Maa Angku "Z. Rky. Mulie (telkomnet)" zrkymulie@... Kok dipotong tangan para pancilok ko, khawatir ambo kok kito mancaliak Manusia Tak Bertangan bergelandangan sepanjang jalan di Tanah Air Tercinta ...
Email berikut diforwardkan kawan ambo ko; lah ambo paciak sajak duo bulan nan lalu. Karano lah duo bulan alun ado balasan dari Angku Taufiq Ismail, rasonyo indak ka baa doh kok ambo lapehkan ka Lapau karano sumber referensinnyo lah langkok disabuikkan di bawah karya baliau tu. Ambo taruihkan langkok jo sumber korespondensi kami, di bawah ko. Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif Santa Cruz, California, May 12, 2011 Flag this message <http://us.mc1125.mail.yahoo.com/mc/showMessage;_ylc=X3oDMTBrZ28zdG8wBF9\ TAzM5ODMwMTAyNwRhYwNGbGFn?sMid=410&fid=2011%252001%252d04&filterBy=&.ran\ d=1703551019&midIndex=10&mid=1_255955_AKIaiWIAAHE8TX%2BG%2FA5iaFgptRc&fr\ omId=awal%40circle.ipmimba.ac.id&m=1_97105_AJYaiWIAAH6ITasB1gaizk%2BuKqY\ %2C1_132682_AIoaiWIAAK69TaN%2F%2Fg5mFyoAvaE%2C1_227178_AEoaiWIAAUOpTYa%2\ F3wK%2BBUkDPSw%2C1_227933_AEoaiWIAALB6TYZPHg1UTzWL1ts%2C1_234844_AE4aiWI\ AAICeTYP3XQrJ5ED%2F9O0%2C1_255955_AKIaiWIAAHE8TX%2BG%2FA5iaFgptRc%2C1_25\ 8960_ALIaiWIAAR5qTX8yjQJ%2BK2taXa8%2C1_259677_AE4aiWIAAEUyTX8YXgatyk3HrK\ c%2C1_308599_AKIaiWIAAP8cTXIHzAhFkWlx3aE%2C1_342776_AIYaiWIAAUS%2FTWdZnA\ d5fjcQmFM%2C1_345160_AEoaiWIAAEoRTWYp5wLnlxClE6s%2C&sort=sender&order=up\ &startMid=400&hash=cef96388de932ca228c2cd2957b7b0d4&.jsrand=7086772&clea\ n=&acrumb=Tq5SzJWP3uS&mcrumb=HHrmekJaXF1&enc=auto&cmd=msg.flag> Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling Tuesday, March 15, 2011 3:34 PM From: "Sjoufjan Awal (CBN)" <[email protected]> Add sender to Contacts <http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTBsdTZpcnZpBF9TAzM5ODMwMTAyNwRhYwNhZG\ RBQg--/SIG=1vv4jsop1/EXP=1306465787/**http%3A//address.mail.yahoo.com/ya\ b%3Fv=YM%26A=m%26simp=1%26e=awal%2540circle.ipmimba.ac.id%26fn=Sjoufjan%\ 26ln=Awal%26.done=http%253A%252F%252Fus.mc1125.mail.yahoo.com%252Fmc%252\ FshowMessage%253FsMid%253D410%2526fid%253D2011%2525252001%2525252d04%252\ 6filterBy%253D%2526.rand%253D1703551019%2526midIndex%253D10%2526mid%253D\ 1_255955_AKIaiWIAAHE8TX%25252BG%25252FA5iaFgptRc%2526fromId%253Dawal%252\ 540circle.ipmimba.ac.id%2526m%253D1_97105_AJYaiWIAAH6ITasB1gaizk%25252Bu\ KqY%25252C1_132682_AIoaiWIAAK69TaN%25252F%25252Fg5mFyoAvaE%25252C1_22717\ 8_AEoaiWIAAUOpTYa%25252F3wK%25252BBUkDPSw%25252C1_227933_AEoaiWIAALB6TYZ\ PHg1UTzWL1ts%25252C1_234844_AE4aiWIAAICeTYP3XQrJ5ED%25252F9O0%25252C1_25\ 5955_AKIaiWIAAHE8TX%25252BG%25252FA5iaFgptRc%25252C1_258960_ALIaiWIAAR5q\ TX8yjQJ%25252BK2taXa8%25252C1_259677_AE4aiWIAAEUyTX8YXgatyk3HrKc%25252C1\ _308599_AKIaiWIAAP8cTXIHzAhFkWlx3aE%25252C1_342776_AIYaiWIAAUS%25252FTWd\ ZnAd5fjcQmFM%25252C1_345160_AEoaiWIAAEoRTWYp5wLnlxClE6s%25252C%2526sort%\ 253Dsender%2526order%253Dup%2526startMid%253D400%2526hash%253Dcef96388de\ 932ca228c2cd2957b7b0d4%2526.jsrand%253D7086772%2526clean%253D%2526acrumb\ %253DTq5SzJWP3uS%2526enc%253Dauto> To: "Taufiq Ismail" <[email protected]> Cc: "Hambo Ciek" <[email protected]> Pak Taufiq yth, Saya teruskan email sahabat saya Sjamsir Sjarif yang bermukim di Santa Cruz, USA, yang minta izin menyebarkan puisi Bapak ini. Saya harap boleh, karena saya sendiri sudah lancang menyebarluaskannya ke sahabat-sahabat saya, Terima kasih dan salam, Sjoufjan Awal From: Hambo Ciek [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, March 15, 2011 10:07 PM To: Dr Imat Amidjaya; 'Leksin Awal'; Maya Yusufina; 'Wabas Awal'; Fawzy Siddik; Irwan M Habsjah; Mustafa Yatim; Prof. Sofian Effendi MPIA; [email protected] Subject: Re: Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling Oh Dear, what the hell is going on! Curahan serakan keluhan hati fantastik! Bravo. Ku kenang Rayapmu Taufiq Ismail... Terima kasih Pak Sjoufjan, bolehkah saya forwardkan ke Rantaunet, Baagaimana mendapatkan izin dari Pak Taufiq? Mailing kami, "Rantaunet" dengan julukan "Lapau" Mailing berbahasa Minang tertua saya ikut mendirikan dengan 4-5 kawan akhir 1992 kini beranggotakan sudah melebihi 1600 kabarnya sudah 1800 orang dengan frekuensi posting hampir tiga-5 menit, ditekankan berbahasa Minang namun Bahasa Indonesia selalu ada, Anggotanya tersebar di antero Kamgung Halaman dan Rantau Maya. Salam, -- Sjamsir Sjarif Santa Cruz, Calikfornia --- On Tue, 3/15/11, Sjoufjan Awal (CBN) <[email protected]> wrote: From: Sjoufjan Awal (CBN) <[email protected]> Subject: Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling To: "Dr Imat Amidjaya" <[email protected]>, "Hambo Ciek" <[email protected]>, "'Leksin Awal'" <[email protected]>, "Maya Yusufina" <[email protected]>, "'Wabas Awal'" <[email protected]>, "Fawzy Siddik" <[email protected]>, "Irwan M Habsjah" <[email protected]>, "Mustafa Yatim" <[email protected]>, "Prof. Sofian Effendi MPIA" <[email protected]> Date: Tuesday, March 15, 2011, 7:42 AM Bahan Renungan Selamat membaca Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling Oleh Taufiq Ismail (Dari Prof. Tun Tedja 13 Feb 2011) Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda, terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia. Penganggur 40 juta orang,anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid, pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang, VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya. Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya, dan dipunggung kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF dan Penunggak Bank Dunia. Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya. Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karena majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula. Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali. Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku. Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi kolonialis banyak bangsa. Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya. Makin banyak kita meminjam uang, makin gembira karena leher kita makin mudah dipatahkannya. Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali. Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan penelitian. Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi, dari depannya penuh janji, adalah industri korupsi . Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram, ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam. Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret, jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras, yang di atas tukang tindas. Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung. Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah. Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu'. Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya. Begitu sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya. Begitu khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah. Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada maling yang istiqamah? Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya, membentang dari depan sampai ke belakang, melimpah dari atas sampai ke bawah, tambah merambah panjang deretan saf jamaah. Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin. Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah? Bagaimana menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi dari atas sampai ke bawah? Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah. Bagaimana ini? Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up Operation), tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu dan sekolahan. Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana kemari, kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji. Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran, otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha dan memohon ampunan Tuhan. Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah? Jamaahnya kukuh seperti diding keraton, tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang, malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang, penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian. Bagaimana caranya memroses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu, barangkali sekitar satu juta orang ini, cukup jadi sebuah negara mini, meliputi mereka yang pegang kendali perintah, eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis, yang pegang pestol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya? Mau diperiksa dan diusut secara hukum? Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan? Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman? Hakim dan jaksa yang bersih dari penyuapan? Percuma Seratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkan Insya Allah tak akan terselesaikan. Jadi, saudaraku, bagaimana caranya? Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan. Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka orang yang shalat juga, orang yang berpuasa juga, orang yang berhaji juga. Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka. Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak sampai hati menegurnya. Celakanya, bila di antara jamaah maling itu ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah, Kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan. Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati. Dan lihat kini jendela dan pintu Rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kosen, tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai. Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap. Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa, televisi rumah Indonesia dijarah anai-anai. Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap. Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna. Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya. Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar. "Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!" teriak mereka. "Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!" bantahku. Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam. Aku melarikan diri kencang-kencang. Mereka mengejarku lebih kencang lagi. Mereka menangkapku. "Ambil bensin!" teriak seseorang. "Bakar Rayap," teriak mereka bersama. Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku. Seseorang memantik korek api. Aku dibakar. Bau kawanan rayap hangus. Membubung Ke udara. SUMBER: http://www.scribd.com <http://www.scribd.com/doc/15890821/Mungkin-Sekali-Saya-Sendiri-Juga-Mal\ ing> --- In [email protected], "Z. Rky. Mulie \(telkomnet\)" <zrkymulie@...> wrote: > > Usul ambo, > Bagi sanak nan mudo-mudo dan lai basumangaik, silahkan beri masukan pada Pak > Patrialis Akbar atau pemerintah, untuak melakukan hukuman potong tangan bagi > pincilok dan koruptor, sahinnggo pinjaro hanyo akan di hunyi oleh > tahanan-tahan nan dilua katogori nan pancilokko malalui "facebook", baa agak > ati..?..:)) > > Alah muak awak banyakna pitih negara alah habih dek dicilok dan untuak biaya > hiduiknyo di pinjaro, heheheh > > ----- Original Message ----- > From: "Z. Rky. Mulie (telkomnet)" zrkymulie@... > To: [email protected] > Cc: [email protected] > Sent: Friday, May 13, 2011 8:01 AM > Subject: Re: [RGM_GM] Menkumham salmi dalam masalah Ganja. > > > Tambahan pandapek ambo ciek lai adolah: > Bagi nan tangannyo nan alah tapotong tu haknyo untuak ikuik pilkada atau > pemilu indak diahpuihakan doh, dengan kato lain, silahkan bakampanye jo > tangan buntuang..:)) > > mohon maaf wassalam, > > ----- Original Message ----- > From: "Z. Rky. Mulie (telkomnet)" zrkymulie@... > To: [email protected] > Cc: [email protected] > Sent: Friday, May 13, 2011 7:44 AM > Subject: Re: [RGM_GM] Menkumham salmi dalam masalah Ganja. > > > Pak Datuak yth, > Jalan kalua nan paliang rancak manuruik ambo adolah, bagi tahanan pinjaro > nan mancilok (korupsi) dipotong sajo tangannnyo kamudian dibebaskan pulang > karumah masiang-masiang dan bagi tahanan nan kasalahannyo mambunuah dibunuah > pulo dst..., sasuai nan di anjurkan dalam ugamo islam. > > Nah..., mako dengan sandirinyo biaya nan dikaluakan oleh negara untuk > mambari makan bagi tahanan pinjaro indak akan ado lai. > > Baa agak ati...:)) > > mohon maaf wassalam, > Z. Rky Mulie. > > ----- Original Message ----- > From: mulyadi@... > To: [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected] > Sent: Friday, May 13, 2011 7:21 AM > Subject: [RGM_GM] Menkumham salmi dalam masalah Ganja. > > > > Karano pinjaro (kandang situmbin) alah panuah, Menkumham nan urang awak tu > > dikecek an oleh Metro TV pagi ko Salmi (salah mikir) dek karano pak > > mantari mangaluakan peraturan/kebijakan bahaso apabilo kedapatan seseorang > > nan mambao ganja dibawah 1 gram akan dibebaskan dari hukuman penjara tapi > > akan dimasuakkan ka panti rehabilatasi. Nan jadi pertanyoan kito adolah > > kalau panti rehabilatasi panuah baa lah masa depan generasi kito ???? > > Aiyaiyai ... Alah habih padi dek jawi .... Saluang sajo nan ka > > manyampaikan. > > Wassalam, > > HMDtMB (54+) > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > > Teruuusss...! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
