Dulu sakitar tahun 1997/1999 ambo pernah dapek informasi lembaran di salah
satu pesantren di Sumbar, kalau bahwasanyo labiah dari 500 mahasiswa UNAND
manjadi korban dari pancucian utak ko. Namun pado waktu itu, informasi
dikhususkan bagi para santri pesantren agar hati-hati dan waspada.

Ambo manilai ilmu agamo nan kurang, benteng pemikiran nan lamah, jo jiwa
mudo nan panuah jo kaingin tauan, ikolah nan manjadi kalamahan manusia pado
umumnyo jaman kini ko. Allahuakbar..Allahuakbar...

2011/5/6 Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>

> Ondeh maaak, alah sampai pulo NII ka Minangkabau. Lai kabanyak pulo anak
> mudo nan mangatokan urang lain kapia (tamasuak urang gaeknyo surang),
> maninggaan kuliah, mamanciakan diri, dan mangicuah sarato mancilok pitih
> urang gaeknyo, dan manyetornyo ka NII.
> Baa ko lai ha ? Kadipabiaan sajo ?
>
> -------Original Email-------
> Subject :[R@ntau-Net] Siswa di Sumbar Dibaiat NII
> From  :mailto:[email protected]
> Date  :Fri May 06 15:30:17 Asia/Bangkok 2011
>
>
>
>
> Kamis, 05 Mei 2011
>
> PENGAKUAN DAN PENYESALAN
>
>
> Winda
>
> Waktu itu, Khairani (bukan nama sebenarnya—red) masih duduk di kelas 1, di
> salah satu SMK di Pesisir Selatan. Ilmu agamanya masih benar-benar awam,
> hanya saja semangat untuk memperbaiki diri dan mengenal Islam lebih jauh
> begitu besar.
> Dia banyak berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa dari Unand, UNP, ataupun
> IAIN. Mahasiswa yang sering dia temui di acara-acara keislaman di sekolah
> ataupun di masjid-masjid. Sampai akhirnya dia dekat dengan mereka.
> “Kakak-kakak itu begitu memberikan simpati dan empati kepada kami. Mereka
> mempelajari psikologis kami sehingga akhirnya mereka tahu kepribadian kami,
> termasuk permasalahan-permasalahan keluarga,” kenang Khairani.
> Pembentukan pola pikir dilakukan perlahan-lahan. Jadi perekrutan tidak
> langsung dilakukan dengan cuci otak.
> Karena merupakan gerakan bawah tanah, perekrutan NII ini tidak terasa.
> Setelah mulai dekat kami baru dibaiat, ada taslim-taslimnya. “Saya dibaiat
> 2004 namun waktu itu saya masih belum tahu kalau ternyata dengan baiat itu
> saya sudah bergabung dengan NII.”
> NII masuk melewati jalur-jalur resmi seperti organisasi-organisasi
> keislaman lainnya yang berada di sekolah ataupun perguruan tinggi. “Mereka
> tidak mengatasnamakan NII melainkan perkumpulan-perkumpulan saja dengan
> materi-materi pengajian,” tuturnya.
> Khairani terus dikuatkan dengan paham kalau Indonesia saat ini merupakan
> negara yang bersistem thagut (setan—red). Hingga sampai pada titik dimana
> mereka mengatakan, negara Islam, satu-satunya solusi dari semua permasalahan
> yang ada di Indonesia. “Barangsiapa berhukum pada selain hukum Allah maka ia
> adalah kafir,” jelasnya.
> Setelah kemudian melanjutkan pendidikan ke IAIN Imam Bonjol pada 2005,
> Khairani mulai merasa tidak nyaman. Dia tetap mengikuti materi-materi yang
> ada, namun dia mulai merasakan kalau ada konsep manhaj dakwah yang salah
> yang selama ini dimasukkan ke kepalanya.
> Awalnya meteri-materi pengajian adalah tentang akidah dan kemudian semua
> berujung pada pendirian negara Islam di Indonesia yang mereka anggap
> satu-satunya solusi. Paham itulah yang didoktrin terus-menerus.
> “Karena saat kuliah saya juga banyak belajar agama dan membaca serta
> berdiskusi dengan teman-teman lain yang aktif di organisasi keislaman
> kampus, saya melihat kalau perkumpulan yang selama ini saya ikuti itu tidak
> memahami Alquran secara komprehensif, namun mengeluarkan ayat-ayat Alquran
> atau hadist ter tentu saja yang mendukung pesan pendirian negara Is lam di
> Indonesia,” tuturnya pada Singgalang, Rabu (4/5).
> Kecamuk di hatinya yang demikian hebat membuat Khairani meminta kejelasan
> pada perkumpulan yang selama ini diikutinya. Dia menanyakan, apa sebenarnya
> perkumpulan ini? Apa yang dituju?
> Pada 2008, setelah diberitahu kalau ternyata perkumpulan yang diikutinya
> selama ini adalah NII, Khairani menyatakan keluar. “Sejak itu, hubungan
> silaturahim dengan orang-orang di sana tak lagi baik,” katanya
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
  • RE: [R@ntau-Net] ... Dr Saafroedin Bahar
    • Re: [R@ntau-... Sjamsir Alam
    • Re: [R@ntau-... Fauza Umra
      • Re: [R@n... Dr Saafroedin Bahar
        • Re: ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
          • ... Dr Saafroedin Bahar
            • ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
              • ... Dr Saafroedin Bahar
                • ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
                • ... Dr Saafroedin Bahar
                • ... alhaqirwalfaqir Anwarjambak-Kualalumpur, +6017 66 313 77
            • ... Lies Suryadi
        • Re: ... Sjamsir Alam

Kirim email ke