Kanda JP,

Pemerintah lah mamaso PTN jadi PT BHMN thn 2003, walaupun milik negara nan
nirlaba tapi bukan bararti merugi,
PTN mengelola keuangan sendiri, untuak manaikkan kualitas paralu
dana.....salah satu potensi terbesar tantu menaikkan biaya pendidikan.

Ambo masih 110rb per semester dulu da, cuma bara dollar wakatu tu ndak jadi
paratian.
Tantu 110 ribu ko ndak cukuik untuak satu semester subsidi pemerintah cukup
gadang, biaya praktek dll cukuik gadang. wakatu ado lo program percepatan
insinyur (PPI) malah mahasiswa dapek subsidi pulo untuak manyalasaikan
kuliah, untuak tugas akhir klo ndak salah ambo dapek subsidi 250rb dulu.
Aratinyo saat itu yo PTN di subsidi habis2an, sajak status BHMN, tantu
target yang jaleh manaikkan SPP da. kama ka dicari biaya praktek, kedokteran
paliang maha dek biaya praktekno maha pulo.

Disikolah mulai komersialisasi pendididkan, PTN untuk dapek mancari dana
muncullah program2 maha yg diminati wakatu itu sarupo magister management.
namun program regular lain tatap harus naiak, ndak takaja anggaran.

Kondisi universitas sajak BHMN da..!!!

Is Sikumbang, L, 40an
Tangerang




Pada 30 Mei 2011 16:39, jupardi andi <[email protected]> menulis:

> Terimo kasih sanak Is ateh beritanyo nan rancak ko atas kebijakan
> pendidikan di Ranah awak
>
> Tapi bagi ambo konsep nan paliang ideal di bidang Pendidikan bagaimana
> Pemerintah menyelenggarakan biaya pendidikan semurah mungkin tajangkau semua
> lapisan masyarakat tanpa membedakan masyarakat miskin dan kayo, kalau iko
> tacapai mako baru dipilah baliak nan indak mampu tu di peraikan dan diagiah
> subsidi,
>
> Murah disiko makasuik ambo untuk semua lapisan masyarakat, SPP murah (jaman
> ambo Rp 45.000/Tahun dolar katiko tu Rp1.000 kalau dikonversi kini tantu
> sekitar Rp 400 ribuan sajo/Tahun, indak ado biaya pratikum, biaya bangun
> gedung, biaya ujian, biaya per SKS dll  kan takah itu dulu), fasilitas ,
> perpustakaan, sarana dan prasarana pendukung lengkap tanpa membebankan urang
> tuo (dan dulu takah iko bana kok praktek ambo baa metode pengeringan
> kayu/papan, indak paralu kami baiyua2 lai mambali papan dan balok kayu, alah
> disadiokan kampus), kalau praktek lapangan perai paliang baiyua mambayia
> transpor bus sajo dima tampek praktek biaya makan lah ditangguang kampus
> bisa bakarajo samo jo pihak lain) prinsipnyo negara full power mengarahkan
> anggaran sabanyak2nyo untuak menciptakan iklim biaya pendidikan nan murah
> bagi semua lapisan masyarakat.
>
> Nah kini tingga lai manyariang anak nan batua indak mampu untuak
> mamperaikan sagalo biaya sarato bea siswa untuak biaya hiduiknyo
> permasalahan kini anak nan urang tuonyo hidup sederhana (bukan miskin)
> sasak juo angoknyo dek biaya pendidikan nan maha, tapi kalau standar nan
> ambo sabuikan diateh mungkin lapeh sasak angok urang tuonyo, tingga
> mamikiakan biaya hidup perbulan anak nan kuliah sajo
>
> Nan paliang manyakikan bana kampanye pemimpin katiko Pilkada2  di
> spanduknyo dan orasinyo  "perai berubat, perai sikolah" lah tapiliah ndak
> terealisasi.
>
> Salam-Jepe
>
> ------------------------------
> *Dari:* Dewis Natra <[email protected]>
> *Kepada:* RantauNet <[email protected]>
> *Terkirim:* Sen, 30 Mei, 2011 16:18:16
> *Judul:* [R@ntau-Net] 1.000 Orang Gratis di Unand dan UNP (TIAP BULAN
> DAPAT RP600 RIBU )
>
> Dari Harian Singgalang
> http://hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=6483
>
> Alhamdulillah!!
>
> TIAP BULAN DAPAT RP600 RIBU 1.000 Orang Gratis di Unand dan UNPPADANG -
> SINGGALANG Seribu anak miskin pintar di Sumbar sudah dijamin kuliah gratis
> dari awal sampai lulus di dua perguruan tinggi besar di Sumbar, Universitas
> Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP). Tiap mereka juga dapat
> uang saku Rp600 ribu/bulan.
>
>
>
>
> Mereka sudah lolos tes beasiswa Program Bidik Misi dan selanjutnya tinggal
> kuliah saja.
> Rektor Unand, Musliar Kasim dan Rektor UNP Mawardi Effendi yang dikontak,
> Minggu (29/5) menyatakan, tidak ada alasan anak miskin tak bisa kuliah.
> “Kerja pemerintah setelah ini menambah beasiswa, menolong anak-anak miskin
> yang waktunya dirampas untuk menolong orangtua, sehingga mereka tidak bisa
> sekolah, itu pekerjaan mulia, tolonglah mereka,” kata Rektor UNP Mawardi
> Effendi didampingi Humas UNP, Amril Amir.
> Rektor Unand Musliar Kasim, menyebutkan, biaya yang ditanggung dari awal
> akan masuk kuliah hingga tamat.
> “Mahasiswa Bidik Misi tak perlu risau akan biaya, gratis, bahkan tiap bulan
> masing-masingnya menerima paling sedikit Rp600 ribu sebagai bantuan biaya
> hidup. “Bantuan biaya hidup per bulan itu bisa lebih besar lagi disesuaikan
> dengan tinggi rendah biaya hidup di lokasi masing-masing perguruan tinggi,”
> ujar Musliar.
> Musliar menjelaskan Program Bidik Misi ini merupakan program dari pusat,
> Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional khusus
> untuk mahasiswa yang punya potensi akademik tapi tak punya biaya. “Di
> seluruh Indonesia ada sebanyak 117 perguruan tinggi penyelenggara bidik
> misi. Unand salah satunya,” ujar Musliar.Total di seluruh Indonesia Bidik
> Misi disediakan sebanyak 20 ribu mahasiswa.
> Mawardi Effendi menyatakan hal serupa. Ia menjelaskan jumlah kursi untuk
> mahasiswa Bidik Misi bahkan sangat banyak, di UNP saja ada 500 kursi, 500
> pula di Unand. “Totalnya seribu kursi untuk anak miskin. Rasanya itu sudah
> mencukupi untuk semua anak miskin di Sumbar, syukur pada Tuhan, anak-anak
> kita bisa kuliah” ujar Mawardi.
> Pantas saja, Harian Singgalang yang biasanya kedatangan banyak siswa tak
> mampu yang ingin memohon bantuan dana, tahun ini hanya kedatangan beberapa
> siswa saja. Rupanya Bidik Misilah penyelamat yang membuat siswa-siswa tak
> mampu tak perlu lagi repot hilir mudik mencari bantuan dana.
> “Jempol untuk pemerintah pusat,” kata Pemred Singgalang, Khairul Jasmi,
> tadi malam.
> Seluruh siswa tak mampu di Sumbar punya kesempatan sama untuk ikut Program
> Bidik Misi. Asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. Mereka bisa jadi siswa
> lulusan SMA, SMK atau MA. Peluangnya, 25 persen untuk satu sekolah, atau 10
> besar.
> Umurpun tak kepalang tanggung, jika masih berumur 21 tahun ke bawah
> kesempatan ikut bidik misi masih terbuka. “Ini masa yang panjang. Biasanya
> lulusan SMA berumur 18 atau 19 tahun. Jika dibatasi 21 tahun berarti masih
> banyak siswa lulusan tahun sebelumnya yang bisa ikut,” kata Mawardi. Syarat
> lainnnya tentu saja pembuktian potensi akademik. Siswa tak mampu haruslah
> memiliki prestasi dan peringkat kelas di sekolah masing-masing.
> Untuk kejelasan pendaftaran Porgram Bidik Misi ini, siswa bisa melihat
> informasi lengkapnya di http://bidikmisi.dikti.go.id
> Padang dan Tanah Datar
> Bukan hanya melalui Program Bidik Misi saja, kesempatan siswa tak mampu
> untuk bisa kuliah terbuka lebih lebar dengan program bantuan dari Bazda
> Padang. Tahun ini Bazda Padang mematok 40 persen dari zakat yang diterima
> untuk disalurkan ke siswa tak mampu melalui program Padang Cerdas.
> “Sejauh ini, Bazda telah memberikan bantuan pada 24 siswa tak mampu yang
> lulus PMDK diberbagai perguruan tinggi di Indonesia,” kata Ketua Harian
> Bazda Padang, Maigus Nasir.
> Total dana yang dikeluarkan untuk 24 mahasiswa ini, sekitar Rp82 juta.
> Rinciannya, untuk mahasiswa yang diterima di Unand dan luar Sumbar, mendapat
> bantuan Rp4 juta/orang, sementara yang lulus di UNP dan Politeknik Unand,
> mendapat bantuan Rp3 juta/orang dan di IAIN mendapat bantuan Rp1,5
> juta/orang. “Besar bantuan ditentukan oleh kebutuhan masing-masing
> mahasiswa. Jika dana kuliahnya besar, maka agak besar pula diberikan,” kata
> Maigus. Bantuan masih terbuka untuk banyak siswa lainnya hingga akhir masa
> pendaftaran SNMPTN.
> BAZ Sumbar pun melakukan program serupa. Tahun ini, BAZ Sumbar akan
> memberikan 250 beasiswa untuk siswa tak mampu yang lulus kuliah di 5
> perguruan tinggi, UNP, STKIP PGRI, STAIPIQ dan UMSB.
> Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigue pun membuka peluang untuk siswa tak
> mampu untuk kuliah.
> Jumat (25/5) Shadiq telah memberikan bantuan untuk 56 siswa miskin yang
> diterima di berbagai perguruan tinggi. Masing-masing mendapatkan Rp2 juta
> hingga Rp13 juta tergantung kebutuhan tiap orang.
> Shadiq mengatakan masih banyak anak miskin yang akan diberikan bantuan.
> Pemkab Tanah Datar telah menyediakan dana khusus untuk bantuan itu.
> “Paling tidak akan ada 400 siswa lagi yang akan dibantu,” ujarnya. (*)
>
>
> --
> http://www.cimbuak.net
> Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
>
> http://urangminang.wordpress.com
> http://palantaminang.wordpress.com
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>



-- 
http://www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari

http://urangminang.wordpress.com
http://palantaminang.wordpress.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke