Ini tulisan siapa? Dimana dimuatnya? Sptnya ada yg janggal dg tulisan ini. 



~~."IJP".~~

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 28 May 2011 00:26:03 
To: Rantau Net<[email protected]>; Forhami 
group<[email protected]>; pkdp indonesia<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kasihan Gubernur Sumbar

Mana wakil kita yg dari sumbar yg ada di dpr ri itu, anggota dpd yg 4 org




Mei 27th, 2011 @ 10:46 AM

Kasihan Gubernur dari PKS

Kategori: Tulisanku



Irwan Prayitno

Tentunya kita masih ingat dengan peristiwa gempa bumi dan tsunami yang menimpa 
beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Barat pada 30 September 2009 yang lalu. 
Bencana tersebut memakan korban ribuan orang dan merusak sekitar ratusan rumah 
warga dan juga puluhan gedung.

Sebagai seorang pemimpin daerah, Gubernur Sumatera Barat yang bernama Irwan 
Prayitno harus memikirkan bagaimana nasib orang-orang yang dipimpinnya. 
Berbagai cara mungkin telah dilakukannya. Salah satunya adalah dengan meminta 
bantuan dana dari pemerintah pusat.

Pemerintah telah menyiapkan dana buat penanggulangan bencana alam yang diambil 
melalui APBN. Sumatera Barat yang kebetulan pada waktu itu tertimpa bencana 
alam, pemerintah menyiapkan dana sebesar 6,4 Triliun guna melakukan 
perbaikan-perbaikan setelah terjadinya bencana tersebut.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, dana bantuan gempa bumi 
untuk pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat sebesar Rp3 triliun dari Rp6,4 
triliun menguap (HILANG TANPA KETAHUAN).

“Awalnya ada dan terdapat dalam APBN untuk dana bantuan kepada Sumbar sebanyak 
Rp6,4 triliun. Dari Rp6,4 triliun, sekitar Rp3,3 triliun untuk bantuan rumah 
masyarakat itu sudah turun dan telah disalurkan,” kata Irwan usai bertemu Ketua 
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman di Gedung Nusantara II DPR RI, 
Jakarta, Jumat.

Pemerintah daerah Sumatera Barat dikirimkan dana awal sebesar 3 Triliun rupiah 
yang akan digunakan untuk merenovasi rumah-rumah penduduk dan juga merenovasi 
gedung-gedung pemerintahan yang rusak akibat bencana tersebut.

Uang sebesar itu, oleh pemerintah daerah Sumatera Barat dibawah kepemimpinan 
Irwan Prayitno, langsung digunakan untuk memperbaiki rumah warga dan memberikan 
bantuan kepada warga yang tertimpa bencana. Hasilnya, dalam waktu sekitar tiga 
bulan, sekitar 154 ribu rumah telah berhasil dibantu oleh pemerintah daerah 
Sumatera Barat. Berdasarkan kinerja tersebut, Badan Nasional Penanggulangan 
Bencana memberikan penghargaan kepada Pemerintahan Daerah Sumatera Barat karena 
merupakan provinsi yang tercepat dalam menyalurkan bantuan terhadap 154 ribu 
rumah dan memiliki track record terbaik dalam penanggulangan darurat.

Penanganan korban gempa, Pemda Sumbar dalam waktu 3 bulan mampu 
menyelesaikannya secara tuntas dan bahkan mendapat penghargaan dari BNPB 
sebagai provinsi tercepat menyalurkan bantuan terhadap 154 ribu rumah dan 
memiliki track record terbaik dalam penanggulangan darurat. (Islamedia.web.id)

Seiring perjalanan waktu, sisa uang dari pemerintah yang berjumlah sekitar 3,4 
Triliun rupiah pun tidak turun-turun, padahal masih ada sekitar 50 ribu rumah 
warga dan puluhan gedung pemerintahan daerah yang masih perlu membutuhkan 
bantuan. Mungkinkah karena pemerintah melihat bahwa pembangunan pasca bencana 
alam di Sumatera Barat tergolong baik, sehingga pemerintah tidak mau menurunkan 
sisa dana tersebut?

Setelah lama menunggu dan tidak ada kepastian, akhirnya sang Gubernur pun 
bertindak. Beliau mendatangi Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna 
meminta sisa dana bantuan tersebut. Ternyata, BNPB menyarankan kepada Sang 
Gubernur untuk meminta kepada Menteri Keuangan. Menindaklanjuti saran tersebut, 
akhirnya Sang Gubernur pun meminta kepada Menteri Keuangan yang waktu itu 
dijabat oleh Sri Mulyani. Tetapi tidak ada hasil.

Setelah tidak menemui jalan tengah, Sang Gubernur tetap berjuang mencari 
kepastian dana untuk pembangunan daerahnya pasca terjadinya bencana. Akhirnya, 
Sang Gubernur pun meminta penjelasan kepada Badan Anggaran DPR. Di badan 
anggaran DPR tersebut, Sang Gubernur pun mendapatkan informasi bahwa dana 
tersebut sudah dimasukkan kembali kepada Kementerian Keuangan. Tidak lama 
berselang, Sang Gubernur mendapatkan surat dari Kementerian PU soal pembangunan 
gedung-gedung perkantoran diserahkan pada kementerian masing-masing.

Waktu itu, ujarnya, BNPB menyarankan untuk diminta kepada Menteri Keuangan dan 
dirinya meminta Menkeu (Sri Mulyani ketika itu) dan kemudian ke Dirjen Anggaran 
serta meminta penjelasan kepada Badan Anggaran DPR. Di Badan Anggaran DPR 
dikatakan bahwa dana tersebut sudah dimasukkan kembali ke Kemenkeu. Tak lama, 
datang surat dari Kementerian PU soal pembangunan gedung itu diserahkan pada 
kementerian masing-masing. (islamedia.web.id) 

Mungkin, karena kesal “dipermainkan” seperti itu, akhirnya Sang Gubernur pun 
mengirimkan surat kepada Presiden SBY. Ternyata, surat tersebut tidak direspon 
oleh Presiden SBY, melainkan direspon oleh Wakil Presiden. Sang Gubernur pun 
mendapatkan informasi bahwa ternyata dana tersebut SUDAH TIDAK ADA SAMA SEKALi.

“Akhirnya kami surati Presiden SBY sebanyak dua kali dan direspon oleh Wakil 
Presiden yang ternyata uangnya SUDAH TIDAK ADA SAMA SEKALI,” kata Irwan.

Sungguh malang nasib Sang Gubernur. Seorang Gubernur pun bisa “dioper sana, 
dioper sini”. Padahal yang dilakukannya adalah mencari dana guna melakukan 
renovasi daerah yang dipimpinnya guna perbaikan kembali kondisi rakyat di 
Sumatera Barat.

Kisah Sang Gubernur, mungkin juga sering kita alami dalam kehidupan kita ketika 
kita berurusan dengan aparat pemerintahan. Kita dioper kesana, dioper keisini, 
tanpa mendapatkan hasil terbaik yang kita inginkan. Ya memang, untuk sementara 
beginilah negeri yang kita cintai itu.

Tetapi Sang Gubernur mungkin tidak ingin dikasihani. Hal yang mungkin adalah, 
beliau bingung dikarenakan uang penanggulangan bencana yang berjumlah 3,4 
Triliun bisa hilang begitu saja, padahal telah dianggarkan. Bahkan mungkin 
saja, Sang Gubernur bertambah bingung ketika Dirjen Anggaran Kementrian 
Keuangan meminta agar Pemerintah Daerah Sumatera Barat membangun 19 Gedung 
pemerintahan melalui dana APBD.

“Dirjen Anggaran bilang pakai APBD saja, lalu saya jawab sama saja dengan mati 
berdiri. Mana ada dana provinsi untuk membangun itu. Sama sekali tidak ada,” 
ungkap mantan Ketua Komisi VIII DPR itu.

Jika dana APBD Sumatera Barat tahun 2011 yang berjumlah Rp.2.123.681.661.518 
tersebut digunakan untuk membangun kembali daerah yang terkena bencana dan juga 
digunakan ntuk membangun gedung-gedung perkantoran, bagaimana dengan 
bagian-bagian lain yang juga membutuhkan dana guna dilakukan perbaikan? 
Sedangkan, dana tersebut telah dialokasikan untuk pembangunan daerah. Anda bisa 
membaca pembagian dana alokasi tersebut disini, disini, disini, disini, dan 
disini.

Oleh karena itu, Sang Gubernur pun meminta semua anggota DPR RI dari Provinsi 
Sumatera Barat untuk memanggil pihak-pihak yang terkait guna dimintai 
pertanggungjawaban mengapa dana penanggulangan bencana sebesar 3,4 Triliun 
tersebut bisa hilang.

“Saya mau konkrit, mohon kiranya kalau tidak ada keberatan, kekuatan kita di 
parlemen ini memanggil Menteri Keuangan Agus Martowardjojo untuk mengatakan 
jangan kira Sumbar itu sudah selesai dari penanganan gempa bumi. Masih ada 
sekitar 50 ribu rumah masyarakat dan 19 gedung Pemerintah Daerah (Pemda) yang 
masih rata dengan tanah dan pegawai kita semuanya berserakan,” kata Irwan 
Ptrayitno.

Jika memang ternyata dana tersebut hilang dikarenakan dibagi-bagi antara sesama 
pejabat tinggi di Pusat, sungguh tidak ada rasa perikemanusiaan sekali mereka. 
Saya Cuma berharap agar dana tersebut benar-benar direalisasikan agar 
masyarakat Sumatera Barat yang terkena bencana pada waktu itu, bisa 
beraktifitas sebagaimana biasanya lagi.

Jika tidak, maka saya hanya bisa berdo’a agar Allah SWT memberikan azab bagi 
kalian. Azab yang berupa rasa sakit yang luar biasa sehingga kalian tidak bisa 
beraktifitas lagi…

O
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Fri, 27 May 2011 15:46:59 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Kasihan Gubernur Sumbar

Kasihan Gubernur dari PKS http://fb.me/12QLQUIB8

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke