002 itu, kami diundang oleh Ajo Zubir Amin Dt. Rajo Jambi
(di RantauNet dikenal dengan Jo Buyuang) yang dewasa itu sedang menjadi
‘walinagari’ alias Konsul Jenderal di Marsaille, Perancis Selatan. Karena
Marsaille berdekatan dengan Italia, maka kami juga mengadakan kontak
hubungan dengan Konselor Bidang Sosial Budaya dan Penerangan KBRI Roma, Uda
Albusra Basnur (kini Konsul Jenderal di Houston, AS). Jadilah kami
mengadakan pertunjukan di empat tempat; Marasille, Genoa, Roma dan Vatikan.

Kemarin itu, sebelum memutuskan untuk berangkat, saya juga berkonsultasi
dengan beberapa teman di Jakarta. Namun selain ada yang mendukung, ada juga
yang melontarkan nada *cimeeh*, *“Manga angku ka Itali bana pai malapeh
layang-layang. Di tapi sawah ranggaek den se bisa mah*?” katanya. Tetapi,
ketika program ini saya kabarkan ke Uda Albusra Basnur, beliau langsung
mendorong saya. “Bung, berangkat saja. Jangan pedulikan cemooh-an orang.
Cari saja bantuan ke berbagai instansi pemerintah supaya bung bisa
berangkat.* Baok* layang-layang model Minangkabau tu,” pesan beliau melalui
kontak langsung ke HP saya sekitar Februari lalu.

Pesan Uda Albusra ini sungguh membakar semangat saya. Apalagi untuk tim ini,
kami tidak membutuhkan banyak orang seperti membawa tim kesenian yang
berpuluh-puluh orang. Tiga atau empat orang saja cukup dengan biaya yang
murah meriah. Cukup tiket PP dan uang belanja seadanya. Selama di Italia,
akomodasi dan konsumsi (kecuali makan siang) ditanggung oleh panitia
setempat.

Maka awal Februari kami mulai membuat proposal untuk mencari dana
keberangkatan yang untuk empat orang hanya berkisar Rp100 juta. Berapa?
Seratus juta? Wah, ini juga masih kemahalan. Walaupun akan meminta duit
negara melalui beberapa pejabat, kami masih beranggapan terlalu besar. Masih
ada rakyat miskin yang hidup melarat yang perlu dibantu oleh pemerintah.
Akhirnya kami mengajukan proposal untuk Rp60 juta saja untuk tiga orang.
Toh, kalau pesan tiket masih jauh hari, masih bisa murah. Jakarta langsung
Roma-Bologna, awal Februari itu masih bisa Rp12 juta/orang, atau naik Air
Asia Jakarta-Paris via Kuala Lumpur yang Cuma sekitar Rp8 juta dan kemudian
disambung dengan Kereta Api cepat Eurail atau bus antara negara Eurolines
selama 10 jam dengan hanya Rp2 juta PP.

Karena ada Uda Emirsyah Satar di Garuda, saya juga sempat mengajukan
permohonan untuk memberi kami tiket berdiskons khusus ke Amsterdam dan
selanjutnya kami naik bis ke Bologna. Yang pasti, tidak satu jalan ke Roma.

Proposal kami baru ‘manggituih’ ketika akhir Februari saya mengirim pesan
pendek alias SMS ke Dirjen Pemasaran, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata,
Bapak Sapta Nirwandar, dengan sebait pantun Minang. *“Sairiang Balam jo
Barabah, Balam Pulang Barabah Mandi, Sairiang Salam dengan Sambah, Mohon
Disetujui Proposal Kami*”

Saya tahu persis bahwa Pak Sapta ini sangat senang sekali dengan pantun.
Meski bukan urang awak, namun sebagai pejabat yang saat ini sangat concern
mempromosikan Ranah Minang lewat Tour de Singkaraknya, Pak Sapta selalu
berpantun setiap menyampaikan pidatonya di mana-mana di Sumatra Barat. Dan
sesekali saya juga harus memasok pantun untuk beliau melalui stafnya, uda
Raseno Arya.

Alhamdulillah, tak lama setelah pantun itu saya kirim, Pak Sapta yang sedang
di luar negeri pun menjawab. “Ok AL, saya bantu, uruslah visa dulu,” jawab
beliau. Kami pun bersorak gembira. Tiga tiket PP yang dibantu Pak Sapta
sungguh memperpanjang langkah kami untuk segera bergerak mempersiapkan diri.


Jhon Chaniago dan Huda Alhaddad pun mempersiapkan layang-lyang yang akan
dibawa. Kendati semula mereka berdua ngotot membawa layangan yang penuh
kreasi dan sedikit mahal, namun saya juga minta ada layangan berciri
Minangkabau untuk memperkenalkan daerah kita kepada dunia. Bahwa negara lain
bawa layanganan yang hebat-hebat boleh-boleh saja, tapi kita jangan lupa
bahwa kita harus berpikir lokal bertindak global. Dan, dua dari empat
layangan Minang yang kami bawa sudah kami terbangkan dua hari ini di langit
Italia, termasuk layangan "Anak Gembala" *

 -----------------------------------------

 Teks Foto: Layangan Anak Gembala yang juga sudah mengudara di Italia

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke