Pak Taufiq. Barita ko diambiak dari Harian 'Singgalang', mohon dicantumkan 
saketek sebagai penghargaan ka koran urang awak nan mampubloikasikan. 
Saindak-indaknyo panghargaan ka anak-kamanakan awak nan lah mancari informasi 
bahujan-bapaneh di lapangan.

Sawir Pribadi 


--- Pada Jum, 6/5/11, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:

> Dari: sjamsir_sjarif <[email protected]>
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Siswa di Sumbar Dibaiat NII
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 6 Mei, 2011, 7:07 PM
> Tampaknyo angku Taufiq, dan mungkin
> adidunsanak nanlain, kadang-kadang lupo -- saroman berita
> di  bawah ko --  manyabuik dari maa sumber berita
> ko dicopy. Sarancaknyo dalam nagatangahkanpublikasi urang,
> awak jan lupo manyabuik sumbernyo, baik dari sagi pandangan
> Copy rights, courtesy, maupun untuak dasar referensi bagi
> pambaconyo nanti.
> 
> Salam,
> --MakNgah
> --- In [email protected],
> taufiqrasjid@... wrote:
> >
> > 
> > 
> > Kamis, 05 Mei 2011
> > 
> > PENGAKUAN DAN PENYESALAN 
> > 
> > 
> > Winda
> > 
> > Waktu itu, Khairani (bukan nama sebenarnyaâ€"red)
> masih duduk di kelas 1, di salah satu SMK di Pesisir
> Selatan. Ilmu agamanya masih benar-benar awam, hanya saja
> semangat untuk memperbaiki diri dan mengenal Islam lebih
> jauh begitu besar.
> > Dia banyak berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa
> dari Unand, UNP, ataupun IAIN. Mahasiswa yang sering dia
> temui di acara-acara keislaman di sekolah ataupun di
> masjid-masjid. Sampai akhirnya dia dekat dengan mereka.
> > “Kakak-kakak itu begitu memberikan simpati dan
> empati kepada kami. Mereka mempelajari psikologis kami
> sehingga akhirnya mereka tahu kepribadian kami, termasuk
> permasalahan-permasalahan keluarga,† kenang
> Khairani.
> > Pembentukan pola pikir dilakukan perlahan-lahan. Jadi
> perekrutan tidak langsung dilakukan dengan cuci otak. 
> > Karena merupakan gerakan bawah tanah, perekrutan NII
> ini tidak terasa. Setelah mulai dekat kami baru dibaiat, ada
> taslim-taslimnya. “Saya dibaiat 2004 namun waktu itu
> saya masih belum tahu kalau ternyata dengan baiat itu saya
> sudah bergabung dengan NII.†
> > NII masuk melewati jalur-jalur resmi seperti
> organisasi-organisasi keislaman lainnya yang berada di
> sekolah ataupun perguruan tinggi. “Mereka tidak
> mengatasnamakan NII melainkan perkumpulan-perkumpulan saja
> dengan materi-materi pengajian,† tuturnya.
> > Khairani terus dikuatkan dengan paham kalau Indonesia
> saat ini merupakan negara yang bersistem thagut
> (setanâ€"red). Hingga sampai pada titik dimana mereka
> mengatakan, negara Islam, satu-satunya solusi dari semua
> permasalahan yang ada di Indonesia. “Barangsiapa
> berhukum pada selain hukum Allah maka ia adalah
> kafir,† jelasnya.
> > Setelah kemudian melanjutkan pendidikan ke IAIN Imam
> Bonjol pada 2005, Khairani mulai merasa tidak nyaman. Dia
> tetap mengikuti materi-materi yang ada, namun dia mulai
> merasakan kalau ada konsep manhaj dakwah yang salah yang
> selama ini dimasukkan ke kepalanya. 
> > Awalnya meteri-materi pengajian adalah tentang akidah
> dan kemudian semua berujung pada pendirian negara Islam di
> Indonesia yang mereka anggap satu-satunya solusi. Paham
> itulah yang didoktrin terus-menerus.
> > “Karena saat kuliah saya juga banyak belajar
> agama dan membaca serta berdiskusi dengan teman-teman lain
> yang aktif di organisasi keislaman kampus, saya melihat
> kalau perkumpulan yang selama ini saya ikuti itu tidak
> memahami Alquran secara komprehensif, namun mengeluarkan
> ayat-ayat Alquran atau hadist ter tentu saja yang mendukung
> pesan pendirian negara Is lam di Indonesia,†
> tuturnya pada Singgalang, Rabu (4/5). 
> > Kecamuk di hatinya yang demikian hebat membuat
> Khairani meminta kejelasan pada perkumpulan yang selama ini
> diikutinya. Dia menanyakan, apa sebenarnya perkumpulan ini?
> Apa yang dituju? 
> > Pada 2008, setelah diberitahu kalau ternyata
> perkumpulan yang diikutinya selama ini adalah NII, Khairani
> menyatakan keluar. “Sejak itu, hubungan silaturahim
> dengan orang-orang di sana tak lagi baik,†
> katanya
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan
> di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta
> R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim
> melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata!
> Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan
> reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply
> email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke