Ondeh maaak, alah sampai pulo NII ka Minangkabau. Lai kabanyak pulo anak mudo 
nan mangatokan urang lain kapia (tamasuak urang gaeknyo surang), maninggaan 
kuliah, mamanciakan diri, dan mangicuah sarato mancilok pitih urang gaeknyo, 
dan manyetornyo ka NII.
Baa ko lai ha ? Kadipabiaan sajo ?

-------Original Email-------
Subject :[R@ntau-Net] Siswa di Sumbar Dibaiat NII
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Fri May 06 15:30:17 Asia/Bangkok 2011




Kamis, 05 Mei 2011

PENGAKUAN DAN PENYESALAN 


Winda

Waktu itu, Khairani (bukan nama sebenarnya—red) masih duduk di kelas 1, di 
salah satu SMK di Pesisir Selatan. Ilmu agamanya masih benar-benar awam, hanya 
saja semangat untuk memperbaiki diri dan mengenal Islam lebih jauh begitu besar.
Dia banyak berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa dari Unand, UNP, ataupun 
IAIN. Mahasiswa yang sering dia temui di acara-acara keislaman di sekolah 
ataupun di masjid-masjid. Sampai akhirnya dia dekat dengan mereka.
“Kakak-kakak itu begitu memberikan simpati dan empati kepada kami. Mereka 
mempelajari psikologis kami sehingga akhirnya mereka tahu kepribadian kami, 
termasuk permasalahan-permasalahan keluarga,” kenang Khairani.
Pembentukan pola pikir dilakukan perlahan-lahan. Jadi perekrutan tidak langsung 
dilakukan dengan cuci otak. 
Karena merupakan gerakan bawah tanah, perekrutan NII ini tidak terasa. Setelah 
mulai dekat kami baru dibaiat, ada taslim-taslimnya. “Saya dibaiat 2004 namun 
waktu itu saya masih belum tahu kalau ternyata dengan baiat itu saya sudah 
bergabung dengan NII.”
NII masuk melewati jalur-jalur resmi seperti organisasi-organisasi keislaman 
lainnya yang berada di sekolah ataupun perguruan tinggi. “Mereka tidak 
mengatasnamakan NII melainkan perkumpulan-perkumpulan saja dengan materi-materi 
pengajian,” tuturnya.
Khairani terus dikuatkan dengan paham kalau Indonesia saat ini merupakan negara 
yang bersistem thagut (setan—red). Hingga sampai pada titik dimana mereka 
mengatakan, negara Islam, satu-satunya solusi dari semua permasalahan yang ada 
di Indonesia. “Barangsiapa berhukum pada selain hukum Allah maka ia adalah 
kafir,” jelasnya.
Setelah kemudian melanjutkan pendidikan ke IAIN Imam Bonjol pada 2005, Khairani 
mulai merasa tidak nyaman. Dia tetap mengikuti materi-materi yang ada, namun 
dia mulai merasakan kalau ada konsep manhaj dakwah yang salah yang selama ini 
dimasukkan ke kepalanya. 
Awalnya meteri-materi pengajian adalah tentang akidah dan kemudian semua 
berujung pada pendirian negara Islam di Indonesia yang mereka anggap 
satu-satunya solusi. Paham itulah yang didoktrin terus-menerus.
“Karena saat kuliah saya juga banyak belajar agama dan membaca serta berdiskusi 
dengan teman-teman lain yang aktif di organisasi keislaman kampus, saya melihat 
kalau perkumpulan yang selama ini saya ikuti itu tidak memahami Alquran secara 
komprehensif, namun mengeluarkan ayat-ayat Alquran atau hadist ter tentu saja 
yang mendukung pesan pendirian negara Is lam di Indonesia,” tuturnya pada 
Singgalang, Rabu (4/5). 
Kecamuk di hatinya yang demikian hebat membuat Khairani meminta kejelasan pada 
perkumpulan yang selama ini diikutinya. Dia menanyakan, apa sebenarnya 
perkumpulan ini? Apa yang dituju? 
Pada 2008, setelah diberitahu kalau ternyata perkumpulan yang diikutinya selama 
ini adalah NII, Khairani menyatakan keluar. “Sejak itu, hubungan silaturahim 
dengan orang-orang di sana tak lagi baik,” katanya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
  • RE: [R@ntau-Net] ... Dr Saafroedin Bahar
    • Re: [R@ntau-... Sjamsir Alam
    • Re: [R@ntau-... Fauza Umra
      • Re: [R@n... Dr Saafroedin Bahar
        • Re: ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
          • ... Dr Saafroedin Bahar
            • ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
              • ... Dr Saafroedin Bahar
                • ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
                • ... Dr Saafroedin Bahar
                • ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77

Kirim email ke