Pencurian BTP Super Hall Harus Terungkap 

Jika tidak, Investor Takut Masuk Solok 

Solok, Singgalang
Pencurian besi tiang pancang (BTP) bangunan gedung Super Hall Kota Solok tahap 
pertama yang dibiayai dana APBD Kota Solok tahun 2010 harus terungkap. Jika 
tidak, investor takut masuk Solok, karena Kota Solok dinilai tidak aman untuk 
penanaman investasi. Hal itu dikemukakan Walikota Solok H.Irzal Ilyas Dt Lawik 
Basa, Senin (9/5) menjawab Singgalang usai membuka secara resmi pelaksanaan 
Musda GOW (Gabungan Organbisasi Wanita) Kota Solok di Gedung Kubuang Tiga Baleh.
Percurian itu menurut Walikota memang telah berjalan sekian hari sebagaimana 
laporan yang diterima, Polresta Solok beserta jajaran telah berusaha untuk 
melakukan penyelidikan, tetapi sampai saat ini belum lagi memberikan 
tanda-tanda akan terungkap. Namun bagi Pemerintah Kota (Pemko) Solok kejadian 
itu bukan hanya merugikan terhadap rekanan pelaksana pekerjaan semata-mata, 
tetapi juga Pemko dan masyarakat Kota Solok. Sebab dana yang dialokasikan untuk 
merealisasikan pembangunan Super Hall representatif di kota yang terletak di 
pintu gerbang jalur Lintas Sumatra Sabang-Marauke dan merupakan estalase 
masyarakat Sumatra Barat Bagian Tengah.
Kepada masyarakat, Walikota minta agar ikut membantu Polresta dan jajaran, 
sehingga perilaku kalangan tertentu mencari keuntungan di atas penderitaan 
orang lain ini bisa dimusnahkan di Kota Solok. “Masak besi tiang pancang 
bangunan tahap pertama gedung Super Hall diambil dengan cara mengergaji 
besi-besi tiang pancang yang ada, padahal harga besi per kilogram tidak 
seberapa jika dibandingkan dengan kerugian rekanan pelaksana pekerjaan, Pemko 
dan masyarakat Kota Solok. Raib beberapa potong besi-besi tiang pancang itu 
bukan hanya memperlambat penye lesaikan pekerjaan pembangunan gedung Super Hall 
Kota Solok,” kata Walikota Solok itu. 
Sementara Ketua Komisi B DPRD Kota Solok, Sani Mariko minta agar Kepala Dinas 
Pekerjaan Umum (PU) beserta jajaran terkait untuk secepatnya menuntas persoalan 
itu dengan rekanan pelaksana pekerjaan. Sebab pembangunan gedung Super Hall 
dalam perencanaannya melalui anggaran tahun jamak seperti tahun 2010, tahun 
2011 dan selanjutnya. Akibat pencurian besi-besi penyangga yang hilang, jika 
pelaksanaan pekerjaan dilanjutkan kemungkinan mengkhawatirkan terhadap kualitas 
pekerjaan, karena ketahanannya berkurang. Kepala Dinas PU Haydar tidak bisa 
kejadian itu dilarikan ke bencana alam, kebiasaan selama ini hendaknya 
dimusnahkan, karena pencurian besi itu bukan bencana alam, melainkan ulah dan 
perilaku kalangan tertentu yang meng gantungkan hidupnya pada penjualan besi 
baik tua maupun baru.
“Seharusnya pelaksanaan pekerjaan tahun jamak ini selalu diawali dengan 
menempatkan Satpol PP atau petugas keamanan lainnya, sehingga langkah maling 
untuk mencuri besi-besi penyangga terhambat dan kerugian yang ditaksir mencapai 
Rp2,5 milyar tidak terjadi. Bahkan PT Pakta Nusa Cipta Nugraha dengan pekerjaan 
tahun jamak juga juga menempatkan petugas keamanan di sana,” pukas Sani Mariko. 
(209/404)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke