PEKANBARU, HALUAN - Gelar adat yang diberikan Lembaga Kerapatan Adat Alam
Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat kepada salah satu putra terbaik Riau, HM
Rusli Zainal merupakan suatu kebanggaan bagi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Hal itu itu dikatakan Ketua LAM Riau H Azaly Djohan ketika menerima
kunjungan silaturrahmi Ketua LKAAM Sumbar HM Sayuti Dt Rajo Panghulu
didampingi Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Provinsi Riau H
Basrizal Koto di Kantor LAM di Jalan Diponegoro, Senin (9/5). "Dengan adanya
perhatian LKAAM seperti ini maka menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi
kita. Perhatian ini juga semakin besar kita rasakan ketika Dt Rajo Panghulu
datang langsung untuk menyampaikan maksud pemberian gelar adat ini," tutur
Azaly Johan.

Pada kesempatan itu Azali Johan juga mengatakan apa yang diberikan LKAAM
ini, suatu saat bisa jadi juga akan dibalas LAM Riau dengan memberikan Gelar
Adat Melayu kepada putra terbaik Minang yang telah berjasa terhadap Riau.

Sangat Peduli

Ketua LKAAM Sumbar HM Sayuti Dt Rajo Panghulu didampingi Ketua Umum IKMR
Provinsi Riau H Basrizal Koto mengatakan pemberian gelar adat tersebut
diawali melalui rekomendasi Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR). Selanjutnya
berdasarkan pasal 6 aturan LKAAM, seseorang bisa diberikan gelar adat jika
memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. "Berdasarkan pasal 6 aturan LKAAM,
maka ada kriteria seseorang bisa mendapatkan gelar adat. Kriteria pertama
adalah perhatian terhadap warga Minang tempatan. Yang kedua perhatian
terhadap budaya Minang itu sendiri diselaraskan dengan adat dan budaya
setempat. Jika di Riau tentulah selaras dengan budaya Melayu itu sendiri,"
ungkap Dt Rajo Panghulu yang diwawancara Haluan Riau, Senin (9/5) di
kediaman Gubri di Jalan Diponegoro.

Lebih rinci dijelaskannya, berdasarkan rekomendasi IKMR, Gubri juga dinilai
sangat peduli kepada masyarakat Sumatera Barat. Buktinya, setiap kali ada
bencana alam di Sumbar, Gubri HM Rusli Zainal selalu turun langsung melihat
kondisi masyarakat Sumbar dan sekaligus menyalurkan bantuan. "Perhatian
Gubernur Riau terhadap beberapa kali peristiwa bencana alam di Sumbar juga
menjadi pertimbangan IKMR dalam mengeluarkan rekomendasi. Misalnya saat
istana Paguruyung terbakar, beliaulah Gubernur pertama yang 'malompek'
langsung untuk melihat keadaan istana sekaligus memberikan bantuan Rp1
miliar. 
Begitu juga saat gempa bumi tanggal 30 September 2009 dan bencana tsunami di
Mentawai. Selain turun langsung beliau kembali menyerahkan bantuan
masing-masing Rp1 miliar," paparnya seraya mengatakan gelar yang akan
diberikan saat ini masih disimpan di peti dan belum boleh dibuka.

Ditambahkan Pak Datuak, pemberian gelar adat ini akan dimulai dengan proses
penghantaran gelar Sangsako kepada Gubri Rusli Zainal melalui Lembaga Adat
Melayu (LAM) Riau pada tanggal 15 Mei 2011 mendatang. "Pada tanggal 15 Mei
nanti kita akan lakukan pengantaran tanda gelar Sangsakonya," jelas Dt Rajo
Panghulu.

Sementara itu Ketua Umum IKMR Basrizal Koto mengatakan rekomendasi yang
diberikan IKMR kepada LKAAM agar Gubri Rusli Zainal dianugerahi gelar adat
ini sudah melalui proses yang panjang dan dilakukan seminar yang dihadiri
oleh seluruh pengurus dan anggota IKMR Kabupaten/Kota se-Riau. "Pemberian
gelar adat yang direkomendasi IKMR ini sebelumnya melalui proses dan bukan
diberikan seketika saja. Sebelumnya kita sudah diadakan Seminar Keselarasan
Adat Budaya Minang-Melayu yang dihadiri seluruh IKMR se-Kabupaten/Kota di
Riau," ungkap Basko.

Prosesi penghantaran gelar adat ini nantinya akan menjadi perhelatan akbar.
Soalnya, selain dihadiri oleh pengurus dan tokoh adat LKAAM dan LAM Riau,
juga bakal dihadiri tokoh nasional asal Minang seperti mantan Gubernur
Sumbar H Azwar Anas dan H Hasan Basri Durin. (h/dis/mg2)

E-Paper Harian Haluan, RABU, 11 MEI 2011
========================================

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke