Dari Harian Singgalang http://hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=6483
Alhamdulillah!! TIAP BULAN DAPAT RP600 RIBU 1.000 Orang Gratis di Unand dan UNPPADANG - SINGGALANG Seribu anak miskin pintar di Sumbar sudah dijamin kuliah gratis dari awal sampai lulus di dua perguruan tinggi besar di Sumbar, Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP). Tiap mereka juga dapat uang saku Rp600 ribu/bulan. Mereka sudah lolos tes beasiswa Program Bidik Misi dan selanjutnya tinggal kuliah saja. Rektor Unand, Musliar Kasim dan Rektor UNP Mawardi Effendi yang dikontak, Minggu (29/5) menyatakan, tidak ada alasan anak miskin tak bisa kuliah. “Kerja pemerintah setelah ini menambah beasiswa, menolong anak-anak miskin yang waktunya dirampas untuk menolong orangtua, sehingga mereka tidak bisa sekolah, itu pekerjaan mulia, tolonglah mereka,” kata Rektor UNP Mawardi Effendi didampingi Humas UNP, Amril Amir. Rektor Unand Musliar Kasim, menyebutkan, biaya yang ditanggung dari awal akan masuk kuliah hingga tamat. “Mahasiswa Bidik Misi tak perlu risau akan biaya, gratis, bahkan tiap bulan masing-masingnya menerima paling sedikit Rp600 ribu sebagai bantuan biaya hidup. “Bantuan biaya hidup per bulan itu bisa lebih besar lagi disesuaikan dengan tinggi rendah biaya hidup di lokasi masing-masing perguruan tinggi,” ujar Musliar. Musliar menjelaskan Program Bidik Misi ini merupakan program dari pusat, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional khusus untuk mahasiswa yang punya potensi akademik tapi tak punya biaya. “Di seluruh Indonesia ada sebanyak 117 perguruan tinggi penyelenggara bidik misi. Unand salah satunya,” ujar Musliar.Total di seluruh Indonesia Bidik Misi disediakan sebanyak 20 ribu mahasiswa. Mawardi Effendi menyatakan hal serupa. Ia menjelaskan jumlah kursi untuk mahasiswa Bidik Misi bahkan sangat banyak, di UNP saja ada 500 kursi, 500 pula di Unand. “Totalnya seribu kursi untuk anak miskin. Rasanya itu sudah mencukupi untuk semua anak miskin di Sumbar, syukur pada Tuhan, anak-anak kita bisa kuliah” ujar Mawardi. Pantas saja, Harian Singgalang yang biasanya kedatangan banyak siswa tak mampu yang ingin memohon bantuan dana, tahun ini hanya kedatangan beberapa siswa saja. Rupanya Bidik Misilah penyelamat yang membuat siswa-siswa tak mampu tak perlu lagi repot hilir mudik mencari bantuan dana. “Jempol untuk pemerintah pusat,” kata Pemred Singgalang, Khairul Jasmi, tadi malam. Seluruh siswa tak mampu di Sumbar punya kesempatan sama untuk ikut Program Bidik Misi. Asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. Mereka bisa jadi siswa lulusan SMA, SMK atau MA. Peluangnya, 25 persen untuk satu sekolah, atau 10 besar. Umurpun tak kepalang tanggung, jika masih berumur 21 tahun ke bawah kesempatan ikut bidik misi masih terbuka. “Ini masa yang panjang. Biasanya lulusan SMA berumur 18 atau 19 tahun. Jika dibatasi 21 tahun berarti masih banyak siswa lulusan tahun sebelumnya yang bisa ikut,” kata Mawardi. Syarat lainnnya tentu saja pembuktian potensi akademik. Siswa tak mampu haruslah memiliki prestasi dan peringkat kelas di sekolah masing-masing. Untuk kejelasan pendaftaran Porgram Bidik Misi ini, siswa bisa melihat informasi lengkapnya di http://bidikmisi.dikti.go.id Padang dan Tanah Datar Bukan hanya melalui Program Bidik Misi saja, kesempatan siswa tak mampu untuk bisa kuliah terbuka lebih lebar dengan program bantuan dari Bazda Padang. Tahun ini Bazda Padang mematok 40 persen dari zakat yang diterima untuk disalurkan ke siswa tak mampu melalui program Padang Cerdas. “Sejauh ini, Bazda telah memberikan bantuan pada 24 siswa tak mampu yang lulus PMDK diberbagai perguruan tinggi di Indonesia,” kata Ketua Harian Bazda Padang, Maigus Nasir. Total dana yang dikeluarkan untuk 24 mahasiswa ini, sekitar Rp82 juta. Rinciannya, untuk mahasiswa yang diterima di Unand dan luar Sumbar, mendapat bantuan Rp4 juta/orang, sementara yang lulus di UNP dan Politeknik Unand, mendapat bantuan Rp3 juta/orang dan di IAIN mendapat bantuan Rp1,5 juta/orang. “Besar bantuan ditentukan oleh kebutuhan masing-masing mahasiswa. Jika dana kuliahnya besar, maka agak besar pula diberikan,” kata Maigus. Bantuan masih terbuka untuk banyak siswa lainnya hingga akhir masa pendaftaran SNMPTN. BAZ Sumbar pun melakukan program serupa. Tahun ini, BAZ Sumbar akan memberikan 250 beasiswa untuk siswa tak mampu yang lulus kuliah di 5 perguruan tinggi, UNP, STKIP PGRI, STAIPIQ dan UMSB. Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigue pun membuka peluang untuk siswa tak mampu untuk kuliah. Jumat (25/5) Shadiq telah memberikan bantuan untuk 56 siswa miskin yang diterima di berbagai perguruan tinggi. Masing-masing mendapatkan Rp2 juta hingga Rp13 juta tergantung kebutuhan tiap orang. Shadiq mengatakan masih banyak anak miskin yang akan diberikan bantuan. Pemkab Tanah Datar telah menyediakan dana khusus untuk bantuan itu. “Paling tidak akan ada 400 siswa lagi yang akan dibantu,” ujarnya. (*) -- http://www.cimbuak.net Kampuang nan jauah dimato dakek dijari http://urangminang.wordpress.com http://palantaminang.wordpress.com -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
