Sabana rancak kalau asrama itu banamo Rumah Gadang

Karano Rumah Gadang atau Rumah Bagonjong adolah sebutan untuk rumah adat yang 
merupakan bangunan khas berarsitektur Minangkabau.
Tempat duduak basamo membicarakan masalah keluarga dan mencari jalan keluarnya

 Untuk melestarikannya pihak Pemda Sumbar selalu membangun gedung perkantoran 
yang bercirikan ini

Tapi ...ambo takajuik.
 Ado pulo penamaan lain untuak Rumah Bagonjong iko

Mulonyo ambo indak "Ngeh" dengan penamaan itu. Tapi dek lah babarapo kali 
disabuik, baru ambo maraso itu sebagai sebutan untuk Rumah Gadang

Ambo indak tau apakah itu sebagai buah dari pada cara berpikir yang cerdas atau 
merupakan sedikit pelecehan

Bagaimana tanggapan anda kalau Rumah Gadang disabuik : "RUMAH BERTANDUK"

---TR

-------------------------------------
dari koran Haluan

Mahasiswa Minang yang menuntut ilmu di Mesir memiliki asrama yang disebut 
dengan Rumah Gadang. Selain sebagai “basis” sosialisasi mahasiswa, Rumah  
Gadang juga sebagai tempat digerakkannya usaha makanan. Ada yang berdagang juga.


Kemelut politik dan demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Mesir beberapa 
waktu lalu, sedikitnya mem­bawa “berkah” bagi publik, terutama masyarakat 
Sumatra Barat. 

Selama ini, tak banyak informasi tentang kondisi dan aktivitas mahasiswa 
Sumatera Barat di Mesir yang diketahui masyakarat. Ternyata, banyak juga 
aktivitas mahasiswa asal Sumatera Barat di Mesir.

Mahasiswa asal Minang yang menimba ilmu di Mesir, kini tak perlu repot mencari 
tempat tinggal. Sejak 2008, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui APBD 
mem­bangun asrama sebagai tempat tinggal.

Sesuai dengan keputusan Musyawarah Istimewa Anggota (MIA) pada 19 September  
2008, mengenai penghuni dan anggota asrama Rumah Ga­dang adalah mahasisiwa baru 
asal Sumatera Barat yang datang pada tahun ajaran baru setiap tahunnya. 
Keanggotaan yang berjumlah 41 orang digabung dengan umdah (pem­bina asrama) 
atau Badan Pengelola Rumah Gadang (BPRG), yang berjumlah 7 orang.

Keputusan itu memper­timbangkan komposisi peng­huni asrama, maka komposisi 
asrama diatur oleh BPRG dengan menempatkan 14 orang penghuni asrama pada 
masing-masing flat (include 2 orang pembina asrama).

Pembinaan asrama berfi­losofikan pola pendidikan surau. Pola pendidikan surau 
merupakan sistem pendidikan yang memperhatikan seluruh aspek; spritual 
(ruhiyyah), akademisi (fikriyyah), budi pekerti (sulukiyyah) dan pandai basilek 
(jasadiyyah).

Strategi pembinaan

Alam takambang jadi guru, bakawan tanpa pandang bulu menjadi strategi yang 
diterapkan dalam pembinaan di asrama. Jauah bajalan banyak dicaliak, alam 
takambang jadi guru.

Apapun yang tampak dan didapati selama di rantau akan dijadikan guru dan 
pengalaman abadi, sebagai bekal dalam hidup di masa datang di tengah masyarakat.

Untuk mendapati pengala­man yang banyak, dalam kehi­dupan sehari-hari rang mudo 
harus memaksa diri untuk memperluas pergaulan dalam skala nasional maupun 
interna­sional. Dalam tataran pembi­naan asrama, diharapkan pola pembinaan 
asrama dilakukan secara fleksibel mengikuti kebutuhan masa dan 
memper­timbangkan metode yang paling maslahat. Lebih jauh, senjata utama untuk 
menguasai dunia dalam kehidupan era kontemporer -selain menguasai ilmu 
pengetahuan dan tekno­logi- adalah kekuatan sila­turrahmi (networking).

Rihlah, Wahana Refreshing

Selain melaksanakan ber­bagai pelatihan/kursus dan seminar peningkatan potensi 
diri, tidak setidikit warga Minang yang memanfaatkan waktu libur mereka untuk 
adventure menjelajahi setiap tapak tanah Mesir, menyibak rahasia di balik 
peradaban tua lembah Sungai Nil dan Daulah Islamiyyah yang lama me­nguasai 
Mesir.

Dengan panorama alam semenanjung perairan Medi­trania dan Laut Merah, alam 
Mesir semakin menarik untuk dikunjungi oleh para pelajar asing. Magnetis gurun, 
juga menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk mengakomodir ke­inginan masyarakat ini, setiap tahunnya KMM Mesir 
meng­gelar acara rihlah basamo menuju satu objek wisata di Mesir, seperti: 
Puncak Sinai, Pantai Alexandria, Terusan Suez di Port Said, Pantai Masra 
Matruh, Oase dan danau Qa­run di Fayyum, oase dan gurun pasir yang indah di 
Siwa, Pyramid di Giza, Pyramid Sakkara dan obejek-objek lainnya.

Di kota Kairo saja, para pelajar asing bisa mengunjungi banyak masjid, 
perpustakaan dan bangunan lama, bekas kebesaran Islam masa lalu. Dengan adanya 
rihlah ini diharapkan semakin memper­kaya wawasan mereka tentang budaya dan 
peradaban Mesir di masa lalu dan hari ini. Di samping rihlah sebagai wahana 
refreshing setelah menyelesaikan ujian term. Tak jarang dengan mengadakan 
rihlah basamo ini silaturrahim sesama warga KMM Mesir semakin kuat.

Asrama mahasiswa yang disebut Rumah Gadang yang berada di Flat 502 Building 8 
Al Imarat Block First Settlemen New Cairo Helwan EGYPT. Nomor telepon: (+202) 
22478245. Berjarak sekitar 15 Km dari kampus Universitas Al Azhar Kairo.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke