Apo nan dikatokan Pak TR memang bana, malah kalau buliah ambo manilai pemberian Gelar adat kapado Rusli Zainal oleh LKAAM Sumbar syarat dengan muatan politik dan kepentingan orang-orang serta kelompok tertentu, nan ingin managguak diaie karuah.
Padohal kalaulah kito mau jujur kondisi hubungan anataro Minang jo Melayu Riau saat kini lah iabaraik api mamakan sakam dicaliak dilua sangaik rancak tapi didalam lah jadi abu, pengucilan, penekanan, pembunuhan karakter, diskriminasi terhadap masyarakat Minang oleh Peguasa Melayu betul-betul terjadi. Sedangkan masyarakat Minang dengan penuh ketulusan dan ke ikhlasan betul-betul sunguh-sungguh mengabdikan diri untuk kemajuan dan pembangunan Riau dengan Palsapah nan selalu dipegang "dima bumi dipijak distu langik dijujuang" . Semuanya mari kito sarahkan kapado Allah. Afrijon Ponggok Katik Basa Batuah 44,L,Pisang,Batipuah Baruah, Luahak Nan Tuo, Pekanbaru ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rab, 11 Mei, 2011 10:12:32 Judul: Re: [R@ntau-Net] LAM RIAU BANGGA : Gubri Dapat Gelar Sangsako Kalau kepedulian sosial saya tidak bisa komentar Tapi untuk pengembangan karir urang Minang yang berkhidmat di Pemda Riau Silakan tanya pada rumput yang bergoyang Dulu ada St Balia yang jadi Residen, kemudian beberapa Kepala Dinas di Riau yang urang awak, tapi kemudian mereka takut kalau dikatakan Urang Minang. Sekarang jangankan untuk bekerja di Pemda, untuk mendapatkan Bea Siswa bagi mereka yang lahir di Riau, tapi orang tuanya bukan Riau sangat mustahil Beda dengan Propinsi lain yang masih mempertimbangkan ke-professionalan seseorang Bahkan Sumbar pernah punya sekda yang bermarga serta sejumlah kepala dinas non-Minang ---TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Nofendri T. Lare" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 11 May 2011 09:46:02 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] LAM RIAU BANGGA : Gubri Dapat Gelar Sangsako PEKANBARU, HALUAN - Gelar adat yang diberikan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat kepada salah satu putra terbaik Riau, HM Rusli Zainal merupakan suatu kebanggaan bagi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Hal itu itu dikatakan Ketua LAM Riau H Azaly Djohan ketika menerima kunjungan silaturrahmi Ketua LKAAM Sumbar HM Sayuti Dt Rajo Panghulu didampingi Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Provinsi Riau H Basrizal Koto di Kantor LAM di Jalan Diponegoro, Senin (9/5). "Dengan adanya perhatian LKAAM seperti ini maka menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kita. Perhatian ini juga semakin besar kita rasakan ketika Dt Rajo Panghulu datang langsung untuk menyampaikan maksud pemberian gelar adat ini," tutur Azaly Johan. Pada kesempatan itu Azali Johan juga mengatakan apa yang diberikan LKAAM ini, suatu saat bisa jadi juga akan dibalas LAM Riau dengan memberikan Gelar Adat Melayu kepada putra terbaik Minang yang telah berjasa terhadap Riau. Sangat Peduli Ketua LKAAM Sumbar HM Sayuti Dt Rajo Panghulu didampingi Ketua Umum IKMR Provinsi Riau H Basrizal Koto mengatakan pemberian gelar adat tersebut diawali melalui rekomendasi Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR). Selanjutnya berdasarkan pasal 6 aturan LKAAM, seseorang bisa diberikan gelar adat jika memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. "Berdasarkan pasal 6 aturan LKAAM, maka ada kriteria seseorang bisa mendapatkan gelar adat. Kriteria pertama adalah perhatian terhadap warga Minang tempatan. Yang kedua perhatian terhadap budaya Minang itu sendiri diselaraskan dengan adat dan budaya setempat. Jika di Riau tentulah selaras dengan budaya Melayu itu sendiri," ungkap Dt Rajo Panghulu yang diwawancara Haluan Riau, Senin (9/5) di kediaman Gubri di Jalan Diponegoro. Lebih rinci dijelaskannya, berdasarkan rekomendasi IKMR, Gubri juga dinilai sangat peduli kepada masyarakat Sumatera Barat. Buktinya, setiap kali ada bencana alam di Sumbar, Gubri HM Rusli Zainal selalu turun langsung melihat kondisi masyarakat Sumbar dan sekaligus menyalurkan bantuan. "Perhatian Gubernur Riau terhadap beberapa kali peristiwa bencana alam di Sumbar juga menjadi pertimbangan IKMR dalam mengeluarkan rekomendasi. Misalnya saat istana Paguruyung terbakar, beliaulah Gubernur pertama yang 'malompek' langsung untuk melihat keadaan istana sekaligus memberikan bantuan Rp1 miliar. Begitu juga saat gempa bumi tanggal 30 September 2009 dan bencana tsunami di Mentawai. Selain turun langsung beliau kembali menyerahkan bantuan masing-masing Rp1 miliar," paparnya seraya mengatakan gelar yang akan diberikan saat ini masih disimpan di peti dan belum boleh dibuka. Ditambahkan Pak Datuak, pemberian gelar adat ini akan dimulai dengan proses penghantaran gelar Sangsako kepada Gubri Rusli Zainal melalui Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau pada tanggal 15 Mei 2011 mendatang. "Pada tanggal 15 Mei nanti kita akan lakukan pengantaran tanda gelar Sangsakonya," jelas Dt Rajo Panghulu. Sementara itu Ketua Umum IKMR Basrizal Koto mengatakan rekomendasi yang diberikan IKMR kepada LKAAM agar Gubri Rusli Zainal dianugerahi gelar adat ini sudah melalui proses yang panjang dan dilakukan seminar yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota IKMR Kabupaten/Kota se-Riau. "Pemberian gelar adat yang direkomendasi IKMR ini sebelumnya melalui proses dan bukan diberikan seketika saja. Sebelumnya kita sudah diadakan Seminar Keselarasan Adat Budaya Minang-Melayu yang dihadiri seluruh IKMR se-Kabupaten/Kota di Riau," ungkap Basko. Prosesi penghantaran gelar adat ini nantinya akan menjadi perhelatan akbar. Soalnya, selain dihadiri oleh pengurus dan tokoh adat LKAAM dan LAM Riau, juga bakal dihadiri tokoh nasional asal Minang seperti mantan Gubernur Sumbar H Azwar Anas dan H Hasan Basri Durin. (h/dis/mg2) E-Paper Harian Haluan, RABU, 11 MEI 2011 ======================================== Wassalam Nofend/34+/M-CKRG => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!! Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi Sumatera Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
