Persentase orang tua meningkat karena : 1. Apakah Sumbar mulai diminati untuk menikmati pensiun ?
2 Kesejahteraan dan kesehatan urang awak meningkat sehingga usia ikut bertambah 3. Orang muda "larek dirantau" sehingga prosentase orang tua yang tinggal dikampung jadi meningkat TR ---------------------------------i BAGIAN TERAKHIR DARI DUA TULISAN Mungkin pengecualian dari laju pertumbuhan kota Bukittinggi, relatif masih rendah (1,92 persen) diduga karena konsep perhitungan penduduk adalah de facto, dimana pencacahan dilakukan atas dasar tempat tinggal. Sehingga jumlah penduduk yang sudah padat di sekeliling kota Bukittinggi, tidak termasuk ke dalam pertumbuhan penduduk kota Bukittinggi. Oleh karenanya, dalam konteks ini, seharusnya pertumbuhan penduduk Bukittinggi mesti lebih tinggi dibandingkan dengan yang dilaporkan, sebaliknya laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Agam semestinya lebih rendah. Rendahnya laju pertumbuhan penduduk perkotaan di Sumatra Barat sangat tidak sebanding jika dilihat dengan yang terjadi pada kota-kota seperti Jambi dan Pekanbaru. Kenyataan ini jelas merupakan indikasi, ternyata daya tarik kota di Sumatra Barat untuk dijadikan tempat tinggal permanen masih belum terlihat secara meyakinkan. Bisa berupa kekhawatiran masyarakat untuk memasuki Padang, mengingat seringnya bencana alam, demikian juga tingginya dominasi Bukittinggi, yang menybabkan tidak mudah untuk masuk ke kota ini untuk berbagai kepentingan. Sekaligus kenyataan demikian adalah juga disebabkan relatif gagalnya kota-kota Sumatra Barat untuk menarik investasi baru. Apa yang dapat dipelajari dari angka pertumbuhan penduduk? Memang pertumbuhan penduduk Sumatra Barat masih lebih rendah dibandingkan dengan nasional, namun pada saat bersamaan, perbedaan pertumbuhan mesti dijadikan dasar pemerintah daerah untuk mengembangkan kebijakan kependudukan dan KB. Daerah yang relatif tinggi laju pertumbuhannya, bisa dijadikan sebagai daerah yang lebih intensif perlu dilakukan kebijakan kependudukan. Menjelaskan sex ratio Temuan: Ketimpangan baru pada usia sekolah, penduduk wanita perkotaan usia sekolah jenjang pendidikan menengah dan atas cenderung meningkat di kota-kota, sementara dan usia kerja cenderung menaik pada daerah baru; khususnya daerah yang mengalami pemekaran. Bagian ini fokus kepada melihat bagaimana keseimbangan antar jenis kelamin yang terjadi dari hasil sensus penduduk. Untuk melihat keseimbangan itu indikasi yang dapat dilihat dari perbandingan anatra jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan. Ada apa dengan perbedaan itu? Jelas banyak sekali yang dapat dipahami. Sex rasio agregat memperlihatkan perbandingan pria dan wanita. Namun ketika memahami fenomena ini dari sisi kelompok umur tertentu, maka akan berimplikasi kepada persoalan sosial selanjutnya. Diantaranya pekerjaan, perkawinan, dan berbagai konsekwensi layanan kependudukan yang ditimbulkannya. Manusia lahir memang tidak akan diketahui apa jenis kelaminnya, walaupun terjadi revolusi medis, namun berdasarkan layaknya kelahiran jumlah anak lelaki akan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan, pada kisaran antara 103 sampai 105. Pada suatu daerah dimana terjadi ketimpangan sex ratio di bawah 100, maka mengindikasikan dua hal. Pertama adalah semakin banyak pria meninggalkan daerah itu, atau semakin banyaknya wanita yang memasuki daerah itu. Migrasi laki laki pada umumnya tinggi dibandingkan dengan wanita sehingga akan berdampak kepada komposisi kesetaraan penduduk antar jenis kelamin. Susutnya sex ratio mejauhi 100 pada usia tua menunjukkan begitu angka harapan hidup laki-laki adalah lebih pendek dibandingkan dengan wanita. Sehingga dapat dibayangkan semakin tua komposisi penduduk semakin banyak ditemukan penduduk wanita dibandingkan dengan pria. Struktur jenis kelamin juga dapat memperlihatkan mana diantara tekanan kependudukan berdasarkan dampak yang diikutinya. Oleh karenanya dapat dilihat dari perkembangan piramida kependudukan. Dalam jangka panjang ketika laju kelahiran dapat semakin menurun persoalan kemudian adalah semakin banyaknya penduduk usia muda. Walaupun sudah terjadi penurunan angka kelahiran, dalam kurun 15 sampai 25 tahun, persoalan tidak lagi pada angka kelahiran, namun tingginya jumlah kelahiran yang potensial terjadi sebagai akibat banyaknya jumlah wanita usia produktif. Di Sumatra Barat beberapa bentuk sex ratio usia dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Pertama, sex ratio antara pria dan wanita pada usia 0-4, 5-9 dan 10-14 cendrung sama hampir pada semua kabupaten di Sumatra Barat. Kabupaten Sijunjung, Darmasraya, Pasaman Barat dan Mentawai dan kota Bukittinggi cenderung menaik jumlah anak usia 0-4 tahun dibandingkan dengan periode 5 tahun sebelumnya. Selain dari daerah ini perlu dilakukan pemahaman yang intensif kenapa terjadi demikian. Pola kedua, terjadi pada kelompok usia 15-19, dan 20-24 tahun. Pada umumnya penduduk daerah kota pada kelompok usia ini mengalami peningkatan yang cukup tajam, khususnya di kota Padang, Bukittinggi, Solok, kecuali pada kota Payakumbuh dan Sawahlunto yang sebaliknya dimana kekurangan jumlah penduduk usia SMU dan PT. Masuk akal pada kota utama Sumatra Barat mengalami kenaikan mengingat kecenderungan kota pendidikan dan perdagangan. Sementara pada daerah kabupaten, terjadi pengurangan jumlah penduduk pada kelompok usia sekolah atau usia kerja muda secara meyakinkan. Di Bukittinggi jumlah penduduk wanita usia sekolah relatif tinggi dibandingkan dengan pria, sebagai kosnekwensi dari banyaknya penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan yang banyak menarik mahasiswa wanita. Dampak lanjutan dari kondisi ini adalah bahwa tekanan ketenagakerjaan pada daerah perkotaan akan tinggi, disebabkan karena tenaga kerja terdidik. Pola ketiga, adalah perbandingan usia kerja produktif. Pada umumnya kabupaten baru mengalami jumlah penduduk pria yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Terjadi di Darmasraya, Sijunjung Pasaman Barat. Ini menunjukkan penawaran tenaga kerja relatif tinggi. Migrasi lelaki mencari kerja pada daerah baru ini merupakan kajian yang menarik, kenapa terjadi pola demikian? Kenapa tidak wanita yang bermigrasi?. Mungkin penjelasannnya sederhana, bahwa daerah baru membutuhkan tenaga kerja tambahan, akibat dari pengangkatan pegawai negeri di daerah, kemudian dilanjutkan dengan faktor ikutan bisnis yang berkembang, sebagai akibat membangun infrastruktur baru, gedung perkantoran, jalan, dan sarana infrastruktur sosial lainnya. Penduduk tua Temuan: Daerah dimana laju pertumbuhan rendah, sebaliknya memperlihatkan persoalan penduduk tua menaik. Selain dari itu komposisi sex ratio aging adalah semakin tinggi dengan semakin rendahnya pertumbuhan penduduk. Fenomena baru terkait dengan masuknya Sumatra Barat sebagai salah satu propinsi penduduk menua. Konsensus ahli kependudukan menghasilkan bahwa sekiranya suatu daerah dihuni lebih dari 5 persen penduduk tua, berusia 60 tahun ke atas. Daerah tersebut telah dapat dikategorikan sebagai daerah sasaran kebijakan penduduk tua. Kebijakan penduduk tua lebih diarahkan kepada optimalisasi penduduk tua dalam kaitannya dengan aktivitas sosial, serta persoalan ikutan yang ditimbulkan, seperti kesehatan, perawatan, dan jaminan sosial. Fenomena penduduk tua terjadi sebagai akibat dari berbagai hal. Pertama, adalah semakin panjangnya usia penduduk, sebagai akibat dari kemajuan ekonomi dan kesejahteraan. Kedua, adalah dapat juga berupa proses migrasi kembali. Dimana ada kecendrungan dari masyarakat Sumatra Barat untuk merantau pada usia muda, dan kemudian pada usia tua, kembali hidup di kampung halaman. Jumlah penduduk tua wanita jelas merupakan suatu kecendrungan umum, mengingat harapan hidup wanita cendrung lebih lama dibandingkan dengan lelaki. Bisa disebabkan karena resiko pekerjaan fisik yang dapat berakibat kepada usia harapan hidup. Jumlah penduduk usia tua lebih 400.000 di Sumatra Barat, dan lebih 3/5 merupakan wanita. Bahkan pada kelompok usia 65 tahun ke atas, jumlah penduduk wanita dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pria. Belum cukup informasi dari publikasi terbatas sensus penduduk, namun banyak yang meyakini bahwa ketika jumlah penduduk usia tua menaik, maka akan banyak konsekwensi ikutan yang dimunculkannya. Persoalannya adalah apakah saat sekarang tatanan sosial masyarakat masih dapat berjalan yang menyebabkan penduduk usia tua eksis dalam hidupnya?. Pemahaman yang lebih mendalam perlu dilacak dan dipelajari lebih mendalam lagi ada apa di balik fenomena penduduk tua. Implikasi yang dapat ditarik adalah bahwa analisis sex ratio tidak mudah menjelaskan. Pada umumnya bersumber dari migrasi pada usia tertentu, dan kemudian dapat berupa migrasi pendidikan, serta juga migrasi akibat pekerjaan. Daerah-daerah yang mengalami pertumbuhan kelompok usia ini yang relatif tinggi perlu segera meresponse melalui kebijakan yang dapat mengakomodasi perubahan komposisi kependudukan. Potensi Perempuan Temuan: Semakin meningkat usia, semakin banyak jumlah perempuan dibandingkan dengan pria. Jumlah wanita usia reproduksi adalah sebesar 1,2 juta orang, dan untuk daerah tertentu fokus menjadi lebih tinggi, karena memang ditemukan cukup banyak, diantaranya adalah Pesisir Selatan, Dharmasraya, Solok, Padang dan Bukittinggi. Sekiranya 1 kader melayani 500 orang, maka diperlukan 8.000 kader. Sensus penduduk sebenarnya dapat dilihat dari berbagai segi. Khusus untuk perempuan dapat dipahami dari dua sisi. Pertama adalah bagaimanakah potensi reproduksi wanita? Kedua, bagaimana keberadaan wanita dalam konteks perkembangannya produksinya?. Untuk sementara yang menarik dari data sensus penduduk asemakin berubah usia penduduk semakin banyak jumlah perempuan. Banyak spekulasi yang menjelaskan, pertama adalah semakin tinggi usia, semakin tinggi kemungkinan penduduk lelaki meninggalkan daerah asalnya, kemudian pindah untuk berbagai keperluan. Sementara pada usia 25-39 lebih tahun kembali normal, dimana terdapat keseimbangan jumlah penduduk menurut gender. Ketika usia 40 tahun lebih, maka kembali penduduk lelaki berkurang kembali. ecara spesifik, yang lebih menojol jumlah wanita pada kelompok usia muda ditemukan di kota Bukittinggi, sebagaimana dijelaskan tadi, Bukittinggi merupakan daerah tujuan pendidikan, yang banyak diminati wanita karena ketersediaan sekolah menengah dan tinggi, khususnya sekolah kesehatan. (*) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
