Waalaikumsalam wr wb
Mak Doto Hilman, untuk kabupaten Tanah Datar dari 75 nagari nan ado, alah
terdapat 2 kenagarian yang sudah memiliki website nagari, yaitu kanagarian
Padang Magek kec. Rambatan & kanagarian Rao-Rao kec. Sungai Tarab.
Mungkin iko bisa menjadi jawaban bagi mak Doto Hilman mangapo ambo indak pernah
mengirimkan satu email pun tentang pendampingan webiste nagari untuk kanagarian
Rao-Rao.
wasalam
AZ/lk/33th
Surau Nurul Ihsan suku Mandahiliang Nagari Tanjuang
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 23 Mei, 2011 09:48:07
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Alhamdulillah, Pendampingan Pelatihan
WebsiteNagari
di mulai hari ini di Nagari Sugayang
Assalamu'alaikum wr wb.Dunsanak Armen yth.Katiko lai di Tanjuang ko -kan dakek
ka Rao rao- tolpng hubungi wali nagarinyo Firman Bakar dt Sinaro.Barangkali
niodibuekkan pulo Cluster sarupo nagari2 lain.Kok iyo lai namueh,untuk dananyo
Ambo mauruskan jo parantau nan di Jakarta (lKRAR Jaya).Tarimo kasih banyak n
Wassalaam
Hilman Mahyuddin, MD
________________________________
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 23 May 2011 01:58:03 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Cc: ASLIM NURHASAN<[email protected]>; Dutamardin Umar Gasan
Gadang<[email protected]>; Saafroedin Bahar Kampuang
Dalam<[email protected]>; Abraham Ilyas Tanjuang<[email protected]>;
Muhammad Suryanegara<[email protected]>; asmun
sjueib<[email protected]>;
Firdaus HB Sianok VI Suku<[email protected]>; Mestika Zed Batu
Ampa<[email protected]>; Afrijon Ponggok Batipuah
Baruah<[email protected]>
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Alhamdulillah, Pendampingan Pelatihan Website
Nagari
di mulai hari ini di Nagari Sugayang
Assalamualaikum wr wb,
Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan,
Sejatinya program ini akan kami upayakan berjalan estafet selama 3.5 tahun
kedepan untuk melakukan pendampingan di 112 cluster dari 135 kecamatan yang ada
di 11 kabupaten & 7 kota di Sumbar.
Mengapa hal ini dilakukan dengan cara estafet per cluster yang memakan waktu
hingga 3 minggu untuk setiap clusternya? Sebab untuk melakukan transfer
teknologi diperlukan waktu yang cukup serta kesabaran untuk melakukan
pendampingan. Selain itu, hal ini sangat menghemat biaya operasional yang kami
keluarkan (saat ini sebesar 2,3 jt/cluster) dimana untuk cluster Tanjuang
Sugayang Minangkabau dibagi rata oleh perantau dari ke 3 nagari mantun.
Sebenarnya hal ini sudah harus berjalan sejak Februari yang lalu (dimana pada
bulan Mei baru bisa dimulai). Hal ini disebabkan ide yang sudah ambo susun
sejak
Oktober 2010 yang lalu belum mendapat naungan sebuah organisasi (NGO) yang bisa
mewadahinya. Semula harapan saya setelah SKM 2010 ada bulan Desember selesai
dilakukan, akan segera lahir NGO yang akan membidangi hal ini. Namun sepertinya
para SC dari SKM kehilangan momentum untuk itu sebab lebih serius dalam
memproduksi buku hasil SKM 2010.
Namun, saya tidak pernah merasa harus berhenti, dimana ketika pak Afrijon jo
mak
Dutamardin bersama-sama berdiskusi tentang nagari di rumah Gadang pak Dt Rainal
Rai di Sulik Aie, kelihatannya peluang ini terbuka kembali, dimana ada rencana
melahirkan MAPAN atau yang kemudian menjadi MARAPALAM untuk menyokong hal ini
selanjutnya.
Selain secara bertahap memberikan pendampingan pelatihan hardware, software &
website/mailing list nagari, insya Allah seluruh peserta pelatihan ini akan
dibuatkan forum jejeraingnya di dunia maya seperti mailing list & page
facebooknya sehingga seluruh perserta pelatihan dari setiap cluster bisa saling
berdiksusi & berkomunikasi sebagai satuan kelompok belajar mandiri yang akan
meneruskan pendalaman materi tentang IT ini.
Saya kira, bantuan & perhatian dari pak Ephi, angku, mamak, bundo sarato adi
dunsanak nan lain akan sangat membantu memberikan semangat bagi pemuda-pemuda
minangkabau yang berada di nagari-nagari. Sesekali saya selalu memberikan
pemahaman, bahwa hampir setiap hari saya bertukar informasi dengan urang awak
nan ado di Sterling Virginia, mandapek kaba di tapi ombak nan badabua Santa
Cruz, atau mandanga paparan sanak ambo St Mancayo nan acok bakuliliang
dipenjuru nusantara nan ko.
Ambo cubo memberikan pemahaman kepada adiak-adiak kito nan ado di nagari,
bahasonyo kemajuan IT saat kini akan sangat membantu menjalin komunikasi antar
nagari, antar anak nagari baiak nan di kampuang jo di perantauan pabilo ado
sdm-sdm di nagari yang bisa memberikan waktu luangnya untuk mengelola website
nagari & mailing list nagari yang bisa mengumpulkan anak kemanakaan dimano sajo
barado.
Tidak perlu berbiaya mahal, asal kita mau berbagi, minimal ada 3 nagari atau
maksimal ada 6 nagari dalam satu cluster sehingga pelatihan bisa dilakukan
bersama-sama. Sebagai rincinya bisa saya paparkan sebagai berikut :
1. Biaya operasional yang dibutuhkan : Rp. 2.300.000,- per 1 cluster
3 nagari dalam 1 cluster = Rp. 766.667,- per nagari = 10 pemuda per nagari
(total 30 pemuda)
4 nagari dalam 1 cluster = Rp. 575.000,- per nagari = 8 pemuda per nagari
(total 32 pemuda)
5 nagari dalam 1 cluster = Rp. 460.000,- per nagari = 6 pemuda per nagari
(total 30 pemuda)
6 nagari dalam 1 cluster = Rp. 383.334,- per nagari = 5 pemuda per nagari
(total 30 pemuda)
2. Setiap nagari yang akan dilakukan pendampingan sudah memiliki
minimal 1
peralatan yang compatible untuk mengakses internet (minimal pentium 4) & paling
tidak terdapat 2 unit PC di pemerintahan nagari sehingga tidak mengganggu
pelayanan adminitrasi ke masyarakat.
3. Sangat diharapkan perantau mau membantu insfratruktur di nagari
seperti
peralatan komputer, akses internet (line telpon ataupun modem wirelles) &
beberapa unit komputer yang nantinya bisa dilakukan pelatihan lanjutan kepada
pemuda nagari dengan instruktur yang sudah mengikuti pelatihan dari kami.
4. Kami akan melakukan pendampingan apabila minimal ada 3 nagari yang
mengajukan permintaan pendampingan pelatihan website & mailing list nagari.
Dengan adanya minimal 3 nagari yang ikut serta dalam 1 cluster di harapan
organisasi perantau dari ke 3 nagari mantun akan sering berkomunikasi, begitu
pula dengan ke 3 pemerintahan nagari serta pemuda dari ke 3 nagari yang kami
berikan materi pelatihan sehingga membentuk kelompok diskusi.
Kami tidak melayani permintaan 1 atau 2 nagari saja dalam 1 cluster walaupun
ada
penawaran biaya operasional yang jauh lebih besar dari biaya normal, sebab kami
sangat berharap dari kegiatan ini ada muncul paradigma baru untuk membangun
ranah minang diperlukan kerjasama secara bersama-sama, mulai dari komunitas
perantaunya, pemerintahan nagarinya hingga pemuda-pemuda nagari di kampung
halaman bisa saling bekerjasama.
Sehingga rasa eklusifitas dari suatu nagari bisa terkikis secara perlahan-lahan
& melahirkan sikap mental bahwa setiap nagari di ranah minang memiliki
kesetaraan yang sama dengan nagari lainnya.
Saya kira, selama 3 minggu adalah waktu yang lumayan cukup untuk melatih pemuda
nagari, sambil melakukan sosialisasi kepada stake holder nagari seperi KAN,
Alim
Ulama, Cadiak Pandai untuk ikut serta & aktif mengisi topik-topik yang akan
dirilis setiap pekannya di website pemerintahan nagari.
Selain itu, waktu 3 minggu juga bisa dimanfaatkan untuk malala ke suduik-suduik
nagari melakukan reportase untuk dokumentasi foto & video mengumpulkan pontensi
nagari seperti wisata, sejarah, budaya, kuliner & lain sebagainya.
Mungkin itu sajo nan bisa ambo sampaikan daulu, dek tadi hari akad, kami
lakukan
pelatihan dalam 2 sesi, pagi & sore hari. Kironyo setelah shalat isya, ado juo
adiak-adiak kito nan tibo ka Surau suku Mandahiliang nagari Tanjuang untuk
menambah kaji dari pelatihan nan alah bajalan 2 hari salaruik salamo nan ko.
Dek karano badan memang alun sihaik bana, ambo mohon diri daulu kapado angku,
mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN untuk beristirahat daulu. Pabilo
ado kato nan kurang berkenan mohon di maafkan, pabilo ado nan taraso masih
kurang, silahkan ditukuak jo dibilai.
wasalam
AZ/lk/33th
Surau Suku Mandahiliang, kanagarian Tanjuang
kec. Sugayang Tanah Datar
hanyo 3 km dari makam Makhudum di Sumaniak,
hanyo 2,5 km dari sentra penghasil aia niro di kaki gunuang Sago
hanyo 8 km dari puncak Pato
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/