Dunsanak kasadonyo, dek tasimpan-simpan, indak dibaco-baco, lah kini dibaco,
buku ko mengejutkan ambo. Dan ndak ado pulo pelarangan buku ko doh. 
Mari kito simak.

Bab 3 : Azas Zionisme dan Freemasonry 

Gerakan Zionisme dan Freemasonry di seluruh dunia sesungguhnya memiliki asas 
yang 
sama. Asas dari dua gerakan ini disebut “Khams Qanun”, lima sila, atau Panca 
Sila. 
Kelima Sila itu adalah : 

1. Monotheisme 
2. Nasionalisme 
3. Humanisme 
4. Demokrasi 
5. Sosialisme 
 
Penjelasan tentang lima sila yang terdapat dalam doktrin Yahudi tersebut adalah 
sebagai 
berikut :
 
1. Monotheisme : Kesatuan Tuhan (Ketuhanan yang Maha Esa) Hendaklah bangsa 
Yahudi 
bertuhan dengan Tuhannya masing-masing dan merupakan kesatuan gerak. Maka hai 
orang-orang atheis dan bebas agama di kalangan bangsa Yahudi hendaklah engkau 
pun 
bertuhan dengan tuhanmu sendiri bukankah alam pun tuhanmu dan bukankah kudrat 
alam 
pun tuhanmu juga? Kalian berlainan agama, kalian berlainan keper-cayaan, kalian 
berlainan 
keyakinan, tetapi kalian harus bersatu dan gunung zionisme telah menan-timu. 
Hendaklah 
kalian tenggang menenggang, hormat menghormati hai Yahudi seluruh dunia ! 
 
2. Nasionalisme - Kebangsaan :Berbangsa satu bangsa Yahudi, berbahasa satu 
bahasa 
Yahudi dan bertanah air satu tanah air Yahudi Raya (Israel Raya). 
 
3. Humanisme : Kemanusiaan yang adil dan beradab berlakulah, janganlah kalian 
menjadi 
peniru bangsa Babilon yang telah membuangmu, tetapi bagi luar bangsamu dan yang 
hendak mem-binasakanmu, kalian adalah bangsa besar dan engkau pun jika 
keperluanmu 
mendesak ber-lakulah Syer Talmud baginya, seperti nyanyian Qaballa berbunyi : 
“Taklukanlah mereka, binasakanlah mereka akan mengambil hakmu, engkau adalah 
setinggi-tinggi bangsa seumpama menara yang tinggi. Gunakanlah hatimu ketika 
menghadapi sauda-ramu, karena mereka itu keturunan Yaqub, ketu-runan Israel. 
Buanglah 
hatimu ketika menghadapi lawanmu karena mereka itu bukan sekali-kali saudaramu, 
mereka adalah kambing-kambing perahan dan harta mereka adalah hartamu, rumah 
mereka adalah rumahmu, tanah mereka adalah tanahmu.”(Syer Talmud Qaballa XI 
:45) 
 
4. Demokrasi : Dengan cahaya Talmud dan Masna dan segala ucapan imam-imam agung 
bahwa telah diundangkan “Bermusyawarahlah dan berapatlah dan berlakulah pilihan 
kehendak suara banyak itu karena suara banyak adalah suara Tuhan!” 
 
5. Sosialisme : Keadilan sosial yang merata pada masyarakat Yahudi, sehingga 
setiap 
orang Yahudi menjadi seorang kaya raya dan menjadi pimpinan dimana pun ia 
berada, dan 
menjadi protokol pembuat program. Dalam Nyanyian Qaballa Talmud dikatakan : 
“Dengan 
uang kamu dapat kembali ke Yudea, ke Israel karena agama itu tegak dengan uang 
dan 
agama itu uang, sesungguhnya wajah Yahwe sendiri yang tampak olehmu itu adalah 
uang! 
Cintailah Zion, cintailah Hebran, cintailah akan Yudea dan cintailah seluruh 
tanah 
pemukiman Israel, karena engkaulah bangsa pemegang wasiat Hebran tertua yang 
berbunyi :”Cinta pada tanah air itu sebagian dari iman!” (XL : 46) 
 
Asas Zionisme : Khams Qanun 

1. Internasionalisme 
2. Nasionalisme 
3. Sosialisme 
4. Monotheisme kultural 
5. Demokrasi 
 
Asas Freemasonry dan Zionisme pada dasarnya sama, yang berbeda hanya urutan 
saja. Keduanya diilhami oleh ajaran Talmud, kitab suci agama Yahudi. ? 

Bab 4 : Pengaruh Doktrin Zionisme & Freemasonry 

TERHADAP PEMIKIRAN TOKOH PERGERAKAN DI EROPA DAN ASIA 
GERAKAN 
 
Zionisme yang diemban dengan baik oleh gerakan Freemasonry, telah berhasil 
meng-garap 
korban-korbannya, baik di Eropa maupun di Asia. Hal ini terbukti dengan apa 
yang terjadi 
di Perancis dan di negara-negara Asia Tenggara. 

Freemasonry Perancis pada 1717 M berasaskan Plotisma. Istilah Plotis merupakan 
istilah 
khas mereka yang disebutkan berasal dari dialek Yunani Koin. Plot berarti 
ambang atau 
terapung,. Plotisma adalah suatu paham untuk mengambangkan segala ajaran di 
luar 
Freemasonry. Jika telah mengambang disuntikkanlah paham-paham bebas dari 
Freemasonry itu. Freemasonry Perancis pada 1717 M itu terpaksa memasukkan 
kata-kata 
“Ketuhanan” dan “Triko-nitas” untuk menarik simpatik golongan Katolik. 
 
Lima dasar dari Freemasonry Perancis : 
1. Nasionalisme 
2. Sosialisme 
3. Demokrasi 
4. Humanisme 
5. Theologi Kultural. 

“Hai saudara-saudaraku dengan plotisme kita pun mendapat kunci pembuka seribu 
pintu kemenangan, dengan plotisme kita mempunyai seribu kunci etika pergaulan.” 
(Siasah Masuniyah muka 43) 
 
Dalam dasar Freemasonry Italia terdapat perbedaan sedikit : 
1. Nasionalisme 
2. Trinitas 
3. Humanitas 
4. Sosialisme 
5. Demokrasi. 
 
Dalam dasar Freemasonry Palestina terdapat sedikit perbedaan pula: 
1. Nasionalisme 
2. Monotheisme 
3. Humanisme 
4. Sosialisme 
5. Demokrasi 
 
Pandit Jawarhal Nehru pernah mempunyai gagasan dasar negara India merdeka, yang 
dibahas di depan Indian Kongres : Panc Svila 
1. Nasionalisme 
2. Humanisme 
3. Demokrasi 
4. Religius 
5. Sosialisme 
 
Bandingkan dengan San Min Chu I dari Sun Yat Sen : 
1. Mintsu 
2. Min Chuan 
3. Min Sheng 
4. Nasionalisme, Demokrasi dan Sosialisme 
 
Bandingkan dengan lima asas dari Muhamad Yamin, yaitu 
1. Peri kebangsaan 
2. Peri kemanusiaan 
3. Peri ketuhanan 
4. Peri kerakyatan 
5. Kesejahteraan rakyat 
 
Bandingkan dengan lima asas dari Soepomo : 
1. Persatuan 
2. Kekeluargaan 
3. Keseimbangan lahir batin 
4. Musyawarah 
5. Keadilan rakyat 
 
Bandingkan dengan lima asas dari Soekarno : 
1. Nationalisme (Kebangsaan) 
2. Internationalisme (Kemanusiaan) 
3. Demokrasi (Mufakat) 
4. Sosialisme 
5. Ketuhanan 
 
Bandingkan dengan lima asas Aquinaldo pim-pinan Nasionalis Filipina. Lima asas 
ini disebut asas yang lima dari gerakan Katipunan. Sesungguhnya lima asas 
Katipunan ini disusun oleh Andres Bonifacio 1893 M : 
1. Nasionalisme 
2. Demokrasi 
3. Ketuhanan 
4. Sosialisme 
5. Humanisme Filipina 
 
Empat asas Pridi Banoyong dari Thailand pada 1932 M: 
1. Nasionalisme 
2. Demokrasi 
3. Sosialisme 
4. Religius 
 
Prinsip indoktrinasi Zionisme, agaknya cukup fleksibel karena mampu beradaptasi 
dengan pola pikir pimpinan politik di setiap negara. Mengenai urut-urutannya 
boleh saja berbeda, tetapi prinsip-nya tetap sama, mengacu kepada doktrin baku 
Zionisme. 
 
Bersambung ke Bab 05 
 
.... baa ko lah ko, badampuang juo dinyo ko, beko kito sambuang mambaco...
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke