Wa'alaikumussalam wr.wb. Sanak St. Sinaro dan dusanak kasadonyo.
Komuniti Islam di Indonesia bukankah sudah jelas sama-sama Islam dan sama-sama mengakui sebagai WNI. Kalau kedua komuniti berbeda ideologi filosofis ( bertolak belakang ) maka kenapa terjadi demikian? Apakah karena perumpamaan yang diambil ibarat sebuah koin? Kalau sudah sama ideologi filosofisnya apakah ibarat sebuah koin nya bisa dilupakan? Saya pernah membaca komuniti Islam didunia filosofi ideologisnya terbagi 3 yaitu : Keras, Moderat dan Lunak padahal destinasinya sama karena pegangannya sama-sama Al Qur'an dan al Hadist. Dalam keadaan darurat biasanya yang bicara hati nurani, makanya sering kita saksikan manusia minta pertolongan Allah SWT. Sepakat karena kepentingan sama yaitu membentuk NKRI. Komuniti Islam yang diwakili 8 orang mengalah dan setuju mencoret 7 kata dalam Piagam Jakarta. Sebenarnya komuniti Nasrani dan Hindu juga mengalah karena menerima kalimat tauhid: KeTuhanan Yang Maha Esa padahal Tuhannya 3.. Saya kira pada zaman Nabi Muhammas SAW hal mengalah semacam itu pernah terjadi dalam perdamaian Hudabiyah, sanak pasti lebih tahu dari saya. Pembukaan UUD-45 berisi Proklamasi, Deklarasi, Ideologi Filosofis dan Destinasi bangsa Indonesia yang disepakati oleh semua komuniti bangsa dalam kerangka NKRI. Bila berubah maka NKRI bubar. Kalau direnungkan keempat paragraphnya bernafaskan Islam., boleh didiskusikan yang mana yang tidak Islami. Sekali lagi komuniti lain mengalah dan menerimanya. Batang Tubuh UUD-45 terbuka untuk perubahan dengan syarat dijiwai oleh Pembukaan UUD-45. Semua komuniti yang ada di NKRI akan berusaha untuk merubah sesuai dengan kepentingan masing-masing, termasuk komuniti Islam. Maka persoalannya adalah bagaimana memenangkan kepentingan Islam. Tentulah jawabannya : Komuniti Islam harus berusaha dulu menyamakan ideologi filosofisnya, berarti harus keluar dari koin agar tidak bertolak belakang. Bukankah komuniti Islam mayoritas 90% sangat berpeluang untuk menang. Disitulah hebatnya kearifan para Founding Fathers kita yang mayoritas Islam, berhasil meng abstraksi Al Qur'an dan al Hadist kedalam Pembukaan UUD-45 karena diterima komuniti diluar Islam . Soal terminologi kaffah saya sependapat, makanya anggota MPR RI yang mayoritas Islam harus lebih dahulu benar-benar kaffah agar bisa memenangkan kepentingan Islam.. Kita bisa juga mempertanyakan komuniti Islam di Timur Tengah apakah sudah kaffah? Kenapa kalah dengan komuniti Israel yang hanya 5%. Mereka pasti tahu firman Allah: "wa'tasimu bihablillah jamii a', wala tafarraquu" ( maaf kalau salah tulis.). Semoga menjawab semua pertanyaan yang sanak sampaikan. Wassalam, Asmardi Arbi From: Sutan Sinaro Sent: Wednesday, May 25, 2011 1:17 PM To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Komuniti Islam di Indonesia Assalamu'alaikum. w.w. Pak Asmardi yang saya hormati dan dunsanak kasadonyo, terima kasih atas respons nya yang cepat dan bagusnya pandangan bapak tentang komuniti ini. Hanya saja pertanyaan demi pertanyaan bermunculan dari pandangan itu. Mungkin karena kurang detail atau kurang mendasar. Semoga ini dapat kita diskusikan dengan baik untuk menghilangkan keragua-raguan yang ada selama ini. Mari kita lihat satu persatu. (Tulisan bapak dibawah diangkat ke atas dengan tanda >, untuk didiskusikan satu persatu) >Kedua komuniti sama-sama beragama Islam dan sama-sama berwarganegara Indonesia. Dilihat dari sini, ya sama pak, ibarat uang logam, benda nya satu juga, akan tetapi secara filosofis bertolak belakang. Sayangnya komuniti tidak persis sama dengan uang logam, karena komuniti adalah himpunan. Kalau uang logam, satu muka masuk kantong, maka muka yang lain juga masuk kantong, meskipun yang satu menghadap ke kiri dan yang lain menghadap ke kanan. Tetapi tidak untuk komuniti, kalau satu bagian menghadap ke kiri dan yang lain menghadap ke kanan, maka keduanya tidak akan pernah sama destinasinya. Yang melihat kekiri, tidak melihat ke sebelah kanan alias buta dan sebaliknya. Jelas ini tidak sama seperti dinyatakan "Tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat" (QS:35:19). "Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak pula sama orang yang beriman serta mengerjakan amal shaleh dengan orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran". (Qs:40:58). "Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung." (QS:59:20). Bereferensi ke sini, ternyata ndak sama dia pak. Gimana kira-kira ?. >Kedua komuniti melalui 8 wakilnya yang beragana Islam dari panitia 9 di KNIP sepakat >untuk menerima Panca Sila sebagai ideologi filosofis dan UUD-45 sebagai dasar >negara NKRI yang di deklarasikan pada tgl.18 Agustus 1945 sehari setelah Proklamasi > Kemerdekaan. Pembukaan UUD-45 dimana ada ideologi filosofis Panca Sila tidak boleh > berubah karena akan berakibat berubahnya NKRI yang telah disepakati. Menurut sejarah, kesepakatan yang dibuat adalah dalam keadaan darurat (emergency), bahkan sampai kepada bentuk kabinet harus diubah menjadi perlementer demi mendahulukan tercapainya kemerdekaan. Dan janji Soekarno akan mengembalikan kepada keadaan semula setelah tercapainya kemerdekaan. Nah, apakah dalam hal ini setelah keadaan emergency itu tidak ada lagi, kita masih memakai kesepakatan emergency ?. Ketika air tidak kita temukan, kita boleh bertayamum, karena emergency. Tetapi tayamum tidak dipakai lagi bila keadaan emergency sudah tidak ada lagi. Apakah tidak demikian halnya pak ?. berubah karena akan berakibat berubahnya NKRI yang telah disepakati. Sedang Batang Tubuh UUD-45 terbuka untuk berubah sesuai perkembangan zaman. Panca Sila adalah ideologi filosofis untuk urusan dunia komuniti manusia Indonesia dalam wilayah NKRI termasuk manusia Indonesia yang beragama Islam. Semua Sila dalam Panca Sila adalah ajaran Islam, sedang UUD-45 dijiwai oleh Panca Sila. Jadi masalahnya apakah manusia Indonesia yang mayoritas beragama Islam apakah sudah benar-benar beragama Islam secara kaffah? Kalau sudah maka kedua komuniti akan selamat. Insya Allah, NKRI juga selamat sesuai janji dan kesepakatan Founding Fathers NKRI. "Janji adalah amanah, barangsiapa yang melanggar amanah maka tunggulah saat kehancurannya" (sabda nabi). "dan bermusyawarahlah kamu dalam urusan dunia, bila sudah membulatkan tekad maka bertawaqallah kepada Allah" (firman Allah SWT). Maaf kalau ada yang salah dan kurang tepat. Wassalam, Asmardi Arbi ( 69+, Tangsel ) From: Sutan Sinaro Sent: Tuesday, May 24, 2011 8:40 PM To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Komuniti Islam di Indonesia Assalamu'alaikum. w.w. Secara ideologis filosofis komuniti Islam di Indonesia terbagi dua, yakni manusia Islam -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
