Monas PDRI:  Koto Tinggi dan Halaban Rebutan                    
                                                
                                
                
                                
                                
                
                                
                                
                                        




        
                
                        Ditulis oleh Teguh              
                  
        



        
                Senin, 02 May 2011 02:14        





Setelah dilaksanakan rangkaian
 seminar tentang Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dalam 
peringatan Satu Abad Syafruddin Prawiranegara di Jakarta, Banda Aceh, 
Bukittinggi, dan Pa­yakumbuh. Pada seminar yang digelar di Tan­jung 
Pati, Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, sejumlah peserta seminar 
mem­per­­tanyakan kepastian lokasi pendirian mo­nu­men nasional (Monas) 
PDRI. Pasalnya, hing­ga saat ini dua kubu saling klaim tentang 
ke­pan­tasan kampung mereka layak untuk lo­kasi Monas tersebut: Koto 
Tinggi atau Halaban
Perkembangan terakhir, Peme­rintah Kabupaten Limapuluh Kota sendiri 
mengusulkan dua lokasi untuk didirikan Monas itu, yaitu di Kototinggi 
Kecamatan Gunuang Omeh dan Lareh Sago Halaban kepada panitia pusat di 
Jakarta.




Melihat hal ini, tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Bri­gadir
 Jenderal TNI (Purn) Aditya­warman Thaha, dan H Safri Jalinus, tokoh 
masyarakat Padang Jopang dan Antoni, tokoh masyarakat Koto Tinggi 
meminta kepada panitia untuk segera menegaskan kepastian pendi­rian 
Monas tersebut.
Menurut Adityawarman, Koto Tinggi layak untuk  dijadikan lokasi 
tersebut, sebab, Koto Tinggi sebagai basis perjuangan utama PDRI.
“Bayangkan, sembilan orang pejuang Koto Tinggi gugur di Sungai Dodok 
ditembak tentara Belanda dalam menghadapi serangan saat menuju pusat 
PDRI di Koto Tinggi. Selain  itu, dua kali perjuangan besar dalam PDRI 
dan PRRI, diterima masyarakat tanpa penolakan. Ini adalah bukti, kalau 
Koto Tinggi, layak menjadi lokasi pendirian Monas tersebut,” kata 
Adityawarman kepada Haluan Minggu (1/5).
... dst ...lihat Halauan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke