Agak manjadi tando tanyo dek ambo, gabah dunsanak awak ko Sebagai Sarjana Hukum Islam tentu dalilnyo kuat
Tapi....memelihara ayam Bangkok, nan alah jaleh gunonyo untuak di adu. Baa pulo tu hukumnyo manyadiokan fasilitas untuak urang bajudi ?? -----TR Haluan Padang Ayam Bangkok dan Tambahan Asap Dapur  Ditulis oleh Teguh Senin, 30 May 2011 02:22 Setiap orang memiliki hobi dan kegemaran. Ada yang hobinya berburu babi liar. Untuk itu, ia harus pelihara anjing peburu. Ada yang hobi mamikek (memikat) balam, maka ia harus pelihara balam. Ada Zulfabriandi namanya. 34 tahun umurnya. Sehari-hari, ia pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bukittinggi. Hobinya memelihara ayam bangkok. Dari hobi itu ia mendapatkan penghasilan tambahan. Lelaki warga jorong Padang Kunik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Agam, mengaku memasuki dunia peternakan jauh sebelum jadi PNS di Kemenag. Lulusan sarjana hukum agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bukittinggi tahun 2002 itu, ternyata tidak saja beternak ayam bangkok. Sebelumnya ia malang melintang pula beternak kambing. “Saya beternak kambing untuk biaya kuliah,” katanya. “Tapi setelah itu, karena beternak kambing agak repot, saya banting stir beternak ayam Bangkok,” tambahnya. Di samping pekerjaan pokoknya sebagai abdi negara sebagai rutinitas, sebelum berangkat ke kantornya di Belakang Balok Bukittinggi, Zulfabriandi, menyempatkan dirinya memberi makan dan minum ayam bangkok peliharaannya. Ia mengaku beralih mengembangbiakan ayam bangkok sejak dua tahun lalu. “Alhamdulillah berkembang biak dan hasilnya bisa menambah biaya dapur,” kata staf bagian Haji Penamas di Kemenag Bukittinggi ini saat bincang-bincang dengan Haluan. Ayah dua anak ini menjelaskan, beternak ayam bangkok sangat berbeda dengan ayam-ayam lainya. Karena dari segi harga jualnya jauh berbeda dengan ayam biasa. Kalau ayam bangkok jantan itu sehat, harganya bisa mencapai Rp500 ribuan per ekor. Karena ayam bangkok ini sama saja kita menjual batu cincin tidak punya pasaran tertentu. Bahkan telurnya saja satu butir di jual dengan harga Rp6 ribu per butir. Menurut suami Marta Melda, memelihara ayam bangkok itu tidak pula susah. Tantangan terberatnya saat ketika ayam berumur dari 1 hingga 30 hari. Karena mereka harus diberi makanan pur ayam 511 serta vitamin tetaclor dan harus diberi inkubator atau pemanas listrik, agar kesehatan ayam terjamin sampai dewasa. “Kalau ayam kita sudah sehat sampai umur 30 hari, itu sudah gampang untuk membesarkannya. Kalau tidak sanggup membeli makanan pur, cukup dengan dedak dicampur jagung atau nasi saja,” kata Zulfabriandi yang akrap disapa Mandan ini. Untuk mendapatkan anak ayam bangkok yang bagus, ayam harus dikawinkan sesama jenis ayam bangkok, tapi berbeda turunan. Lebih bagus turunanya itu generasi ketiga atau keempat. “Jadi tidak manusia saja yang dilarang kawin sedarah, ayam bangkok pun begitu pula. Tidak bisa dikawinkan sedarah karena keturunannya nanti tidak bagus dan mudah sakit,” terangnya berkiat. Dalam dunia adu ayam, ayam bangkok ini jenis ayam aduan. Ayam bangkok ideal adalah ayam bangkok yang memenuhi syarat sebagai petarung yang tangguh, yang mana ciri-cirinya lebih spesifik lagi dari tanda-tanda ayam bangkok/aduan secara umum. Seekor ayam bangkok ideal akan memiliki daya tahan terhadap pukulan, memiliki pukulan yang keras, memiliki kelincahan dalam bertarung. (h/jon indra) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
