Assalamu'alaikum .w.w.
 
Pak Asmardi jo dunsanak kasadonyo.
Kito lanjuikkan nan kapatang.
 
Bab 2 : Pandangan Freemasonry terhadap agama 

FREEMASONRY yang terkenal itu dinamakan Masuniyah dalam bahasa Arab, Masunik
dalam bahasa Urdu, Freemasonry dalam bahasa Inggris, Vrijmetselarij dalam bahasa
Belanda, France Masonerie dalam bahasa Perancis. 

Sikap Freemasonry terhadap agama :

Pada awalnya dalam menjalankan misinya golongan ini menggunakan tali 
persahabatan
dan tidak mau menyinggung soal agama. Pada tahap berikutnya, mereka menerbitkan
buku-buku yang memuat tentang pertumbuhan agama-agama itu dan bermuka ilmiah itu
dikatakannyalah bahwa semua agama itu sama, agama hanya satu alat untuk
memperbaiki akhlak masyarakat atau agama hanya berupa kepercayaan bagian dari
budaya suatu bangsa. Dalam berdakwah menguraikan ajarannya itu gerakan 
Freemasonry
mempergunakan Club-club, balai-balai pertemuan ilmiah, gedung-gedung ikatan 
pemuda,
sehingga pengaruh Freemasonry tertanam pada jiwa-jiwa pemuda itu dan 
orang-orang yang
bertimpang dalam agamanya itu salah paham pada agama. 
 
Seorang pimpinan sebuah organisasi pemuda itu pernah berkata : “Membeda-bedakan
agama itu termasuk fikiran ortodok. Agama itu hanya bagian dari hasil pemikiran
seseorang. Semua agama itu baik, setiap bangsa pun mempunyai agama yang asli 
yang
tumbuh dari bangsa itu sendiri, galilah ajaran asli itu, kembali dan kita 
lestarikan kebu-
dayaan nenek moyang yang luhur itu dan ini kewajiban bagi setiap 
pemuda.”(Majalah 
Kabana No. 6 muka 32) 
“Islam itu hanya akan membawa pada kecintaan seorang tokoh asing dan cinta 
Makah-
Madinah, sedangkan nasrani itu hanya akan membawa pada kecintaan seorang tokoh 
asing pula cinta pada Roma dan adat istiadatnya itu, padahal kita telah 
mem-punyai 
kepercayaan sendiri yang mungkin lebih baik jika kita gali karena memeluk 
ajaran asing itu 
hanya akan membawa kecintaan ke negeri atas angin dan mengokohkan penjajahan 
fisik, 
ideologi dan agama.” (Dari brosur Trikoro Darmo disalin kedalam bahasa 
Indonesia oleh 
Yusuf Amin). 
 
Samuel Smith seorang penggerak Freemasonry Irlandia berkata dalam bukunya : 
“Agama 
itu diciptakan seorang genius untuk merubah moral agama lama kepada moral agama 
baru 
hasil ciptaannya, dengan demikian agama itu kultur yang satu pada kultur yang 
lain. 
(Siasat Masuniyah : 38) 
 
Seorang Simpatisan Freemasonry, Edward Eurnet Tylor berkata : “Culture is that 
complex 
whole which includes knowledge, believe, art, morals law, custom and other 
capacibilities 
and habite, acquired by man as a member of society.” (Suara Kabana No. 14 muka 
32) 
Artinya : Kebudayaan adalah keseluruhan tatanan hidup yang mencakup sistim 
pengetahuan, kepercayaan (agama), kesenian, hukum, moral, adat istiadat, 
kemam-puan 
dan kebiasaan lainnya yang diterima oleh seorang sebagai anggota masyarakat.” 

Khalil Saman seorang anggota Freemasonry dari Timur Tengah berkata : 
“Sesungguhnya 
semua macam agama itu sama saja dan merupakan ajaran-ajaran moral yang ada 
kalanya 
bertentangan dengan moralnya sendiri. Suatu dogma kultural ada kalanya dengan 
ajaran 
agama itu dapat memecah belah bangsa sendiri atau keluarga sendiri sehingga 
kerukunan 
itupun runtuhlah, maka kewajiban bagi seorang Freemasonry untuk menyadarkan 
mereka 
dan membebaskan dari kekangan agama itu. Bagi perjuangan untuk kemajuan, 
pembangunan sebuah negara biasanya penganut agama yang fanatik itu menjadi 
penghalang utama. Orang Islam meng-kafirkan penganut agama lain, menyuruh mem-
punyai anak yang banyak, mengajarkan perang terhadap agama lain, membedakan 
waris 
bagi laki-laki lebih banyak dari perempuan, merampas harta kafir dan 
sebagainya. Dan jika 
kita renungkan cukup untuk menjadi bom waktu bagi penguasa jika umat Islam itu 
dibiarkan bergerak dalam organisasinya yang kuat, waspadalah hai penguasa 
pemerintahan di seluruh dunia, dan wahai Free-masonry seluruh dunia 
bersatulah!” (Siasat 
Free-masonry muka 65) 

Orang-orang Asia Tenggara sendiri yang dianggap memegang teguh ajaran agamanya 
itu 
telah lama dimasuki ajaran Freemasonry, sehingga banyak tokoh-tokoh dari Asia 
Tenggara 
itu ber-bicara dengan suara Freemasonry. 
 
Berkata Sutan Takdir Alisyahbana dari Indo-nesia : “Kalau benar Tuhan itu adil, 
mengapa 
hanya memilih berat sebelah pada Islam saja, bukankah agama itu banyak ? Dengan 
demikian agama itu bukan ciptaan Tuhan tetapi hasil evolusi pemikiran manusia 
!” (Majalah 
Kabana Asia no. 61). 
 
Berkata Miyen dari Birma : “Jangan membiarkan orang-orang Islam bergerak karena 
mereka itu pun akan membangkitkan kembali kerajaan Arab.” (majalah Kabana Asia 
no. 
61). 
 
Khieu Sampan telah memperingatkan anggota Komunis Khmer Merah agar jangan belas 
kasihan pada penduduk Komping Cham karena mereka itulah orang-orang Islam yang 
cukup berbahaya jika bergerak ....(Siasah Al Masuniyah walsuyuiyah muka 54). 
 
Berkata Drs. Suharjo, seorang Freemason Indonesia : “Bangsa Indonesia, terutama 
kaum 
inteleknya janganlah diracuni idiologi asing, baik berupa Komunisme, 
Kapitalisme maupun 
apa yang dinamakan idiologi Islam.” ( Masuniyah di Asia 67) 
 
Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Nurcholis Majid dicantumkan dalam majalah Kabana 
No. 
61 karena dianggap turut serta atau membantu Freemasonry menghancurkan umat 
Islam 
itu. Ir. Sarwono karena ucapan-ucapannya dalam koran-koran Indonesia yang 
berisi 
merendahkan agama terutama Islam, ia terlalu sinis dan anti pati terhadap 
organisasi-
organisasi masa yang berasas Islam itu, karena ucapannya : “Kalau mengingin-kan 
organisasi agama, mengapa mereka hanya menghimpun satu agama saja? Organisasi-
orga-nisasi politik dan sosial jangan diwarnai dengan agama...dan sebagainya.” 
Maka 
dianggaplah ia pahlawan Freemasonry dari Indonesia begitu pula dengan Nurcholis 
Majid 
karena gagasan mensekulerkan Islam. 
 
“Kita harus anggap pahlawan Freemasonry serta seharusnya disematkan bintang 
Daud 
pada kedua tokoh sekuler Indonesia Ir. Sarwono dan Nurcholis Majid itu... “ 
(Kabana 61 
muka 14)4 ) 
 
Dalam buku-buku terbitan P.D.K seperti dalam anthropologi dan sebagainya, 
dikatakan 
agama bagian dari kebudayaan. Dalam Pendidikan Moral Pancasila sengaja 
anak-anak itu 
diambangkan ajaran agamanya, sejalan dengan gagasan Free-masonry, sedikit demi 
sedikit ajaran agama itu dikikis. Mereka pun mengharap agar anak-anak itu 
jadilah seorang 
plotis, dan seorang plotis pada hakekatnya itu tidak beragama. 
 
Dalam buku “Kebudayaan dan Konstitusi” terbitan P.G.R.I disebutkan : “Jadi 
termasuk 
pada kultur (budaya) adalah agama, kesenian, kesusas-traan, moral, cita-cita 
dan aspek-
aspek emosional,” 

Drs. Mohammad Hatta, seorang nasionalis Indonesia, mantan wakil Presiden RI 
pertama, 
dan penulis beberapa buku pernah mengatakan : “Kebudayaan itu ciptaan hidup 
dari suatu 
bangsa. Kebudayaan banyak sekali macamnya, maka menjadi pertanyaan apakah agama 
itu ciptaan manusia atau tidak, kedua-duanya bagi saya bukan soal. Agama adalah 
juga 
suatu kebudayaan, karena dengan agama manusia dapatlah hidup dengan senang, 
karena 
itu saya katakan agama adalah suatu bagian dari kebudayaan.” (Masuniyah di Asia 
muka 
34) 
 
Seorang Freemasonry Singapura, Mr. Chen mengatakan, bahwa agama itu sebagai 
penghalang pembangunan. Selanjutnya ia mengatakan : “Aga-ma yang hanya terbatas 
pada tradisi adat saja bukan apa-apa. Tetapi agama yang mempunyai idiologi, 
jelas 
berbahaya dan merupakan ekstrim kanan, ia lebih berbahaya jika dibandingkan 
dengan 
sosialis kiri Bolswik.” (Manusiyah di Asia muka 34) 

Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa sikap 
Freemasonry 
dan Komunis terhadap agama mempunyai titik-titik persamaan. Oleh karena 
Freemasonry 
dan Komunis lahir dari induk yang sama, yaitu Yahudi. Bahkan Karl Marx dan 
Lenin sendiri 
seorang Freemasonry dan penganjur Freemasonry. 
 
Freemasonry merupakan panduan bagi impe-rialis, mereka pelopor penjajahan 
Inggris 
terhadap Birma, pelopor penjajahan Inggris terhadap Malaysia, dan pelopor 
Perancis 
terhadap Indo China dan sebagainya. 

Kaum orientalis kebanyakan terdiri atas anggota Freemasonry yang memandang 
agama 
dari kaca mata sekuler, segi kelemahan, budaya, lalu mereka pun mengarang 
buku-buku 
tentang agama yang telah dikajikan itu, dan tak lupa pula mereka menyelipkan 
pandangan 
yang salah. ? 
 
Bersambung ke Bab 03  
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke