Dari Keramba Koto Panjang, juga telah ada pengalengan ikan-patin

Kalau musim buah di Kampar , juga ada pengalengan rambutan dan nenas
---------------------------------
Singgalang
Selasa, 10 Mei 2011

PPNSI Ingin Nelayan Jadi Kaya 


YOSE

TIGA lelaki tanggung se
gera menuju dapur yang dipenuhi rak-rak hitam berkerak. Di sini lele asap 
diolah. Berkerak bukan kotor, tapi bekas bumbu yang membuat rasa ikan menjadi 
khas.
Senin (9/5) siang langit jernih, panas serasa memanggang. Belum saatnya 
memasak. Tapi waktunya untuk membelah dan menyiapkan ikan yang akan diasapi. 
Dua lelaki lagi juga sibuk menangkap ikan di kolam yang berbeda dari biasanya. 
Kolam-kolam itu letaknya lebih tinggi dari permukaan tanah, karena memang 
dibuat dari terpal.
Beberapa kolam lain terbuat dari beton. Kolam-kolam yang berukuran 3x4 meter 
ini khusus untuk pembibitan. Bibit ikan, selain untuk keperluan usaha sendiri, 
juga dijual ke Riau.
Kolam itu berada di Pasie Nan Tigo, Koto Tangah, Padang. Pengolahan ikan 
dilakukan seorang anak muda bernama Irwandi. Berbeda dengan petani ikan 
lainnya, manajemen yang dibuatnya, lele diolah dengan gaya sendiri. Tak ada 
lumpur. Irwandi sendiri tampil elegan dan apalagi jika sedang menyetir mobil 
pribadinya.
“Sebenarnya dengan pengolahan ini nilai ikan lele itu 5 kali lipat lebih mahal. 
Jika satu kilogram lele asap, dihargai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Jika dijual 
segar, lele hanya Rp16 ribu perkilo,” sebut Irwandi saat menerima rombongon 
Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Pusat, Senin (9/5).
Lokasi kolam itu sendiri tidak jauh dari Pantai Pasie Kandang. Kira-kira 100 
meter. Di sini banyak ikan tangkapan nelayan secara tradisional yang 
diperjualbelikan. Namun Irwandi memilih usaha ikan air tawar. Menurutnya dengan 
usaha itu akan lebih menguntungkan dan jelas.
Matahari sangat terik. Hawa panas terpantul dari terpal yang dijadikan kolam. 
Namun aktivitas pengolahan lele asap terus berlanjut di dapur yang berukuran 
4x6 meter itu. Jangan bayangkan ikan tanpa sisik itu di tangan Irwandi berbau 
amis. 
Dipenuhi lendir yang membuat hilang selera. Lele yang diolah Irwandi 
mengeluarkan aroma yang menggugah selera. Kelihatannya juga lebih gurih dengan 
mampu menggelitik anak lidah kita.
Untuk membuat lele asap tidaklah sulit. Lele umur tiga bulan adalah paling pas. 
Setelah lele segar ini dibelah dan dibersihkan, lantas dipanaskan di perapian 
selama lebih kurang satu jam. 
Tanpa bumbu, agar menghasilkan lele yang tawar. Pemanasan ini menggunakan api 
dari kayu bakar, dengan besaran api sedang. Selama dipanaskan, jangan lupa 
untuk sesekali membalikkan lele, agar keringnya merata.
Proses selanjutnya, lele dimasukkan ke oven untuk pengasapan dan pengeringan 
selama lebih kurang 4 hingga 5 jam. Proses ini untuk menghasilkan lele asap 
yang kering dan gurih.
Meski cara ini terbilang baru, tapi peminatnya tidak hanya di Padang dan Sumbar 
saja. Tak sedikit permintaan dari luar negeri. Belakangan saja Irwandi 
kesulitan untuk memenuhi permintaan tersebut. Saat ini lele asap Irwandi sudah 
menembus pasar internasional, Eropa, Timur Tengah hingga Afrika.
“Karena banyak permintaan kita juga menerima lele dari masyarakat sini, bahkan 
kolam di sini tidak hanya punya saya sendiri ada juga punya orang lain dengan 
sistem kerjasama,” sebut pria berkumis ini.
Untuk itu, dirinya juga tidak pelit dengan ilmu pengelolaan itu. Dirinya siap 
saja menerima sejumlah petani ikan untuk belajar. Tak jarang tempatnya 
dijadikan pelatihan sejumlah lembaga. Seperti Dinas Perikanan dan Kelautan 
Padang. Selain itu pria yang menjadi pengurus PPNSI ini juga siap bekerjasama 
dengan pemerintah untuk meningkatkan pengetahun petani ikan.
Sekjen PPNSI Pusat Riono, mengatakan PPNSI, ormasnya ingin petani dan nelayan 
itu maju dan bangkit. Sehingga organisasi petani itu tidak lagi berada di 
kantor atau kalangan elit, tapi di ladang dan dilaut. Untuk itu dengan adanya 
contoh seperti yang dilakukan Irwandi, Riono yakin ke depan petani dan nelayan 
di Sumbar akan lebih sejahtera.
“Inilah target PPNSI itu, menjadi raja di negeri sendiri. Mampu mengembangkan 
usaha dari produk pertanian. Selain membuat manajemen lebih baik,” sebut Riono.
Rinaldi, Ketua PPNSI Sumbar terpilih periode 2011-2016, akan menjadikan usaha 
Irwandi itu menjadi contoh untuk sektor perikanan. Apalagi potensi perikanan 
lele itu jauh lebih baik di Sumbar. Dengan air lebih mudah sertai lokasi masih 
lapang. Apalagi lele bukalah ikan yang cengeng dengan air bersih. Asal ada air 
saja, sudah bisa hidup.
Saat ini, PPNSI Sumbar mengembangkan berbagai demplot pertanian dan Pusat 
Pelayanan Bahari. Kegiatan itu untuk memberikan pelatihan pada petani dan 
nelayan. Demplot itu juga tidak hanya dalam satu subsektor pertanian, namun 
banyak subsektor.
Seperti dengan mengembangkan perikanan, lele dan produk berbahan dasar ikan air 
tawar. Begitu juga dengan pengelolaan peternakan sapi.
“Seperti yang sudah disampaikan selama ini, target kita memang mensinergikan 
program pertanian di Sumbar dengan program pemerintah. Kita ingin petani dan 
nelayan itu kaya, bukan identik dengan kemiskinan lagi. PPNSI adalah lembaga 
yang benar-benar milik petani dan nelayan, bukan kalangan elit,” ungkapnya.
Selain itu dikatakannya, keberadaan PPNSI juga bukan tandingan dari berbagai 
organisasi yang sudah ada sebelumnya. Namun tujuannya, agar orang pertanian 
harus mengurus petani. “Ini juga salah satu program peremajaan petani. Jika 
tidak ke depan petani bisa tidak ada lagi,” tutupnya saat meninggalkan 
pengolahan ikan lele asap Irwandi. (*)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke