Kalau maling pitih jaleh nilainyo baa kolah hukuman maliang paling berbahya 
sang pancilok wakatu

Sent from my iPhone

On May 13, 2011, at 7:36 AM, "sjamsir_sjarif" <[email protected]> wrote:

> Maa Angku "Z. Rky. Mulie (telkomnet)" zrkymulie@...
> 
> Kok dipotong tangan para pancilok ko, khawatir ambo kok kito mancaliak 
> Manusia  Tak Bertangan bergelandangan sepanjang jalan di Tanah Air Tercinta 
> ...
> 
> Email berikut diforwardkan kawan ambo ko; lah ambo paciak sajak duo bulan nan 
> lalu. Karano lah duo bulan alun ado balasan dari Angku Taufiq Ismail, rasonyo 
> indak ka baa doh kok ambo lapehkan ka Lapau karano sumber referensinnyo lah 
> langkok disabuikkan di bawah karya baliau tu. Ambo taruihkan langkok jo 
> sumber korespondensi kami, di bawah ko.
> 
> Salam,
> --MakNgah
> Sjamsir Sjarif
> Santa Cruz, California, May 12, 2011
> 
> 
> Flag this message
> Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling
> 
> Tuesday, March 15, 2011 3:34 PM
> From:
> "Sjoufjan Awal (CBN)" <[email protected]>
> Add sender to Contacts
> To:
> "Taufiq Ismail" <[email protected]>
> Cc:
> "Hambo Ciek" <[email protected]>
> Pak Taufiq yth,
> 
>  
> 
> Saya teruskan email sahabat saya Sjamsir Sjarif yang bermukim di Santa Cruz, 
> USA, yang minta izin menyebarkan puisi Bapak ini.
> 
> Saya harap boleh, karena saya sendiri sudah lancang menyebarluaskannya  ke 
> sahabat-sahabat saya,
> 
>  
> 
> Terima kasih dan salam,
> 
>  
> 
> Sjoufjan Awal
> 
>  
> 
> From: Hambo Ciek [mailto:[email protected]] 
> Sent: Tuesday, March 15, 2011 10:07 PM
> To: Dr Imat Amidjaya; 'Leksin Awal'; Maya Yusufina; 'Wabas Awal'; Fawzy 
> Siddik; Irwan M Habsjah; Mustafa Yatim; Prof. Sofian Effendi MPIA; 
> [email protected]
> Subject: Re: Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling
> 
>  
> 
> Oh Dear, what the hell is going on! Curahan serakan keluhan hati fantastik! 
> Bravo. Ku kenang Rayapmu Taufiq Ismail...
> 
> Terima kasih Pak Sjoufjan, bolehkah saya forwardkan ke Rantaunet, Baagaimana 
> mendapatkan izin dari Pak Taufiq? Mailing kami, "Rantaunet" dengan julukan 
> "Lapau"  Mailing berbahasa Minang tertua saya ikut mendirikan dengan 4-5 
> kawan akhir 1992 kini beranggotakan sudah melebihi 1600 kabarnya sudah 1800 
> orang dengan frekuensi posting hampir tiga-5 menit, ditekankan berbahasa 
> Minang namun Bahasa Indonesia selalu ada, Anggotanya  tersebar di antero 
> Kamgung Halaman dan Rantau Maya.
> 
> Salam,
> -- Sjamsir Sjarif
> Santa Cruz, Calikfornia
> 
> --- On Tue, 3/15/11, Sjoufjan Awal (CBN) <[email protected]> wrote:
> 
> 
> From: Sjoufjan Awal (CBN) <[email protected]>
> Subject: Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling
> To: "Dr Imat Amidjaya" <[email protected]>, "Hambo Ciek" 
> <[email protected]>, "'Leksin Awal'" <[email protected]>, "Maya 
> Yusufina" <[email protected]>, "'Wabas Awal'" <[email protected]>, 
> "Fawzy Siddik" <[email protected]>, "Irwan M Habsjah" 
> <[email protected]>, "Mustafa Yatim" <[email protected]>, "Prof. 
> Sofian Effendi MPIA" <[email protected]>
> Date: Tuesday, March 15, 2011, 7:42 AM
> 
>  
> 
> Bahan Renungan
> 
> Selamat membaca
> 
>  
> 
>  
> 
> Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling
> 
> Oleh Taufiq Ismail
> 
> (Dari Prof. Tun Tedja 13 Feb 2011)
> 
> Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,
> 
> terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.
> 
> Penganggur 40 juta orang,anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid,
> 
> pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang,
> 
> VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan 
> jalan dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.
> 
>  
> 
> Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor Pegadaian 
> Jagat Raya,
> 
> dan dipunggung kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF dan Penunggak Bank 
> Dunia.
> 
> Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upah
> paling murah sejagat raya.
> 
>  
> 
> Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh harapan dan 
> angan-angan
> 
> di pelabuhan dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karena
> 
> majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa
> dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.
> 
>  
> 
> Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.
> 
> Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.
> 
> Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi kolonialis banyak bangsa.
> 
> Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya.
> 
> Makin banyak kita meminjam uang, makin gembira karena leher kita makin
> mudah dipatahkannya.
> 
>  
> 
> Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali.
> 
> Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan penelitian.
> 
> Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi, dari depannya penuh 
> janji, adalah industri korupsi .
> 
> Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram,
> 
> ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.
> 
> Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret,
> 
> jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras,
> 
> yang di atas tukang tindas.
> 
>  
> 
> Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung.
> 
> Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah.
> 
> Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu'.
> 
> Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya.
> 
> Begitu sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya.
> 
> Begitu khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah.
> 
> Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada maling yang istiqamah?
> 
>  
> 
> Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya,
> 
> membentang dari depan sampai ke belakang, melimpah
> 
> dari atas sampai ke bawah, tambah merambah panjang deretan saf jamaah.
> 
> Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin.
> 
> Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah?
> 
> Bagaimana menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi
> 
> dari atas sampai ke bawah?
> 
> Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian juga dari yang pegang senjata 
> dan yang memerintah.
> 
>  
> 
> Bagaimana ini?
> 
> Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up 
> Operation),
> 
> tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu dan sekolahan.
> 
> Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana kemari,
> 
> kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji.
> 
> Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran,
> 
> otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha dan memohon ampunan Tuhan.
> 
> Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah?
> 
> Jamaahnya kukuh seperti diding keraton, tak mempan dihantam gempa dan banjir 
> bandang,
> 
> malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang, penegak 
> hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian.
> 
> Bagaimana caranya memroses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu, 
> barangkali sekitar satu juta orang ini,
> 
> cukup jadi sebuah negara mini, meliputi mereka yang pegang kendali perintah, 
> eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis, yang pegang pestol  dan 
> mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya?
> 
> Mau diperiksa dan diusut secara hukum?
> 
> Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?
> 
> Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?
> 
> Hakim dan jaksa yang bersih dari penyuapan?
> 
> Percuma
> 
> Seratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkan
> 
> Insya Allah tak akan terselesaikan.
> 
> Jadi, saudaraku, bagaimana caranya?
> 
> Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia
> mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun dan turun-temurun sudah mereka 
> kumpulkan.
> 
> Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka
> orang yang shalat juga,
> orang yang berpuasa juga,
> orang yang berhaji juga.
> 
> Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka.
> 
> Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada hubungan 
> darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak sampai hati 
> menegurnya.
> 
> Celakanya, bila di antara jamaah maling itu ada orang partai kita, orang 
> seagama atau sedaerah,
> Kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan dan
> diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan.
> 
> Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati.
> 
> Dan lihat kini jendela dan pintu Rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kosen, 
> tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai.
> 
> Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap.
> 
> Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa,
> 
> televisi rumah Indonesia dijarah anai-anai.
> 
> Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah
> 
> Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap.
> 
> Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.
> 
>  
> 
> Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya.
> 
> Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar.
> 
> "Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!" teriak mereka.
> 
> "Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!" bantahku.
> 
> Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam.
> 
> Aku melarikan diri kencang-kencang.
> 
> Mereka mengejarku lebih kencang lagi.
> 
> Mereka menangkapku.
> 
> "Ambil bensin!" teriak seseorang.
> 
> "Bakar Rayap," teriak mereka bersama.
> 
> Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku.
> 
> Seseorang memantik korek api.
> 
> Aku dibakar.
> 
> Bau kawanan rayap hangus.
> 
> Membubung Ke udara.
> 
>  
> 
> SUMBER: http://www.scribd.com
> 
> 
> --- In [email protected], "Z. Rky. Mulie \(telkomnet\)" 
> <zrkymulie@...> wrote:
> >
> > Usul ambo,
> > Bagi sanak nan mudo-mudo dan lai basumangaik, silahkan beri masukan pada 
> > Pak 
> > Patrialis Akbar atau pemerintah, untuak melakukan hukuman potong tangan 
> > bagi 
> > pincilok dan koruptor, sahinnggo pinjaro hanyo akan di hunyi oleh 
> > tahanan-tahan nan dilua katogori nan pancilokko malalui "facebook", baa 
> > agak 
> > ati..?..:))
> > 
> > Alah muak awak banyakna pitih negara alah habih dek dicilok dan untuak 
> > biaya 
> > hiduiknyo di pinjaro, heheheh
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "Z. Rky. Mulie (telkomnet)" zrkymulie@...
> > To: [email protected]
> > Cc: [email protected]
> > Sent: Friday, May 13, 2011 8:01 AM
> > Subject: Re: [RGM_GM] Menkumham salmi dalam masalah Ganja.
> > 
> > 
> > Tambahan pandapek ambo ciek lai adolah:
> > Bagi nan tangannyo nan alah tapotong tu haknyo untuak ikuik pilkada atau
> > pemilu indak diahpuihakan doh, dengan kato lain, silahkan bakampanye jo
> > tangan buntuang..:))
> > 
> > mohon maaf wassalam,
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "Z. Rky. Mulie (telkomnet)" zrkymulie@...
> > To: [email protected]
> > Cc: [email protected]
> > Sent: Friday, May 13, 2011 7:44 AM
> > Subject: Re: [RGM_GM] Menkumham salmi dalam masalah Ganja.
> > 
> > 
> > Pak Datuak yth,
> > Jalan kalua nan paliang rancak manuruik ambo adolah, bagi tahanan pinjaro
> > nan mancilok (korupsi) dipotong sajo tangannnyo kamudian dibebaskan pulang
> > karumah masiang-masiang dan bagi tahanan nan kasalahannyo mambunuah dibunuah
> > pulo dst..., sasuai nan di anjurkan dalam ugamo islam.
> > 
> > Nah..., mako dengan sandirinyo biaya nan dikaluakan oleh negara untuk
> > mambari makan bagi tahanan pinjaro indak akan ado lai.
> > 
> > Baa agak ati...:))
> > 
> > mohon maaf wassalam,
> > Z. Rky Mulie.
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: mulyadi@...
> > To: [email protected]; [email protected];
> > [email protected]; [email protected]
> > Sent: Friday, May 13, 2011 7:21 AM
> > Subject: [RGM_GM] Menkumham salmi dalam masalah Ganja.
> > 
> > 
> > > Karano pinjaro (kandang situmbin) alah panuah, Menkumham nan urang awak tu
> > > dikecek an oleh Metro TV pagi ko Salmi (salah mikir) dek karano pak
> > > mantari mangaluakan peraturan/kebijakan bahaso apabilo kedapatan seseorang
> > > nan mambao ganja dibawah 1 gram akan dibebaskan dari hukuman penjara tapi
> > > akan dimasuakkan ka panti rehabilatasi. Nan jadi pertanyoan kito adolah
> > > kalau panti rehabilatasi panuah baa lah masa depan generasi kito ????
> > > Aiyaiyai ... Alah habih padi dek jawi .... Saluang sajo nan ka
> > > manyampaikan.
> > > Wassalam,
> > > HMDtMB (54+)
> > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > > Teruuusss...!
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke